Diduga Kasek SMK Negeri 1 Afulu pungut Biaya USBN 2019 Rp.150.000 per Siswa. 

Diduga Kasek SMK Negeri 1 Afulu pungut Biaya USBN 2019 Rp.150.000 per Siswa. 

Gemantara.Com ( Afulu – Nias Utara) Menurut informasi yang di himpun oleh Awak media,  dari beberapa sumber informasi baik dari para guru maupun dari orang tua siswa/i Bahwa di SMK Negeri 1 Afulu, Kec Afulu, Kab Nias Utara, Prov Sumut. yang tidak mau di sebut nama dalam pemberitaan ini.Ia menjelaskan bahwa, sebelum pelaksanaan  USBN 2019 Pihak sekolah dan komite  mengundang  para orangtua siswa guna membahas keperluan kegiatan pelaksanaan USBN TP 2019. Dan hasil kesepakatan  pada saat itu sekalipun tidak semua hadir orangtua siswa dan kami merasa terbeban membayarkan dana Rp. 150.000. Ribu persiswa. Tetapi terpaksa kami bayarkan demi kebutuhan sekolah sesuai dengan yang di sampaikan oleh kasek pada saat itu.

Dengan adanya informasi dari orangtua siswa. Maka awak media ini terus mencari informasi yang lebih akurat mencoba konfirmasi salah satu guru Honor Bernisial AW pada hari sabtu (12/08/2019) di afulu, AW membenarkan adanya pembayaran dari orang tua Siswa Rp. 150.000. Ribu persiswa. Pada USBN 2019 Sesuai dengan hasil musyawarah yang di pimpin kasek dan komite sekolah bersama orangtua siswa. Pada saat itu kasek menjelaskan bahwa dana khusus USBN sebenarnya ada Dana yang bersumber dari Dana BOS tetapi masih belum bisa dicairkan dananya. Mungkin setelah nanti cair Dana BOS  kita akan kembalikan dana yang di bayarkan oleh orangtua siswa.” imbuhnya”

Lanjut AW Bukan hanya itu yang terjadi di SMK 1afulu termasuk penggunaan Dana BOS 2018 – 2019 .Ada beberapa aitem yang masih belum terlaksana di antaranya pengadaan buku 2019 sampai saat ini belum ada, pada hal sudah di SPJkan.Biar jelas bahwa kami setiap melaksanakan proses belajar mengajar kami pakai HP melalui Goegle, coba kalau tidak ada jaringan internet tentu terkendala proses belajar mengajar akibat ketidak adanya buku mata pelajaran. Dan juga dana USBN 2018 dan USBN 2019 kemudian dana Prakerin setiap tahun kan ada dari dana BOS kami tidak tahu di kemanakan dana tersebut oleh kasek. “Jelas AW”

Kemudian pengadaan leptop dan mesin Gense sampai saat ini tidak ada di gudang  sekolah sehingga kegiatan sekolah sangat terbatas. Setelah kami tanya tanya sama kaseknya katanya leptopnya sudah rusak dan juga mesin Gense kami kurang tahu apa benar sudah rurak atau sama sekali tidak pernah di belanjakan dari Dana BOS.

Setelah hal ini di konfirmasi kepada kaseknya Atas nama Dra. Dasnizar Koto (10/08 )Di kediamnnya di wallo. Mengatakan memang hal itu benar adanya dana dari orangtua siswa Rp. 150.000 ribu persiswa dan itu kebutuhan USBN 2019 Dan bukan hanya itu kami juga pinjam lagi uang dari Komite sekolah dan ada juga dari tokoh masyarakat dan sampai saat ini masih belum terbayarkan.

Masalah Leptop memang ada tiga unit pada kasek lama, tapi sudah rusak dan juga mesin Gense rusak.Sehingga setip kami melakukan kegiatan di sekolah pada saat padamnya PLN  kami pakai mesin Gense warga di sekitar lingkungan sekolah dan kami isi minyaknya” ungkap kasek.

Lanjut kaseknya begitu juga pengadaan buku 2018 memang belum di laksanakan pengadaan sekalipun sudah di sampaikan penganjuannya tapi kami gunakan pada komponen lainnya anggaran buku tersebut tapi dalam SPJ tetap pengadaan buku karena itu penganjuan dari anggaran Dana BOS 2018.

Tambah kasek kepada awak media mohon pak jangan di beritakan apa yang saya sampaikan, karena hal itu saya mendari bahwa salah dan akan saya perbaiki pada tahun depan”ujarnya”

Hal ini di minta kepada Kacabdis propinsi sumut. Agar persoalan ini dapat di tindak lanjuti bila perlu turun lokasi untuk membuktikan kebenarannya. ( Tim) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *