Dua Oknum Siswa SMK N, 1 Lahewa Di Laporkan Di Mapolres Nias. 

Dua Oknum Siswa SMK N, 1 Lahewa Di Laporkan Di Mapolres Nias. 

Gemantara.Com (Nias) Febeanus Zalukhu resmi Melaporkan kedua Oknum Siswa SMK Negeri 1 Lahewa di Mapolres Nias Melalui Dumas Kamis,(12/09/2019) Perihal: Pencemaran Nama Baik.Terkait Vidio di salah satu postingan di akun Fecebook di FORUM NIAS UTARA. Atas nama Berkat M Lase, bersama seorang temanya bernisial WL. dimana dalam Vidio tersebut pada hari rabu, (11/09/2019) kira pukul 11:00 wib siang yang berdurasi 1,38 menit. Yang menyebutkan bahewa Mereka sebagai siswa/I SMK Negeri 1 Lahewa, dan mereka menyampaikan bahwa berita yang di beritakan oleh Febeanus Zalukhu yang di bagikan di Forum Nias utara.Tentang Dana PIP di SMK Negeri 1 lahewa di bayar kepada pihak Sekolah Rp. 200.000. Ribu rupiah persiswa. 

Kami menyatakan bahwa itu tidak benar atau kesalah pahaman, sekalipun ada uang yang kami berikan kepada pihak sekolah 200.000 ribu itu merupakan partisipasi kami atau kerelaan kami. Makanya kami sampaikan bahwa berita itu tidak benar atau *HOAX.* 

Menurut Febeanus Zalukhu yang merasa keberatan atau di rugikan dalam Vidio tersebut mengatakan bahwa. Akibat postingan Vidio itu, Publik menilai bahwa yang di beritakan *Media FKM2 Polri* ( Gemantara.Com) tidak benar atau tidak berimbang, dan sehingga dapat mengakibatkan kepercayaan publik terhadap Media FKM2 Polri *(Gemantara.Com)* Kep. Nias hilang seketika dan terlebih terhadap Febeanus Zalukhu secara pribadi dan juga profesi saya sebagai Jurnalis.

Dengan dasar itu saya melapokan Oknum kedua siswa tersebut di Mapolres Nias. karena saya duga sengaja melakukan Pencemaran nama baik saya secara pribadi dan juga termasuk media FKM2 Polri *( Gemantara.Com)* dan atau sengaja menyebarluaskan informasi melalu Electronik yang bermuatan pencemaran Nama baik saya. 

Febeanus Zalukhu menjelaskan bahwa pemberitaan yang di langsir oleh media *Gemantar.Com* pada hari selasa ( 10/09/2019) yang judulnya. SISWA PENERIMA PIP DI SMK N, 1 LAHEWA BAYAR 200 RIBU KEPIHAK SEKOLAH. Menurut penjelasannya sebelumnya di dapatkan informasi dari Nara sumber beberapa orangtua siswa SMK Negeri 1 Lahewa yang menerima dana PIP tersebut TP. 2018 – 2019.Mengatakan bahwa pada saat penerimaan dana PIP itu anak kami membayarkan kepada pihak sekolah sebesar Rp. 200 ribu persiswa penerima.Dengan Rincian.

*a. Ongkos PP dari lahewa ke gunungsitoli Rp. 70 ribu

b. Uang makan siswa Rp.30 ribu dan c. Yang Rp. 100 ribu katanya kesepakatan dari sekolah. Kami dapatkan penjelasan ini dari anak kami karena Sepengetahuan kami sebagai orangtua siswa tidak pernah ada musyawarah atau kesepakatan tentang pemberian uang tersebut.* 

Setelah di dapat informasi tersebut dari orangtua siswa yang tidak tahu menau apa tujuan dana itu.Tentu saya sebagai profesi Jurnalistik, adalah mencari, menyimpan dan mepublikkasikan informasi. Maka di lakukan konfirmasi kepada pihak Sekolah yang di terima oleh Kasek An.Sulaeman Harefa di ruang kerjanya pada (Selasa, 10/09) kira Pukul 10:00 wib pagi. Dimana konfimasi tersebut Kasek membenarkan bahwa apa yang di sampaikan oragtua siswa tersebut benar, dan itu sudah ada kesepakatan di sekolah dan bersama orang tua siswa hal itu merupa partisipasi atau sukarela siswa……. Lalu tanya Febeanus Zalukhu atas kesepakatan itu apakah menurut kasek tidak menyalahi aturan yang ada karena apa bila partisipasi atau sukarela tentu tidak di wajibkan Rp. 200 ribu persiswa……lalu jawab kasek itu, tidak ada masalah. Makanya dapat di beritakan.”uncapnya”

Menurut Febeanus hal ini, perlu di laporkan karena saya merasa keberapat dan merasa di rugikan oleh kedua oknum Siswa tersebut yang sengaja menyebarluaskan klarifikasi berita saya dan mengatakan tidak benar atau *HOAX.* Kita tetap berpedoman pada UU No, 40 tahun 1999 tetang Pers. dimana pada dalam UU pers tersebut telah di atur bahwa apa bila ada yang merasa di rugikan dalam setiap pemberitaan dapat menyampaikan Hak jawab Melalui media yang sama. 

Tetapi apa yang di lakukan Kedua oknum siswa tersebut,merupakan pelanggaran UU ITE yang menyatakan bahwa, bagi siapa atau seseorang yang terbukti dengan sengaja menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik seperti yang dimaksudkan dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE akan dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) UU ITE, sanksi pidana penjara maksimum 6 tahun dan/atau denda maksimum 1 milyar rupiah.

Pasal 45 UU ITE

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Masih ada pasal lain dalam UU ITE yang terkait dengan pencemaran nama baik dan memiliki sanksi pidana dan denda yang lebih berat lagi, perhatikan pasal 36 UU ITE.

Pasal 36 UU ITE

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 sampai Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain”

Misalnya, seseorang yang menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain akan dikenakan sanksi pidana penjara maksimum 12 tahun dan/atau denda maksimum 12 milyar rupiah (dinyatakan dalam Pasal 51 ayat 2)

Pasal 51 ayat (2) UU ITE

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).”jelas Febeanus”

Febeanus meminta pihak polres Nias supaya segera di lakukan pemanggilan terhadap kedua oknum siswa tersebuat dan di proses secara hukum yang berlaku di NKRI.(Tim) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *