KELUARGA TIDAK MAMPU MEMBUTUHKAN BANTUAN UNTUK MENGOBATI PENYAKIT YANG DIDERITANYA.

 

GEMANTARA.COM GRESIK – Abdul Basit (12 th.) Asal desa Paromaan anak kedua dari pasangan Suhaimi dengan Idawati divonis oleh dokter menderita penyakit kangker getah bening sejak tahun 2016. Berhubung kondisi orang tuanya kurang mampu, membuat kondisinya semakin memprihatinkan.

Sebelumnya Abdul Basit dibawah orang tuanya berlayar dan diperiksa di RSUD Ibnu Sina Gresik, kemudian mendapatkan rujukan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Sampai disana, dokter memvonis penyakit yang diderita Abdul Basit adalah kangker betah bening yang membutuhkan di kemo selama 6 bulan untuk penyembuhannya.

Sehubungan kondisi ekonomi, walaupun memiliki kartu Indonesia Sehat (KIS) akhirnya kedua orang tuanya membawa pulang kembali ke Bawean. Alasannya tidak mempunyai biaya operasional selama berada di Surabaya.

Siti Fatimah guru di SDN Paromaan menyatakan sudah setahun lamanya Abdul Basit tidak masuk sekolah. “Berawal dari tahun ajaran baru sejak kelas lima sudah tidak masuk sekolah, katanya. Rabu (18/4/2018).

Kondisinya sekian lama bertambah parah, yaitu badannya sangat kurus sekali. Adapun dibawah kedua orang tuanya karena ingin mengetahui penyakit yang dideritanya. Setelah diperikasakan telah diketahui menderita penyakit kangker getah bening.

Kafil Kamsidi kepala desa Paromaan membenarkan kondisi Abdul Basit sangat membutuhkan bantuan untuk mengobati penyakit yang dideritanya. “Sejak 2016, sudah sakit kangker getah benign,”ujarnya.

Menurutnya warga yang masih keluarganya sudah periksa ke Pulau Jawa, sehubungan tidak memiliki biaya akhirnya diputuskan pulang lagi ke Bawean.

Fatah Yasin Direktur Eksekutif Bawean Foundation menyatakan siap untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu pengobatan Abdul Basit. “Berharap kepada para dermawan untuk membantu memberikan donasi melalui rekening peduli yang sudah dipublikasikan,”harapnya.

“Ini adalah pasien yang sedang melakukan perawatan di Puskesmas Tambak. Direncanakan akan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *