Lokasi Pembuangan Sampah Di Desa Siheneasi Menimbulkan Pencemaran Lingkungan.

Lokasi Pembuangan Sampah Di Desa Siheneasi Menimbulkan Pencemaran Lingkungan.

Gemantara. Com (Nias Utara) Bedali Lase S. PdK Politisi dari Partai Hanura.Anggota DPRD Nias Utara. Meminta Pemerintah Daerah Nias Utara Segera Memindahkan dan atau mempertimbangkan kembali Lokasi Tempat Pembuangan Sampah atau (TPA) Tempat Pembuangan Akhir di lokasi Desa Siheneasi Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara. Senin (20/04)

Menurut Bedali lase, lokasi tersebut sangat dekat di  Pantai Lafau Beach, yang berada di desa Siheneasi “Sebut Bedali Lase S.Pdk Yang Sering di Panggil Ama Ester.

Politisi dari Partai HANURA Anggota DPRD Kab. Nias Utara Hasil Pemilihan Dapil IV Mendesak Dinas Lingkungan Hidup Segara Mencari Solusi Tempat Pembuangan Sampah Yang Jauh dari Pemukiman Warga”Tegasnya”

Ianya Mengatakan Daerah ini tidak Cocok Tempat Pembuangan Sampah, di sebabkan Sangat Mengganggu Masyarakat Umum. Apalagi Kurang lebih 100 Meter lokasi  tempat Wisata Pantai Lafau. Semoga Pemerintah Daerah Segera Bertindak Mencari Solusi Tempat Yang Layak.”harap Bedali”

Menurutnya Sampah menjadi salah satu masalah yang sangat meresahkan masyarakat. Apalagi di musim hujan, sampah yang tak terkelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan  dan menyebabkan penyakit di tengah masyarakat.

“Berdasarkan UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah terkait dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kalau tidak dikelola dengan baik dan menimbulkan pencemaran lingkungan Sehat maka akan dipidana,seperti Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) “Ungkap Bedali”

Di tempat terpisah Kades Sihene’asi An. Nyak Pau Aceh mengatakan bahwa Lokasi Tempat Pembuangan Akhir telah di hibahkan oleh warga kepada pemerintah namun di sisi lain kita berharap agar sampah tersebut di olah oleh Dinas terkait guna menghindari pencemaran Lingkungan dan menjaga kesehatan warga” sebut Kades”

Ketika awak Media Ini Mengambil tanggapan Ketua Lembaga Gemantara Raya Kepulauan Nias An, Febeanus Zalukhu. Tentang lokasi Pembuangan Sampah di desa Siheneasi kecamatan Lahewa. Mengatakan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan peraturan tentang Lingkungan sehat. 

Dalam UU No, 8 tahun 2008 terkait Pengelolaan sampah, telah di atur dengan jelas bahwa. Setiap orang yang secara melawan hukum memasukkan dan/atau mengimpor sampah rumah tangga dan/atau sampah sejenis sampah rumah tangga ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Diancam dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 9 (sembilan) tahun dan denda paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Maka Pengelola sampah yang secara melawan hukum, dan dengan sengaja melakukan kegiatan pengelolaan sampah dengan tidak memperhatikan norma, standar, prosedur, atau kriteria yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat, gangguan keamanan, pencemaran lingkungan, dan/atau perusakan lingkungan diancam dengan pidana penjara.

Lanjut Febeanus” Regulasi Pengelolaan Sampah hingga ke Perpres No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategi Sampah Nasional. “Tapi kalau pola pikir kelola sampah masih kumpul, angkut, buang tanpa dikelola lebih lanjut maka hal itu di anggap sengaja melawan Hukum” tegasnya”

Memang masalah sampah adalah masalah bersama. Masyarakat juga perlu menyadari pentingnya membuang sampah pada tempat,yang telah ditentukan. 

Seperti dikutip dari Pasal 29 ayat (1) huruf e UU Pengelolaan Sampah menyatakan bahwa.Setiap orang dilarang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan. 

Namun mengenai hal ini, undang-undang menyebutkan bahwa akan diatur lebih lanjut dalam peraturan daerah kabupaten/kota.

Ketika awak media menghubungi kepala Dinas Lingkungan Hidup Nisut, An. Temambuala Telaumbanua melalui Nomor HP/ WA. 08129575xxxx Tidak di angkat dan di WA juga tidak di balas.Untuk mengkonfirmasi tentang hal ini, Sampai di turunkan Berita Ini. Masih belum ada tanggapan Kadis ( Tim) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *