Meskipun Terpisah Diterjang Ombak, Gemantara Raya Kembali Satu Nakhoda

Meskipun Terpisah Diterjang Ombak, Gemantara Raya Kembali Satu Nakhoda

Sangat miris arti sebuah kisah juang para satria Gemantara Raya, dalam menuju pulau idaman terkadang sering terombang oleh terjangan badai gelombang yang ganas, dan bahkan banyak rintangan bagi nakhoda dan juga penumpang lainnya.Baik terjangan gelombang, bahkan sering terjadi akibat penumpang yang tidak berjuang bersama ketika cuaca tidak memungkinkan,dan atau nakhodanya tanpa berpikir keselamatan bersama,
Sehingga kapal oleng karena keberatan penumpang. Namun hanya sedikit yang berjuang mendayung untuk keseimbangan pelayarannya yang masih panjang.

Kita mungkin sekilas tak masuk akal, bahkan terlintas asumsi bahwa hal ini adalah dongeng atau mitos semata, namun kita baru meyakini ketika hal itu kita alami sendiri,pejuang dan pahlawan Gemantara Raya misalnya:selalu teruji dan menyadari hal ini bukanlah mimpi, sehingga dipastikan bahwa Gemantara raya adalah wadah organisasi yang berpenghuni cukup terlatih oleh deretan cobaan serta rintangan yang dapat dikategorikan dahsyat.

Terbangunnya kembali kapal selam yang mudah mudahan kokoh dan tahan atas kehancuran asinnya laut dan air garam samudera luas, pastilah kita tau bahwa kapal organisasi tersebut di namai Gemantara Raya.Awalnya dibangun oleh orang2 yang memiliki niat Budiman untuk kepentingan orang dan sesama makhluk lainnya, namun itulah fakta diluar logika alam sadarnya insan, seekor gurita raksasa menabraknya hingga nyaris semua penumpang bertumpah ruah bahkan terpisah berlainan arah, tidak terkecuali pendiri atau pembuat kapal itu sendiri oleh ganasnya gurita buas.

Tetapi tekad dan keyakinan pembuat atau pendiri bangunan kapal bahwa kapal tetap diselamatkan demi kepentingan makhluk alam dan masyarakat banyak, tapi benar saja kapal yang nyaris tenggelam kembali ke posisi awal berimbang dan jauh dari kecelakaan tenggelam atau karam di tengah samudera bebas.sehingga satu demi satu para awak dan penumpang kapalpun mulai berkumpul kembali dalam melanjutkan perjuangannya untuk mencapai tujuan disebuah dermaga pulau idaman.

Satu kisah terakhir yang mungkin pejuang Gemantara Raya terkait kisah ini, pejuang dari Provinsi Banten misalnya yang selama ini terpisah beberapa ribu mil dari penumpang Gemantara Raya lainnya, terapi karena niat baik, optimis bahwa akan pasti bersatu kembali, sehingga hal tersebut terkabul dan terealisasi pada Minggu,03 Maret 2019.Merek menyusun barisan kembali memperjuangkan Gemantara Raya yang mereka cintai.

Seluruh jajaran mereka patut diacungi jempol dan pantas dinamai satria Gemantara yang hakiki. Mohammad Yudisyah misalnya memimpin barisan atau menjadi Ketua DPD BANTEN,
Drs. Suganda M.Si menjadi Sekretaris DPD BANTEN dan H. Heri Kusyanto menjadi
Bendahara DPD BANTEN

Sehingga disini kita bisa simpulkan bahwa kapal Gemantara Raya adalah bukan terbuat dari ampas daur ulang serbuk gergaji, tetapi nyata bahwa cerita diatas bukanlah dongeng atau juga mitos, melainkan kisah nyata dan patut kita berikan dukungan terlebih doa, agar senantiasa mereka tetap berjuang dan berhasil untuk kepentingan masyarakat Indonesia seutuhnya.

Rudy(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *