Pemuda Kuala Kampar Angkat Bicara Atas Masalah Lahan Pertanian

Pemuda Kuala Kampar Angkat Bicara Atas Masalah Lahan Pertanian

Kabupaten Pelalawan
Pemuda Kuala Kampar akan segera menelusuri permasalah lahan pertanian sawah di daerah Desa Sungai Solok.

Masalah itu kita koordinasikan dari pihak desa sampai ke Camat. Sebab itu masalah masyarakat petani yang butuh perhatian serius. Kalau tidak segera diatasi, perekonomi petani sawah di Kuala Kampar akan lumpuh, ucap Ketuan KNPI Kuala Kampar Robert Kenedy di Penyalai pada Selasa (12/11/19) kepada media ini.

Persoalan ini menjadi perhatian kita bersama. Sebab selama ini para petani sawah di daerah Kuala Kampar sudah sering mengeluh dengan keringnya ladang persawahan mereka. Dan dengan adanya lagi kanal dilahan seorang pengusaha di lokasi perladangan petani sawah tersebut, tentu menjadi suatu ancaman besar bagi para petani, imbuhnya.

Senada dengan itu juga ditandaskan oleh tokoh pemuda Kuala Kampar Abu Syofian SH. Dia katakan, terkait persoalan kanal tesebut, instansi terkait diminta segera menjelaskan lahan pertanian di Desa Sungai Solok. Sebab pihak pemerintah harus bertanggung jawab untuk segera menyelesaikan masalah ini. Karena para petani di Kuala Kampar tidak ada mata pencaharian selain bercocok tanam padi di sawah.

Persoalan kekeringan lahan pertanian sawah menjadi masalah besar bagi petani di Kuala Kamapr. Karena musim hujan sekarang sangat minim, ditambah lagi dengan adanya kanal milik pengusaha itu, tentu membuat petani semakin menderita tidak bisa menanam padi, ujar Abu Syofian sekretaris KNPI Kabupatem Pelalawan itu dengan geram.

Sebagaimana yang sudah dilansir media ini, ratusan kelaurga petani di Kuala Kampar terancam gagal tanam akibat ulah seorang pengusaha keturunan tionghoa yang tinggal di daerah Tanjung Batu, Kepulauan Riau. Atas keberadaan kanal dilahan milik pengusaha tersebut dengan luas lahan lebih 200 hektar, akibatkan para petani sawah terancam tidak bisa tanam padi.

Sedangkan pengusaha tersebut bernama Awi ketika dihubungi berulang kali tidak pernah mau mengangkat telefonnya. Melalui pesan WA kepada media ini menjawab “Lahan itu bukan milik saya pak. Saya hanya membantu mengolah,” jawabnya singkat. Sayangnya ketika dikonfirmasi siapa pemilik lahan itu dan sejauhmana izin yang telah dikantongi, Awi memilih tidak menjawab. (Sona)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *