Pernikahan Yang Saling Aku Istri Dan Suami Telah Meninggal, Akhirnya KUA Angkat Bicara

Pernikahan Yang Saling Aku Istri Dan Suami Telah Meninggal, Akhirnya KUA Angkat Bicara

Breaking News Riau

Pernikahan antara pria ujur Paimin dan Imirna yang sempat membuat heboh dan menggelitik para pembaca berita portal media massa baik online dan cetak di Pekanbaru Riau membuat semakin penasaran.

Bagaimana tidak: entah cinta apa yang membuat pasangan tua tersebut nekat, sehingga mereka mengakui istri dan suami sah mereka telah tiada dan meninggal dunia, bahkan aksi mereka membuat aparatur sipil negara (ASN) tingkat desa terkecoh bahkan sempat menerbitkan surat kematian dan akta nikah tanpa merasa curiga.

Paimin misalnya masih diduga bersikeras dan meyakini bahwa pernikahan tersebut tidak salah dan tidak melanggar aturan, meskipun aparat Desa Hangtuah telah menerbitkan surat keterangan bahwa syarat2 yang dilampirkan adalah rekayasa dan terindikasi adanya pemalsuan dokumen negara.

Bahkan beberapa hari terakhir istri pertama Paimin Tuginem alias Situg telah melaporkan suaminya tersebut kepada pihak Kepolisian Daerah Provinsi Riau dan tinggal menunggu tindakan hukum.
Tidak cukup sampai disitu saja bahkan istri masih menunggu inisiatif kesadaran sang suami demi anak anak dan cucu Paimin untuk dapat kembali dan pulang kepada tanggung jawabnya sebagai seorang suami.

Akibat peristiwa yang menggores perasaan keluarga tersebut membuat publik yang membaca beritanya berang dan bahkan membuat Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Kampar angkat bicara.
Bahkan dari pihak KUA tersebut menerbitkan surat keterangan terkait surat nikah Paimin dan Imirna yang sempat mereka terbitkan sebelumnya bakal di anggap gugur dan tidak sah.

Menurut kuasa hukum korban Freddy Simanjuntak SH MH dan Martinus Zebua SH dan seterusnya kuasa subsitusi lembabaga Gemantara Raya Rudy S menyampaikan kepada awak media di Riau 19 Juli 2019 bahwa: berdasarkan bukti pernyataan dari Kepala Desa hang tuah Perhentian Raja yang menyatakan bahwa: seluruh keterangan yang di berikan oleh Paimin dan imirna kepada kami semuanya rekayasa dan penuh kebohongan dan Surat Keterangan Berdomisili Paimin dan Imirna ini tidak teregisterasi di kantor desa ini/diduga kuat dipalsukan.

Dan pernyataan dari KUA juga mengatakan bahwa mengacu keterangan dari kantor kepala desa hang tuah tersebut, maka KUA Perhentian Raja, kab. Kampar menyatakan perkawinan antara Paimin dan Imirna TIDAK SAH. Artinya bahwa selama paimin dan imirna ini hidup bersama, mereka “BERZINAH”. Oleh sebab itu, kita minta kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus ini dan begitu juga kepada jajaran pemerintahan serta masyarakat yang mengetahui atau mengenal dua insan ini untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat.

Menurut informasi sementara bahwa kedua insan ini melarikan diri di provinsi bengkulu.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *