Siswa Penerima PIP Di SMK N, 1Lahewa, Bayar 200 Ribu ke Pihak Sekolah. 

Siswa Penerima PIP Di SMK N, 1Lahewa, Bayar 200 Ribu ke Pihak Sekolah. 

Gemantara.Com ( Lahewa) Maraknya berbagai Modus Pemotongan Dana PIP di setiap sekolah saat ini, dan berbagai cara Pihak sekolah untuk mendapatkannya suatu keuntungan.Maka hal ini di minta ke pada pihak pemerintah pusat melalui dinas terkait untuk menindak tegas para kepsek yang Di duga sengaja merusak program Pemerintah saat ini. Hal ini di ungkapkan oleh Febeanus zalukhu ketua DPD GEMANTARA RAYA kepulauan Nias. 

Sesuai dengan pantauan Media Gemantara.Com.Di salah satu sekolah SMK Negeri 1 Lahewa di wilayah Kecamatan lahewa Kabupaten Nias Utara Propinsi Sumut. Yang di pimpin oleh Suleiman Harefa yang masih seumur jagung sebagai kepsek di sekolah tersebut di duga kuat telah melakukan Modus pemotongan dana PIP yang bersumber dari pusat untuk bantuan langsung kepada siswa yang masih aktif. 

Kronologinya yang di sampaikan oleh beberapa orangtua sisawa sebagai Nara sumber yang tidak siap di tulis mananya. Pada saat di konfirmasi krun media minggu lalu. Mengatakan bahwa awalnya kami di undang oleh pihak sekolah untuk membicarakan yang pertama dana PIP sudah ada informasi bahwa bisa di lakukan pencairan oleh orangtua bersama siswa penerima. Kemudian hasil kesempakatan saat itu yang di tawarkan oleh kasek dan beberapa para guru dan Komite sekolah bahwa bagai mana cara untuk menjemput dana PIP itu ke BNI gunungsitoli. Hal ini di sampaikan oleh Kepsek Sulaeman harefa. 

Dan berbagai pendapat maka hasil akhir bahwa para siswa di antarkan oleh seorang guru ke BNI untuk melakukan penarikan oleh siswa penerima Namun persyaratan harus di bayarkan 200,000 ribu per siswa kepada pihak sekolah dengan Rincian.Ongkos PP Rp. 70 ribu dan uang makan Rp. 30 ribu dan Rp. 100 untuk bapak/ibu guru ( operator sekolah) 

Setelah di dapat informasi ini dari beberapa orangtua siswa, maka krun media gemantara.Com.Melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Lahewa Yang di terima oleh Kepsek Sulaeman Harefa di ruangannya hari selasa, 10/09/2019.

Dengan tujuan untuk mendapatkan Keseimbangan informasi, ketika di pertanyakan kepada Kepsek terkait pembayaran tersebut. Dia membenarkan tetapi hal itu atas kesepakatan pihak sekolah dan orangtua siswa. Lalu beberapa Pertanyaan wartawan kepada kepsek yakni berapa jumlah siswa yang menerima dana PIP TP 2018-2019 dan pembayaran  itu kira kira tidak melanggar aturan.Sulaeman mengatakan jumlah siswa saya tidak tahu yang lebih metahui itu adalah operator sekolah dan persoalan pembayaran yang Rp. 200 ribu per siswa itu tidak masalah, lansung mengambil dompetnya dan menyodorkan uang lima puluh ribu sebanyak dua lembar kepada wartawan.

Setelah di sodorkan uang tersebut langsung di pertanyakan uang apa yang bapak kasi sama saya….tanya wartawan…. Lalu kepsek  udah lah sekedar uang rokok…..lalu wartawan menjawab pak uang saya ada pak tidak perlu diberikan uang itu yang saya butuh adalah penjelasan kenapa ada pembayaran kepada pihak sekolah sebesar Rp. 200 ribu rupiah setiap siswa penerima uang tersebut langsung di tolak oleh Wartawan karena hal itu suatu pelanggaran atau merupakan songgoan atau Suap atas dugaan yang telah di konfirmasi kepadanya.

Ketika di hubungi juga operator sekolahnya melalui Nomo selulernya beberapa kali aktif tapi tidak di jawab Atau tidak di angkat bertujuan hanya untuk mendapatkan berapa jumlah siswa yang menerima dana PIP sayangnya tidak di angkat sampai di terbitkan berita ini.(F. Zal) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *