*25 Kelompok Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) Di Sawahlunto Terima Modal Usaha*

*25 Kelompok Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) Di Sawahlunto Terima Modal Usaha*

SAWAHLUNTO -Gemantara.Com(03/05/2019)

Wako Deri Asta,SH menyerahkan bantuan modal bagi 25 UKM secara simbolis. Bantuan modal tersebut merupakan bantuan lepas dan tidak akan dikembalikan . Namun penggunaan bantuan tersebut tetap diawasi Kementerian dan Dinas terkait agar penggunaan dana tepat sasaran.

Bantuan diserahkan di Ruang Rapat Balaikota Rabu (01/5/2019) beberapa hari yang lalu,
Sebanyak 25 orang pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Sawahlunto tersebut mendapatkan bantuan modal dari program Wirausaha Pemula Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop – UKM).

Dari 25 orang pelaku UKM itu, 20 orang menerima bantuan modal sebesar 12 juta dan 5 lainnya 10 juta .
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Sawahlunto, Marwan menjelaskan sebelumnya yang mengajukan proposal untuk memperoleh bantuan modal dari Program Wirausaha Pemula tersebut sebanyak 75 orang. Setelah melalui seleksi oleh tim Kemenkop – UKM, hanya lolos 25 orang.

“Memang hanya 25 orang. Namun kita bersyukur dan berterimakasih juga kepada Kementerian. Karena 2019 ini kita memperoleh peningkatan, sebab 2018 lalu kita hanya lolos 23 orang, tahun ini bertambah jadi 25 orang”, ujar Marwan.

Disebutkan Marwan, UKM yang mengajukan kategorinya bebas, namun yang paling banyak mendominasi adalah usaha makanan dan tenun songket Silungkang.
“Untuk dari Kementerian, tahun ini memprioritaskan pemberian bantuan modal ini pada UKM yang fokus pada usaha produksi.
Jadi kebanyakan memang yang produksi makanan, pakaian dan lainnya,” kata Marwan.

Agar para ‘Wirausaha Pemula’ ini dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik sampai menuju kesuksesan.
Walikota Deri Asta mengatakan para wirausaha itu jangan segera terjebak dalam kebiasaan konsumtif.

“Bapak dan ibu wirausaha ini jangan terjebak konsumtif. Maksudnya begitu mendapat uang cukup banyak sebagai modal, atau begitu mulai merasakan laba/keuntungan lantas langsung dipakai untuk hal konsumtif apalagi sekedar euforia. Saya ingatkan jangan seperti itu. Sebaiknya kalau ada laba/keuntungan, itu kita gunakan untuk menambah modal atau aset sarana penunjang usaha,” pesan Deri.

Deri lantas berbagi trik terkait hal itu, menurutnya dapat dilakukan dengan formula 70 : 30.
“Mungkin bisa digunakan trik ini. 70 persen keuntungan untuk diputar balik jadi aset usaha, sementara 30 persennya boleh untuk konsumsi kita,” urai Deri.

Bantuan modal program Wirausaha Pemula tersebut terbukti sangat membantu para wirausaha ‘Kota Arang’ dalam meningkatkan usaha mereka. Setidaknya itu ditunjukkan oleh 3 orang pelaku UKM yang telah menerima bantuan program tersebut di tahun 2018 lalu.

Kris Biantoro salah satunya, pemuda yang bergerak di peternakan susu kambing ini usahanya berkembang pesat tak terlepas dari bantuan modal Wirausaha Pemula tersebut.
“Alhamdulillah, usaha susu kambing saya ini awalnya dengan modal sendiri sebanyak empat juta rupiah. Setelah ditambah dengan bantuan modal dari Wirausaha Pemula ini saya dapat menambah kandang, serta sarana – sarana penunjang usaha lain,” kata Kris.

Data yang dihimpun dari Disperindagkop, UKM – UKM yang diberikan bantuan mengalami penambahan aset, omset dan keuntungan pasca mendapat bantuan tersebut,ujar Kris Biantoro.

Korespondensi gemantara.com Sumbar
Peni(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *