Agus Hulu Sebut “Bupati Nias Utara, Tak Mampu Balas Surat Aliansi Jurnalis 

Agus Hulu Sebut “Bupati Nias Utara, Tak Mampu Balas Surat Aliansi Jurnalis 

Gemantara.Com (Nias Utara )

Rekan-rekan media yang mengatas namakan Aliansi Pers Nias Utara, kecewa dengan tindakan Bupati M Ingati Nazara yang terkesan tidak menghiraukan surat audiensi wartawan,yang telah di sampaikan pada tanggal (30/03/2020) demikian disampaikan Agus Hulu Ketua DPP TIPIKOR kepada sejumlah awak media,di lotu senin (6/4/2020)

Ketika di ambil tanggapannya tentang surat yang telah di sampaikan oleh rekan rekan jurnalis kepada pimpinan daerah, menurutnya itu sudah benar dan sudah melalui persedur. Hal ini di ungkapkan Agus Hulu sebagai aktivis dihadapan sejumlah wartawan yang bertugas diwilayah Kabupaten Nias Utara.

Menurut penjelasan dari salah seorang jurnalis yang telah menanda tangani surat tersebut, menjelaskan bahwa berawal ketika kami beberapa media yang menamakan diri Aliansi Pers Nias Utara menyurati Bupati Nias Utara M Ingati Nazara.Dengan tujuan audiensi serta konferensi pers.

Dalam isi surat yang ditujukan kepada Bupati, termuat hal-hal yang telah disampaikan sebagai bahan audiensi, diantaranya : langkah-langkah pemerintah dalam penanganan wabah covid-19, kemudian masalah AKNIRA yang gagal menuju PSDKU, lalu mengenai capaian pemerintah dalam pengelolaan keuangan Negara TA.2019, kemudian hubungan kerja sama pemerintah dengan pers yang diakui sebagai pilar ke empat demokrasi bangsa Indonesia.

Lanjut, dalam isi surat Aliansi Pers Nias Utara meminta waktu audiensi pada Rabu (1/4/20), dan bilamana waktu yang dimaksud ditunda kiranya diinformasikan sembari menjadwalkan waktu yang diluangkan oleh Bupati.Dengan tidak ada balasan surat atau pemberitahuan dari sang Bupati,

Sehingga sampai pada hari senin(06/4/2020) Tidak ada jawaban atau di balas dari Bupati Nias Utara.

Agus berharap kiranya pemerintah Nias Utara dapat menerima bahwa pers adalah pilar ke empat demokrasi bangsa Indonesia, dan pers adalah bagian dari mitra pemerintah yang tidak terpisahkan, “tegas agus hulu”

Tambahnya apa bila seperti ini seorang pemimpin yang tidak mau bermirta dan tidak terbuka kepada publik tentu bisa kita berasumsi bahwa ada sesuatu yang di tutup tutupi atau tidak menghargai yang namanya kuli tinta yang sehari harinya pemburu betita.(kesalnya)Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *