Apresiasi Ketegasan Presiden Jokowi Untuk Mencabut Konsesi Perusahaan Nakal, Kelompok Tani Optimis PT Torganda Salah satunya

Apresiasi Ketegasan Presiden Jokowi Untuk Mencabut Konsesi Perusahaan Nakal, Kelompok Tani Optimis PT Torganda Salah satunya

Breaking News Riau (25/07/2019)

Tangis bukanlah akhir begitu semangatnya para Kelompok Tani Reboisasi Mandiri Hutan Lindung Sei Mahato Kabupaten Rokan Hulu yang tanpa henti memperjuangkan hak nasib, serta kemerdekaan azasi diatas bumi pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), meskipun setitik optimis bahwa hak masyarakat kelompok tani atas perjuangan tanpa durasi akan berakhir baik.

Meskipun belum ditanggapi oleh pihak-pihak terkait karena diduga permainan petak umpet dengan pihak perusahaan PT Torganda mengerikan namun atas kepercayaan dan iman sebagai modal yang besar masyarakat kelompok tani reboisasi mandiri hutan lindung sei mahato tetap berjuang meskipun terpaksa nyawa menjadi taruhan.

Demi kelangsungan hidup generasi sebagai titipan sang Halid kepada kami sebagai yang memiliki hak hidup diatas bumi pertiwi, tutur salah satu ketua kelompok tani yang tidak sebut jati dirinya tersebut, sembari menyampaikan apresiasi kepada Presiden Jokowi atas lontaran statimennya yang mengatakan bahwa akan segera mencabut konsesi perusahaan nakal, baik itu BUMN dan perusahaan swasta, kelompok tani yakin bahwa PT Torganda salah satunya.

Kelanjutan perjuangan selalu berkiprah seperti beberapa hari terakhir kita bisa melihat, mendengar dan merasakan bagaimana gegernya pemberitaan media serta aksi kelompok tani, baik anak kecil hingga dewasa turut berjuang untuk hak hidup sehari hari. Meskipun tenaga perjuangan sebagian dari mereka hanya bermodalkan dari hasil kerja keras mengais sampah untuk di jual demi mengisi sejengkal usus demi tenaga melawan penindasan oleh perusahaan yang menakutkan tersebut.

Kuasa hukum masyarakat Kelompok Tani Reboisasi Mandiri Hutan Lindung Sei Mahato Kabupaten Rokan Hulu Freddy Simanjuntak, SH., MH dan Martinus Zebua, SH hari ini resmi melayangkan surat kepada Presiden Jokowi yang ke lima kalinya dengan Surat Nomor : 025/APH-FS/VII/2019, tertanggal 17 tahun 2019 tentang “Mohon Keadilan Sekaligus Melaporkan Atas Tidak Diprosesnya Laporan / Pengaduan Dari Kelompok Tani Reboisasi Mandiri Hutan Lindung Sei, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau Oleh Bapak Kapolri dan Ditkrimsus Polda Riau”, guna untuk segera mengambil tindakan terkait hal ini. Mengingat persoalan yang dihadapi oleh para kelompok tani bukanlah hal yang kecil, akan tetapi di duga terkoordinir dan terindikasi adanya kepentingan masing-masing oknum.

Dilihat dari beberapa Aduan / Laporan baik kepada Bupati Rokan Hulu, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi, Gubernur Riau, DPRD Provinsi Riau, Kapolda Riau, Kepresidenan, Staf Kepresidenan, Kementerian LHK RI, Komnas HAM, Mendagri, Kapolri, tapi hingga sampai saat ini masih belum juga ada penyelesaian, padahal didalam kawasan areal hutan lindung yang direalisasikan tersebut terlihat jelas macam-macam tindak pidana diantaranya : mengalih fungsikan atau merubah bentuk status hutan lindung menjadi lautan lahan perkebunan kelapa sawit, pendirian Pabrik Kelapa Sawit dan Pembanguna perumahan Karyawan milik PT. Torganda, pemusnahan tanaman reboisasi yang merupakan Program pemerintah, terjadi penyerangan pada subuh dini hari yang mengakibatkan hilangnya nyawa beberapa orang warga Kelompok Tani Reboisasi dan puluhan luka-luka serta pembakaran camp/ Rumah tinggal warga kelompok tani sehingga mereka kehilangan harta benda akibat pembakaran yang dilakukan karyawan PT. Torganda tersebut.

Penjualan lahan hutan lindung dengan cara penerbitan SKT oleh jajaran pemerintah Desa dan camat tambusai utara, dan hingga sampai pada saat ini PT. Torganda masih tetap beraktifitas di dalam areal hutan lindung. Sangat diherankan dan sangat menyedihkan terhadap kasus ini, kepada siapa lagi warga masyarakat akan mengadu kalau bukan kepada pemerintah, dan kepada siapa warga masyarakat akan meminta perlindungan dan keamanan kalau bukan kepada kepolisian. Akan tetapi ini malah main saling cuci tangan, saling lempar melempar dan seakan buta dalam kasus ini.

Warga masyarakat Kelompok Tani Reboisasi Mandiri Hutan Lindung Sei Mahato yakin dan percaya kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo orang pertama atau Bapak ke 1 (satu) Indonesia akan mampu bertindak sesuai dengan Pidato tentang “VISI INDONESIA” di Sentul International Convention Center, Bogor pada Minggu (14/7/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *