Beberapa Perwakilan Perusahaan Media Yang Dilaporkan Ke Dewan Pers Oleh LP Gultom Akan Tempuh Jalur Hukum

Beberapa Perwakilan Perusahaan Media Yang Dilaporkan Ke Dewan Pers Oleh LP Gultom Akan Tempuh Jalur Hukum

Breaking News Riau

Pernikahan antara pria ujur Paimin dan Imirna yang sempat membuat heboh dan menggelitik para pembaca berita portal media massa baik online dan cetak di Pekanbaru Riau membuat semakin banyak pihak geram, terlebih adanya laporan LP Gultom terhadap beberapa media ke Dewan Pers yang sebelumnya mengupdate berita tersebut.

Bagaimana tidak: beberapa media yang dilaporkan oleh L.P Gultom tekait berita tersebut ke Dewan Pers menjadi geram dan meminta Dewan Pers melaporkan balik orang tersebut ke Mabes Polri, apalagi orang yang melaporkan tersebut diduga tidak memiliki kapasitas dalam melaporkan media terkait pemberitaan kasus Paimin yang telah dilaporkan ke Polda Riau.

Wakil Sekjend DPP Gemantara Raya dan sekaligus Kaperwil media Gemantara.com (Rudy S) menyampaikan bahwa L.P Gultom yang melaporkan beberapa media ke Dewan Pers adalah diduga menghina Pers. Menurut Rudy bahwa persoalan yang diberitakan tersebut jelas akurat dan dapat dipercaya sesuai hasil infestigasi media secara langsung, apalagi pemerintah desa telah memberikan keterangannya lewat surat resmi bahwa dokumen untuk permohonan pernikahan Paimin dan Imirna adalah banyak Rekayasa demi mulusnya pernikahannya mereka.

Ketika dikonfirmasi oleh wartawan juga kepada istri sah dari Paimin (Tukinem) mengatakan bahwa benar pernikahan suaminya tersebut secara diam 2 dan diduga kuat banyak pemalsuan dokumen oleh suaminya dan komplotannya termasuk dugaan kuat keterlibatan L.P Gultom, sehingga pada hari sebelumnya saya,kuasa hukum bersama awak media menghasilkan penelusuran yang aktual, bahkan Kantor Urusan Agama (KUA) terkait memberikan keterangan tertulisnya bahwa pernikahan suaminya dengan Imirna tersebut adalah TIDAK SAH.tutur Tukinem.

Dan mereka mengakui istri dan suami sah mereka telah tiada dan meninggal dunia dan jelas dokumen surat keterangan kematian tersebut kita miliki dari sumber yang terpercaya, meskipun nama yang dimaksud oleh terlapor (Paimin) bukan nama saya, akan tetapi keterangan kematian istrinya yang mana? Saya sudah punya cucu dengan Paimin dan hanya saya istrinya, tutur Tukinem

Ini bahkan sudah saya lapor ke Mapolda Riau dan masih dalam penanganan aparat kepolisian apalagi aksi mereka diduga membuat aparatur sipil negara (ASN) tingkat desa terkecoh bahkan sempat menerbitkan surat kematian dan akta nikah dengan rapi nyaris tidak terendus oleh siapapun selain komplotan mereka, dalam hal ini saya mohon aparat kepolisian segera meringkus Paimin dan komplotannya demi tegaknya supremasi hukum, tambah Tukinem

Akibat peristiwa yang menggores perasaan keluarga tersebut termasuk beberapa perusahaan media yang merasa terhina atas laporan L.P Gultom tersebut , pihak pimpinan awak media meminta Dewan Pers melaporkan L.P Gultom dan menggiringnya kepada prosedur hukum karena telah menghina pers dengan melaporkan tanpa dasar yang jelas, termasuk kapasitasnya yang diduga sengaja menggunakan jalur yang tidak benar demi menghina profesi jurnalis dan perusahaan media agar dugaan pemalsuan dokumen sedikit terhalang dengan laporannya.

Menurut kuasa hukum korban dan Kuasa Hukum Media Gemantara: Freddy Simanjuntak SH MH dan Martinus Zebua SH menyampaikan kepada awak media di Riau 28/08/2019 bahwa: berdasarkan bukti pernyataan dari Kepala Desa hang tuah Perhentian Raja yang menyatakan bahwa: seluruh keterangan yang di berikan oleh Paimin dan imirna kepada kami diduga kuat banyak rekayasa dan penuh kebohongan, bahkan dan Surat Keterangan Berdomisili Paimin dan Imirna ini tidak teregisterasi di kantor desa ini/diduga kuat dipalsukan beberapa kop Pemdes.
Dan pernyataan dari KUA juga mengatakan bahwa mengacu keterangan dari kantor kepala desa hang tuah tersebut, maka KUA Perhentian Raja, kab. Kampar menerangkan bahwa perkawinan antara Paimin dan Imirna TIDAK SAH. Artinya bahwa selama Paimin dan iImirna ini hidup bersama, mereka “BERZINAH”. Oleh sebab itu, kita minta kepada Dewan Pers bertindak melaporkan LP Gultom ke Kepolisian untuk segera mengusut dugaan penghinaan yang dilakukan oleh L.P Gultom.

Menurut informasi sementara bahwa kedua insan ini saat ini berada di Pekanbaru Riau dan kita sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk segera mengambil tindakan hukum berdasarkan laporan korban sebelumnya (Tukinem), dan tentunya mengantisipasi sebelum mereka melarikan diri dari Provinsi Riau.Tegas Freddy

Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *