Bukti Baru Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Oleh Doktor Hukum, Diserahkan Oleh Korban Ke Polisi

Bukti Baru Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Oleh Doktor Hukum, Diserahkan Oleh Korban Ke Polisi

Riau- Gemantara.com

Korban dugaan pemalsuan tanda tangan oleh mantan suaminya DR.MMP, SH MH, yang terjadi di wilayah hukum Polres Pelalawan yang sebelumnya dilaporkan oleh mantan istrinya Sri Yulinar,S.Si,Apt di Mapolda Riau kini di proses oleh Satreskrim Polres Pelalawan Riau pada Hari Selasa, 20/08/2019.

Sri Yulinar,S.Si,Apt didampingi oleh kuasa hukumnya Freddy Simanjuntak SH MH dan Martinus Zebua SH, dan satu orang saksi dalam proses pengambilan keterangan oleh Unit 1 Satreskrim. Dalam keterangannya Sri Yulinar menyampaikan kepada pihak penyidik bahwa ternyata tidak pernah menandatangani surat gugatan terhadap objek lahan yang dimaksud, bahkan lokasi lahannya saja saya tidak pernah tau, tentunya saya dikorbankan dalam kepentingan DR.MMP tersebut, kalau saja terjadi sesuatu pelanggaran hukum di dalam lahan tersebut tentunya saya terbawa-bawa, padahal saya tidak pernah tanda tangani surat apapun terkait lahan yang dimaksud. tutur Sri Yulinar.

Bahkan juga bukan hanya itu saja, ini saya membawa bukti temuan baru lagi dalam dugaan kasus yang sama (pemalsuan tanda tangan saya) dengan dugaan pelanggaran hukum yang sama, dengan titik objek lahan yang berbeda tempat, dan saya minta pihak penegak hukum untuk segera menindak lanjuti laporan saya, karena mungkin saja tanda tangan saya bukan hanya dipalsukan di 2 kepentingan DR.MMP tersebut, tetapi saya khawatir banyak objek lain dan mungkin dugaan pelanggaran hukum yang lain pula….sambung Sri Yulinar.

Kepada wartawan media group Puskominfo Bayangkara (Gemantara.com) kuasa hukum Sri Yulinar menebenarkan hal tersebut, termasuk bukti pemalsuan tanda tangan yang diduga dilakukan oleh DR.MMP. Menurut kuasa hukum korban, Kantor Hukum Freddy Simanjuntak SH MH melalui staf Martinus Zebua SH bahwa: kami sangat apresiasi atas tanggap respek pihak Kepolisian dalam menangani kasus ini, tutur Martinus Zebua SH.

Klien kami dalam hal ini sebagai mantan istri daripada DR.MMP juga sebagai pelapor dalam kasus ini sangat dirugikan dalam hal ini, sedangkan klien kami menyampaikan bahwa selama berumah tangga dengan DR.MMP hingga pisah cerai tidak pernah tau apa dan dimana saja harta yang dihasilkan selama pernikahan mereka karena selalu ditutupi oleh terlapor. Seperti harta Gono gini misalnya yang mestinya dia(Sri Yulinar) memiliki hak untuk pewaris utama atas harta tersebut.
Apalagi klien kami sekarang hidup bersama anak anak dengan biaya hidup ditanggung oleh klien kami pula tanpa ada tanggung jawab dari terlapor ( DR.MMP) yang mana dalam hal ini sebagai mantan suami dan ayah kandung dari anak anak tersebut.Sambung Martinus Zebua SH.

Kita berharap agar pihak kepolisian Polres Pelalawan dapat mengungkap tuntas kasus ini, berdasarkan adanya temuan bukti baru dalam dugaan pelanggaran Hukum Pidana pasal 263 tersebut maka kami sebagai kuasa hukum Sri Yulinar menduga adanya kejahatan lain dan besar yang dilakukan oleh DR.MMP. Kita optimis bahwa pihak kepolisian mampu membongkar kejahatan dugaan pemalsuan tanda tangan saya disinyalir kasus tanah tersebut, tutup. Martinus Zebua SH.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *