Bupati Bengkalis Mangkir, Alasannya Dramatis Itu Namanya Pertanda

Bupati Bengkalis Mangkir, Alasannya Dramatis Itu Namanya Pertanda

BENGKALIS – Ketidak hadiran Bupati Kabupaten Bengkalis Amril Mukminin untuk memenuhi pemanggilan KPK terhadap dirinya baru-baru ini bisa dibilang sinyal buruk, walaupun Amril sendiri sudah menjelaskan dirinya berhalangan hadir dikarenakan baru menerima surat kamis (24/10/2019), dan masih ada serangkaian kegiatan di kecamatan Rupat utara. Namun dapat kita sinyalir hal itu merupakan semacam dalih dadakan yang kebetulan saja bisa dijadikan untuk kepentingan alasannya,” sebut Agusrianto alias Bung Acok.

“Agusrianto Sekretaris Solidaritas Masyarakat Kabupaten Bengkalis (SMKB), ini menyakini ketidak hadiran Bupati itu bukan dikarenakan alasan formil seperti yang disampaikannya kepada KPK dan bukan pula merupakan halangan yang sesungguhnya juga, yang kita ketahui menurut pria yang akrab dipanggil Bung Acok ini, Si Bupati itu bila dilihat dari kebiasaannya yang selama ini, ia selalu bisa mendelegasikan tugasnya kepada siapa-siapa yang ditunjuknya untuk mewakilinya mengisi moment formal, dan hal itu bisa dibilang tidak asing lagi, kalau ia nya bijak alasan yang santun itu sederhana sekali cukup mengenai kesehatan,” ungkap Bung Acok.

Lanjutnya, kalau begitu sahabat pembaca, izinkan saya untuk memprediksinya. Sebelumnya saya tegaskan terlebih dahulu bahwa alasan yang dikemukakan Amril Mukminin dengan menyurati KPK atas halangannya,” alasan itu klise, kabar buram, dapat di asumsikan dramatis.

Sebenarnya dirinya saja yang belum siap untuk hadir, masih ada keraguan yang membuat dirinya merasa khawatir jika ia penuhi panggilan pada hari itu, bisa-bisa dirinya akan lansung mengenakan Kostum (Uniform) kebanggaan publik yang dimiliki KPK identik dengan warna “Orange” bertuliskan “KPK,” jelasnya.

Para sahabat pembaca semua, kalau dikerucutkan apa yang saya prediksikan diatas lebih tepatnya dimaknai oleh  “KETAKUTAN” jadi Amril Mukminin itu sedang takut. Ulangi Bung Acok dengan khas guyonnya, ada lagi hal yang memperkuat alasannya itu. Memang benar belakangan ini dirinya (Amril) mulai aktif mengisi moment-monent  daerah dimana masyarakat bisa berkumpul itu semua tidak lebih dari politis, kita semuakan tau istrinya berhajat maju sebagai bakal calon Bupati Bengkalis kedepan. Makanya Amril ngotot seolah sekarang ini dirinya cukup punya waktu untuk menghadiri berbagai moment serimonial itu ketimbang ke KPK, pencitraan ini sangat bertolak belakang dari sebelumnya,” papar Bung Acok dengan tegas.

Sementara itu,Bung Acok melanjutkan kepada Sahabat pembaca, kita ini sebagai masyarakat yang menetap dan tinggal diwilayah Kabupaten Bengkalis rasanya hampir mayoritas paham, merasakan betul bagaimana hidup dalam bayang pemimpin yang otoriter (No Good). Sekali lagi mohon maaf ini sahabat, kalaulah boleh dihayalkan seandainya saja dibikin semacam form isian koresponden, sudah tentu pilihan jawabannya 90%, masyarakat lebih akan menjawab dengan sangat sederhana “MUAK” artinya apa..?? sebahagian besar dari masyarakat itu sendiri sudah tidak menginginkannya lagi,” terang Bung Acok.

“Saran dan pesan untuk KPK”

Kebijaksanaan dari KPK selaku lembaga yang berkompeten terhadap penindakan kasus suap Bupati Bengkalis Amril Mukminin, agar tidak lagi mengulur waktu dan KPK menjadi satu-satunya harapan bagi masyarakat untuk segera bisa lepas dari belenggu pemimpin yang lupa diri itu,”Way Not” tidak mungkin lagi diteruskan, rasanya segeralah sudahi perannya diibaratkan seumpama kapal Body Fisiknya telah keropos (rusak) jika dipaksakan jalan juga resikonya cuma satu, tenggelam,” beber Bung Acok untuk dapat di garis bawahi.

“Sambungnya lagi, Bung Acok menambahkan, sebagai penutup terang acok, sekali lagi ini untuk semua komisioner, penyidik dan semuanya tanpa pengecualian Bapak-Bapak yang ada di “KPK” itu tolong lakukan kajian hukum itu berhubungan dengan sosiologi juga.

Agar efek dominonya bisa dapat dijadikan nilai tambah sebagai Atensi alasan juga untuk sebuah langkah keputusan yang akan diambil rasanya cukup legitimasi lah kalau pertimbangan nya itu memiliki kaitan sebab-akibat dengan masyarakat banyak, tidak bisa dipungkiri Negara ini dengan apapun sistim yang dibentuk kaitannya tetap kepentingan Rakyat dan karena Rakyat,” Jelas Bung Acok menyudahinya dengan pesan moral.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *