Demi kelancaran hukum agam minta amril mukminin ambil sikap mundur saja*

*Demi kelancaran hukum agam minta amril mukminin ambil sikap mundur saja*

BENGKALIS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), belum lama ini tepatnya pada hari kamis tanggal (16/5/2019), telahpun melakukan suatu tahapan proses hukum secara tegas dengan keputusan menaikkan setatus dari saksi menjadi sebagai tersangka terhadap Bupati Kabupaten Bengkalis Riau Amril mukminin dalam kasus dugaan suap mega proyek Multiyears (MY) APBD Kabupaten Bengkalis, salah satunya, Peningkatan jalan sei-pakning – Duri dengan besaran dugaan suapnya berkisar Rp 5,6 Miliar.

Amril mukminin di tetapkan oleh KPK sebagai tersangka, terbukti telah melawan hukum dalam dugaan menerima uang suap, “singkatnya dari rekanan proyek MY” (PT.CGA), baik sebelun maupun menjadi Bupati, setidak-tidaknya Rp 5,6 miliar untuk tujuan memuluskan urusan,atas dugaan itu amril disangkakan telah melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 atau pasal 12B UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke -1 KUHP oleh KPK. Yang di sampaikan lansung oleh wakil ketua KPK Laode M syarif di gedung KPK, (16/5/2019) Jakarta.

“Keterlibatan Amril mukminin dalam lingkaran uang panas tersebut berarti menambah lagi catatan hitam Kabupaten Bengkalis di mata hukum untuk yang kesekian kalinya, sudah empat tahun belakangan, para pemimpin di Negeri tua ini secara bergantian terlilit dengan persoalan hukum, dan berakhir sebagai tahanan, mulai dari Bupati pendahulunya, lalu Para ketua DPRD, Setda dan legislator lainnya, kini catatan buruk itu kembali lagi di sandang oleh Bupati yang masih aktif Amril mukminin.ungkap M.fachrorozi.

Peria yang akrab dengan panggilan agam ini, juga salah satu eks pentolan KNPI kabupaten Bengkalis, memberikan “apresiasi kepada KPK, sekaligus menilai yang menurutnya Bengkalis masuk dalam situasi yang memprihatinkan tergolong rapuh dengan komitmen para pemimpinnya untuk tujuan memajukan daerah, yang ada justru sebaliknya, tidak lebih dari sekedar hanya memanfaatkan kemampuan daerah untuk di jadikan hajat pribadi saja, kedepannya paradigma seperti inilah yang harus segera di rubah.

Ironisnya kata agam, membangun negeri ini tidak cukup dengan hanya sekedar melakukan pencitraan belaka (not enough just by imaging),praktek nyata sebagai tujuan daerah dari berbagai sisi juga harus ditampakkan, tidak seperti selama ini yang dilakukan lebih kepada aksi bersifat serimonial saja, tanpa lagi bisa memandang secara objektif apa yang seharusnya menjadi hajat daerah secara publik, mestinya juga menjadi pemikiran penting bagi kematangan personality pemimpin yang memang betul-betul miliki keinginan menoreh prestasi disegala bidang untuk negeri nya.

“Lebih lanjudnya di sampaikan Agam,”singkatnya, dengan cukup kompleks nya persoalan yang telah terjadi di negeri ini, maka pertimbangan yang ada demi kelangsungan daerah, Agam” juga secara tegas meminta sikap dari Bupati Bengkalis Amril mukminin untuk segera mengambil langkah mundur dari jabatan Bupatinya, agar lebih fokus menghadapi proses hukum dirinya dan juga demi kelancaran kepentingan daerah secara umum, yang mana nantinya tidak terhambat dari sisi kebijakan, negeri ini wajib di selamatkan.

“Dan jika langkah mundur itu bisa di sikapi arif dan bijaksana oleh Amril mukminin dengan berjiwa besar dan profesional, maka hal itu jauh lebih terhormat dari pada terus memaksakan kehendak namun habis juga” itu sama saja upnormal, karena kita yakin betul, sebagai salah satu pilar dalam menumpas kejahatan moral ( korupsi ), KPK tidak boleh kalah dalam memegang perkara yang di tanganinya, artinya sebelum KPK lebih tegas lagi dengan kasus dugaan suap Bupati Bengkalis ini, maka untuk seorang amril lakukanlah yang terbaik.” Pintanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *