Di duga Baliho APBDES ADD/DD 2019 Desa Lauru Lahewa, Hanya Formalintas.

Di duga Baliho APBDES ADD/DD 2019 Desa Lauru Lahewa, Hanya Formalintas.

Gemantara. Com. ( Nias Utara) Penggunaan ADD dan DD sudah ada kentetuan aturan dan juknis bahwa setiap desa di wajibkan memampangkan Baliho APBDES untuk dapat di ketahui oleh publik dan termasuk masyarakat desa, sebagai pemanfaat.Sebagai dasar pengawasan,dan aturan itu bertujuan untuk kerbukaan dan transparansi kepada masyarakat,supaya segala kegiatan yang bersumber baik ADD maupun DD agar dapat di ketahui dan di awasi oleh seluruh lapisan masyarakat,untuk berjalannya kegiatan dengan baik, dan penggunaan keuangan Negara. 

Tetapi Menurut pantauan kru Media Gemantara. Com di salah satu desa wilayah Kabupaten Nias Utara, prov Sumut. Yang di duga baliho yang telah terpampang di depan kantor desa hanya merupakan formalintas saja,  tanpa diuraikan anggaran pada setiap aitem kegiatan baik kegiatan fisik maupun Non fisik. 

Termasuk desa Lauru lahewa kecamatan afulu Nias utara.sesuai pantauan pada hari selasa,21/01/2020. Yang tertulis pada Baliho APBDES baik 2018 dan APBDES 2019 hanya bertulisan berapa dana ADD dan DD dan juga dana silfa

Di Baliho tersebut tertera kegiatan fisik DD 2019 senilai Rp. 959.706.855.ada delapan nama kegiatan :

Pengadaan sarana parsarana balai kemasyarakatan Desa, tanpa ada rincian anggaran. 

Lanjutan pengaspalan jalan Desa dan juga tidak ada rincian anggaran. Pengadaan Baliho APBDES 2019 tanpa rincian anggaran. Pembangunan air bersih tanpa ada rincian anggaran.

Rehap balai Desa tanpa rincian anggaran. 

Pembukaan jalan desa tanpa rincian anggaran.

Pengadaan alat pemadaman api tanpa ronciannya. 

Dan begitu juga kegiatan Non fisik hanya itu yang di tulis di baliho APBDES hanya nilai besar tanpa ada rincian anggaran pada masing masing aitem kegiatan sehingga masyarakat dan juga publik sulit untuk mengetahui anggaran di setiap kegiatan yang di laksanakan oleh tim pengelola.

Ketika hal ini di konfirmasi kepada kepala desa lauru lahewa An. Adimeri zalukhu di kantor desa dan di dampingi oleh beberapa perangkat desa.penjelasaan yang di terima oleh kru media gemantara.Com.Bahwa kalau baliho itu sudah benar dari tahun 2018 dan juga pada tahun 2019.dan pernah di lihat oleh pendamping desa dan juga pihak inspektorat,Dinas PMD Nias utara, namun tak pernah ada teguran atau petunjuk ” ungkap kades”

Tetapi berbagai pertanyaan kepada kades termasuk untuk melihat APBDES 2019 untuk di perlihatkan namun dari awal konfirmasi sampai berakhir tidak di perlibatkan.Maka di duga kuat pelaksanaannya ada permainan atau ada unsur pelanggaran pada penggunaan Dana Desa tersebut. 

Tanggapan salah satu tokoh masyarakat desa lauru lahewa, yang tidak mau di tulis namanya dalam media.kamis,(22/01/2020)Dianya menyampaikan sebenarnya kami sangat berkeinginan untuk mengetahui berapa anggaran Dana Desa pada setiap aitem kegiatan, namun harus Bagaimana hanya sebatas itu yang di tulis di atas Baliho. Masalah ada penyelewengan dari mana kami mengetahuinya sebab RAB APBDES itu tidak pernah di berikan kepada kami sebagai masyarakat desa, dan hal ini sudah kebiasaan “tuturnya” 

Tokoh terbut Angkat Bicara bahwa Baliho APBDES itu hanya merupakan formalintas,tentu wajar saja di duga  pelaksanaan DD 2019 Desa lauru lahewa ada unsur penyimpangan dan penyelewengan.” Ungkapnya”

Tambahnya lagi Penggunaan Dana Desa tahun 2019 di desa lauru lahewa kecamatan afulu kabupaten Nias utara prov Sumut. Di duga adanya penyelewengan yang mengakibatkan terjadi kerugian negara.Dimana pada pembangunan Balai serba guna dengan nilai Rp. 521.786.600 ( lima ratus dua puluh satu juta, tujuh ratus delapan puluh enam ribu enam ratus rupiah) sementara pembangunannya hanya ukuran 10 x 20 meter, permanen tetapi pasangan dinding hanya satu setengah meter sehingga menimbulkan pertanyaan dari berbagai lapisan masyarakat desa lauru lahewa dimana anggaran untuk itu terlalu besar ketika di lihat dari sisi pembangunannya.Tetapi kami tidak terlalu ribut karena tak ada artinya sekali pun kami laporkan ke pihak kabupaten toh juga tak pernah membuahkan hasil buktinya beberapa masyarakat desa yang telah melaporkan kepada pihak kabupaten nisut, baik lembaga sampai saat ini tak ada tindakan.

Kemudian pembukaan badan jalan desa dengan nilai Rp. 168.034.115 (seratus enam puluh delapan juta,tiga ratus empat ribu seratus satu  lima rupiah) dengan Volume kegiatan fisik di lapangan lebar 3 panjang 1.500 meter. Begitu juga ini menjadi pertanyaan dari masyarakat desa lauru lahewa, yang tidak masuk akal anggaran tersebut kemudian fisik di lapangan sepertinya hanya pembersihan bukan seperti yang kami lihat di desa lain kalau namanya pembukaan itu nampak karena yang di gunakan adalah alat berat ( Expakator) “kesalnya”

Sekretaris DPD Gemantara raya kepulauan Nias,Martinus zalukhu.Saat di ambil tanggapannya di kota gunungsitoli,(23/01/2020) dianya sangat menyayangkan kinerja kades dan para Tim pelaksanaan kegiatan dimana hal ini di duga adanya kerja sama dengan kosultan perencaan,maka dengan itu kita minta kepada pihak inspektorat atau APPI Nias Utara, untuk mengaudit kedua kegiatan pembangunan fisik Dana Desa 2019 Desa lauru lahewa, guna menghindari kerugian Negara atau keuangan Desa.” harapnya”(F. Zal) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *