Di duga Oknum Teller BRI Cab. Gunung Sitoli suruh orangtua siswa diluar Bank yang tidak terjangkau kamera CCTV.

Di duga Oknum Teller BRI Cab. Gunung Sitoli suruh orangtua siswa diluar Bank yang tidak terjangkau kamera CCTV.

Gemantara.Com.(Gunungsitoli) – Modus Pemotongan Dana PIP ( Program Indonesia Pintar) Di BRI Cabang Gunung Sitoli.Kota Ginung sitoli Propinsi Sumut. Yang di lakukan oleh Oknum Petugas BRI pada saat pembayaran kepada Siswa yang di dampingi para orang tua siswa. Di lakukan pembayaran Bukan di depan Teller tetapi di bayarkan di luar ruangan yang tidak dapat terjangkau CCTV.

Menurut hasil Konfirmasi beberapa Media kepada orangtua siswa yang merasa di rugikan oleh oknum petugas BRI Cabang Gunung sitoli Menjelaskan bahwa. Kami berangkat dari kabupaten Nias Utara hari senin 24/06/2019 sekitar Pukul 9.00 Wib pagi dan tiba di Bank BRI berkisar pukul 10.00 Wib menjelang siang dan sesampai di dalam Bank bertemu dengan salah seorang satpam BRI dan kami melaporkan diri bahwa kami dari orang tua siswa yang menerima dana PIP dari kabupaten Nias Utara dan langsung mengambil buku rekening anak kami dan menyerahkannya ke bagian teller serta mengarahkan kami untuk menunggu di luar Bank,” jelas orangtua” 

Lanjutnya Sekitar 1 jam kami menunggu di luar, petugas teller yang diketahui berinisial BZ datang menyampaikan dengan membawa sejumlah buku rekening siswa dan sudah diselipkan uang dana PIP tersebut di dalam Buku tabungan masing masing siswa dan membagikannya kepada orang tua masing-masing siswa penerima. 

Begitu saya mendengar Nama anak saya dipanggil oleh BZ (pegawai bank) dan langsung meminta dari saya menyerahkan beberapa kelengkapan administrasi berupa KK, KTP dan Identitas anak, selanjutnya BZ menyodorkan kepada saya kertas kosong berwarna merah untuk ditanda tangani bersama anak saya,” tambahnya. 

Pada saat itu Saya sempat bertanya kepada BZ, berapa diterima anak saya dan kenapa buku rekeningnya tidak diprint/dicetak? Lalu BZ menjelaskan kalau anak saya menerima sebesar Rp. 750.000 sesuai dengan yang tertulis tangan di buku rekening.Dan alasan BZ saat itu buku rekening tidak bisa di cetak karena jaringan tidak bagus,” jelasnya.

Ia juga menambahkan pada saat pembayaran yang di lakukan oleh oknum petugas BRI sudah ada kecurigaan yang pertama kenapa tidak melalui Tellr, kenapa buku rekening anaknya ditulis pakai pulpen setelah melihat buku dengan kecurigaannya itu ia melihat rekening siswa sekelas dengan anaknya sudah tercetak sebesar Rp.1.125.000, padahal Ia sama-sama dari BRI cabang Gunungsitoli.Lalu saya ingin membuktikan kebenaran saya bersama anaksaya menuju BRI di Afilaza untuk mencetak buku rekening tersebut tapi tidak berhasil karena petugasnya lagi istirahat.” Ujarnya.

Selanjutnya dia tetap berusaha mencetak rekening koran di BRI di wilayah Nias utara dengan transaksi total mutasi debet Rp. 1.125.000. Sementara yang diterimanya di BRI Cabang Gunungsitoli hanya Rp. 750.000, lalu kemana uang yang Rp. 375.000 “Tanya dia”

Setelah Beberapa Media online telah Memberitakan persoalan ini, dan Kepala Cabang Bank BRI Gunung Sitoli, I Mayan Mestera mengundang orang tua siswa untuk diskusi dan klarifikasi terkait dugaan pemotongan dana PIP untuk siswa tidak mampu.Hal ini salah satu wartawan yang komunikasi kepada I Mayan Mestera melalui pesan WhatsAppnya, Jumat 05 Juli 2019, meminta agar orang tua siswa langsung hadir selaku kuasa pemegang rekening anak agar bisa dijelaskan secara komprehensif.Dengan Permintaan kepala cabang BRI Gunungsitoli itu disambut baik oleh beberapa orang tua siswa, namun hanya satu orang yang bisa hadir yakni TZ alias AN sementara puluhan orang tua siswa yang lain tidak bisa hadir dengan alasan transportasi

kemudian di undang lagi TZ alias AN (orang tua salah satu siswa) ke kantor Bank BRI Cabang Gunung Sitoli pada hari Jumat (06/07/2019) sekitar pukul 18.30 Wib yang dimediasi oleh Setianus Gea, SE. Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh oleh kepala cabang Bank BRI Gunungsitoli I Mayan Mestera, ketua DPD Gemantara kepulauan Nias Febeanus Zalukhu, Koordinanator LSM KCBI kepulauan Nias Fesianus Ndraha, orang tua siswa, awak media ini dan beberapa pegawai Bank BRI cabang Gunung Sitoli. I Mayan Mestera menjelaskan bahwa terkait dugaan pemotongan dana PIP untuk siswa kurang mampu, jika ada nanti terbukti ada anggota kami melakukan tindakan fraud, pihaknya akan melakukan tindakan tegas.”Ungkapnya”

“Kami akan proses melalu jalur hukum karena kami tidak akan mentolelir jika adanya tindakan melawan hukum,” tegasnya. Sementara TZ alias AN pada pertemuan tersebut  menjelaskan bahwa dirinya bersama anak perempuannya dan rombongan dari Nias utara mendatangi Bank BRI Gunungsitoli dalam rangka pengambilan dana PIP yang sudah masuk ke rekening anaknya.

Setelah di pertanyakan Kacab BIR kepada BZ Petugas BIR yang membagikan dana PIP tersebut.Pada pertemuan itu BZ (pegawai teller) mengatakan bahwa sudah menyerahkan uang kepada orang tua siswa sesuai dengan slip penarikan yang sudah tervalidasi oleh pihak Bank BRI cab. GunungSitoli.” Ucapnya singkat. 

Mendengar hal demikian TZ (orang tua siswa) sempat membantah bahwa dirinya hanya menerima Rp. 750.000 dari BZ dan belum ada tertulis nominal uang di kertas merah yang katanya slip penarikan itu. Namun demikian BZ mengakui kalau ada kelebihan uang sebesar Rp. 1.500.000 dan sudah menyerahkannya kepada pegawai teller lain berinisial Y. “Sebut BZ”

Ketua Gemantara raya Kep.Nias Febeanus Zalukhu. Menanggapi dengan serius apa yang di sampaikan oleh BZ Oknum petugas teller BRI, disini terlihat bahwa kurang profesionalnya pegawai teller BRI,  jika sudah benar yang di lakukan penarikan dan uangnya langsung di selipkan di masing masing buku Rekening siswa tidak akan ada selisih uang, berarti patut diduga ada kongkalikong diantara oknum anggota teller dengan petugas saat itu yang membagikan uangnya, pantas di lakukan pembayaran di luar, yang tidak dapat terjangkau CCTV dan di bagikan secara manual atau tidak melalui Teller.

Ketika Kru media Gemantara.Com.Meminta tanggapan ketua Komisi B DPRD Kabupaten Nias Utara, Dalifati Ziliwu. Terkait dugaan pemotongan  Dana PIP yang terjadi di BRI Cabang Gunung Sitoli. Dalifati menanggapinya dengan serius apa bila hal ini benar maka harus kita buat laporan resmi kepada pemerintah pusat. Karena dana itu salah satunya program pemerintah pusat untuk membantu para orangtua siswa tidak mampu.sebutnya melalui Nomor Telfonnya. 

Komisi B DPRD Nias Utara untuk menyikapi hal ini tentu harus kita undang orangtua siswa yang merasa di rugikan atas hak anaknya agar datang di kantor DPRD hari senin ( 08/07/2019) Dengan tujuan DRP ( Dengan Rapat Pendapat) supaya persoalan tersebut dapat di tindaklanjuti di sertai dengan data yang akurat” Pesannya” ( F. Zal) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *