Diduga Febriyan Aditya Menjual Nama Cucu Mantan Presiden Untuk Memuluskan Aksi Kejahatannya

Diduga Febriyan Aditya Menjual Nama Cucu Mantan Presiden Untuk Memuluskan Aksi Kejahatannya

Gemantara.com

Untuk Pertama berawal dari saya menolong Andi Herman. AR. Se, alias Febryan Aditya (saat ini Ketua Parfi dan juga Ketua KFT-karyawan film dan televisi). Saya M. Iwan Arwana menolong dan meminjamkan uang 15 juta dengan pesan saya bilang ke febryan si ketua Parfi “bang tolong jika nanti saya butuh uang saya 15 juta itu kapanpun saya minta tolong langsung di adakan di kembalikan…..,,,,.

Jelang satu bulan kemudian pas saya minta uang tersebut bukan nya di kembalikan malah Febryan Aditya mengaku selaku juga Ketua Yayasan PT.WCN. Wahana Citra Nusantara yang kata febryan Aditya PT.WCN tersebut milik Ari Sigit cucu alm. mantan Presiden RI Suharto cendana. Dan malah menawarkan peminjaman modal ke saya .

Dan mengatakan akan di ajukan oleh Febriyan Aditya ke PT.WCN tersebut,sebesar 6 enam milyar dengan tanpa adanya jaminan apapun, bahkan febryan Aditya bilang sendiri bahwa dia yang akan menjamin dan menjadi jaminan untuk pengajuan dana tersebut.
Bahkan Febriyan memastikan pengajuan sebesar 6 milyar untuk keperluan produksi film dan novel hasil ide cerita dan tulisan yang saya punya, dan yang akan di kelola dan di produksi oleh febryan aditya sendiri.

Pengajuan modal yg di tawarkan sebesar 6 enam milyar itu dengan hanya syaratnya saya harus membayar biaya adminitrasi sebesar 67juta. lalu dia bilang 2 dua minggu paling lama sebulan kemudian uang pengajuan tersebut akan cair. Dengan desakan dan aksi muslihatnya..berkali-kali yg febryan lontarkan akhirnya saya luluh ikuti dan turutin namun dengan penuh pertimbangan dan ragu apakah benar adanya…?bertanya dalam hati saya.

Ternyata setelah dua minggu dan sebulan kemudian saya tanya uang 6 enam milyar tersebut tidak cair dan malah katanya ada masalah dan saya di minta setor uang lagi 30juta…bulan berikutnya sy di minta lagi 15 juta..dan seterusnya hingga total yang saya serahkan sampai 150 juta total uang adminitrasi yg saya keluarkan,dengan sistem cara transfer maupun cash.ke rekening a/n Andi Herman.Ar.alias Febryan Aditya. .

Dalam perbincangan kepada saya andi herman alias Febriyan Aditya selalu membawa-bawa nama Ari Sigit cucu alm mantan Presiden Suharto….
Dan Semua yang di janjikan itu ternyata fiktif dan bohong belaka,
dan saya di jadikan korban penipuan nya..
dan atas kelakuan nya itu saya menyerahkan perkara ini kepada jalur hukum bersama kuasa hukum saya August Hendra yang akan menuntut dan menerima tantangan Andi Herman alias Febryan adtya atas ancaman dugaan pelanggaran hukum yang pernah dia lakukan tujukan ke saya.

Pernah permasalahan ini saya bicarakan baik-baik dengan Andi Herman alias Febriyan Aditya, namun dia malah mengancam akan menuntut saya bahkan akan menculik saya atas perintah Ari Sigit katanya.

Dalam permasalahan ini ada juga beberapa saksi dari anggota Parfi bpk Yos Santo dan bapak Syamsul Adnan.
Pada saat itu saya di ancam oleh Febriyan Aditya dengan mengancam saya akan di comot/culik oleh polisi atas perintah Ari Sigit.

Pernah saya datang ke kantor Parfi dengan niat baik dan meminta uang adminitrasi yang sudah saya serahkan senilai Rp.150 juta agar di kembalikan, dan waktu itu juga di saksikan oleh anggota/wakil ketua parfi Yos Santo dan Syamsul Adnan. Namun Febriyan Aditya meminta saya untuk membuat surat pembatalan pengajuan dana dan surat permohoban maaf terbuka…saya tentu tidak mau membuat surat yang Febriyan minta…kan awalnya jelas bukan saya yg meminta mengajukan dana, koq saya yang harus repot membuat surat tersebut kan aneh…apalagi harus membuat surat terbuka permohonan maaf/surat pencemaran nama baiknya Febriyan….kan saya tidak salah….salah saya apa coba, justru saya korbannya….saya yang di tipu kok di buat saya yg salah kan aneh……tutur Iwan.

Karena saya ingin uang saya di kembalikan dan juga anggota/wakil ketua Parfi Yos Santo dan Syamsul Adnan di depan Febriyan memastikan ke saya bahwa Febriyan Aditya akan mengembalikan uang saya apabila semua permintaan Febriyan saya turuti (membuat surat pembatalan dan surat terbuka permohonan maaf) tersebut saya buat.

Setelah surat tersebut saya buat.dan saya serahkan Febriyan Aditya si ketua Parfi yang penipu itu…dia janji dalam 3 tiga hari uang administrasi yang saya serahkan sebesar Rp. 150 juta tersebut akan di kembalikan kepada saya….namun lagi – lagi bohong dan itu menipu saya lagi. Uang saya 150 juta tidak pernah dia kembalikan kepada saya sampai saat ini sudah hampir 1 tahun lebih..

Ini tidak bisa saya biarkan saya tidak terima perilaku Andi Herman alias Febriyan Aditya si ketua Parfi/kft tersebut..saya akan ggugat dan tuntut atas kerugian-kerugian materi, waktu, dll…yang sudah saya alami.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *