Diduga Kades Fadoro hilihambawa, Artinus Zai,dan TPK korupsikan DD 2018

Diduga Kades Fadoro hilihambawa, Artinus Zai,dan TPK korupsikan DD 2018.

Nias Utara,Gementara.Com

Anggaran Dana Desa 2018 Di desa Fadoro Hilihambawa kecamatan Lahewa kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut) yang di peruntungkan pada perkejaan Pengaspalan jalan dan pembangunan Dwiker plat yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) TA 2018,hingga kini pekerjaan dimaksud masih belum selesai. Sementara diketahui anggaran / dana tinggal sedikit yang tersisa. Hal ini diduga akibat sebagian anggaran diselewengkan oleh oknum Kepala Desa (Kades) bersama  Tim Pengelola Kegiatan (TPK ) Desa Fadoro Hilihambawa 

         
Informasi dari beberapa sumber termasuk dari masyarakat setempat, pekerjaan fisik DD di desa Fadoro Hilihambawa TA 2018 terdiri dari 2 (dua) aitem pembangunan yakni pekerjaan pengaspalan dengan volume panjang 1.170 M dan Dwiker plat 1 Unit (sesuai yang direncanakan pada APBDes TA 2018) dengan pagu dana Rp: 676.624.000 tak kunjung selesai, sementara anggaran sudah ditarik 100 %.  

Kades Fadoro Hilihambawa ARTINUS ZAI.ketika di konfirmasi melalui nomor selulernya.08537135xxxx. kamis (09/05/2019) menjelaskan kepada wartawan Gementara.Com. Bahwa pekerjaan fisik yang bersumber dari DD TA 2018 desa Fadoro Hilihambawa “ memang Belum selesai 100 % “ disebabkan adanya surat Edaran dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kab. Nias Utara yang menegaskan bahwa batas tanggal 31 Desember 2018 pelaksanaan kegiatan fisik DD TA 2018, lewat dari tanggal tersebut tidak diperkenankan lagi untuk melakukan pekerjaan dilapangan, ucap Kades.

Tambahnya, Dinas PMD Kab. Nias Utara juga menghimbau apabila ada pekerjaan fisik yang tidak sempat diselesaikan per 31/12/2018, anggarannya di kembalikan. Oleh sebab itu pekerjaan yang belum selesai sesuai yang saya katakan tadi, anggarannya sudah kita kembalikan ke Bank (di rekening desa), kata ARTINUS ZAI sebagai PA (Pengguna Anggaran) DD.

         
Ketika dipertanyakan oleh kru media – Red,  berapa kira kira jumlah / besaran anggaran yang sudah dikembalikan di Bank, ARTINUS ZAI tidak bisa menjelaskan dengan alasan dia tidak hafal berapa jumlahnya “ Silahkan tanyakan langsung kepada Bendahara desa berapa jumlah yang ia setor / kembalikan di Rekening “ ungkapnya.

         
Ketika wartawan – Red mencoba kunjungi lokasi pekerjaan fisik DD untuk mengambil dokumentasi (foto).besama dengan Bendahara desa An. Witerman Gea, datang  bersama sama dengan Wartawan melihat langsung kondisi pekerjaan fisik DD dengan sambil konfirmasi kepada bendaharanya dianya memberikan penjelasan terkait anggaran yang sudah di tarik / terealisasi serta yang sudah dikembalikan ke Rekening desa.

Witerman Gea menjelaskan bahwa anggaran untuk pekerjaan fisik DD di desa Fadoro Hilihambawa yang sudah di setor /dikembalikan ke Rekening desa sebesar Rp. 3.920.000 (Tiga juta sembilan ratus dua puluh ribu rupiah), anggaran tersebut rencananya untuk pembiayaan pekerjaan Dwiker plat yang belum selesai. Kalau anggaran pembiayaan pembangungunan pengaspalan jalan sudah saya bayarkan kepada TPK semuanya (100 %), itu sudah ada tanda terima pembayaran sama kita, bebernya.

          
Ditempat yang sama, Elizudi Gea, salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan “ Saya sebagai tokoh masyarakat desa Fadoro Hilihambawa sangat kecewa karena pekerjaan pengaspalan dan Dwiker plat yang dibangun melalui DD TA 2018 di desa kami yang  tak kunjung selesai “ Kesal orang tua itu. 

     
Kami masyarakat sangat berterima kasih atas kehadiran  Pers-Red. di lokasi ini,dan berharap dapat membantu memberikan informasi yang sebenarnya kepada kami soal ketidak selesainya pembangunan di desa kami ini. Kami Sangat mengharapkan Kades Fadoro Hilihambawa kiranya dapat transparansi kepada masyarakat perihal pDiduga Anggaran Diselewengkan Kades, Pekerjaan Fisik DD 2018 Di Desa Fadoro Hilihambawa Tak Selesai

Anggota TPK DD tahun 2018 desa Fadoro Hilihambawa, Suzuki Gea, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pelaksanaan kegiatan fisik DD di Desanya itu. Dia membeberkan selain pekerjaan fisik yang belum selesai, juga beberapa pengadaan mobiler desa (belanja non fisik) banyak yang belum dilaksanakan / dibelanjakan, padahal pengakuan Bendahara desa kepada kami anggaran untuk belanja fisik dan non fisik sudah dicairkan / diberikan kepada Tim. 

Suzuki Gea menjelaskan bahwa dugaan penyelewengan anggaran fisik DD tahun 2018 Di Desanya tersebut, pihaknya sudah melaporkan kepada pihak penegak hukum (Polres Nias) pada tanggal 30 April 2019, mudah mudahan Pihak Polres Nias secepatnya meproses laporan kita itu, ucap anggota TPK DD desa Fadoro Hilihambawa itu. (F.001)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *