Diduga Kasek SMP N 3 Gunung Sitoli Utara Bohongi Publik.

Diduga Kasek SMP N 3 Gunung Sitoli Utara Bohongi Publik.

Gemantara.com.
Gunungsitoli, setelah di konfirmasi kepala Sekolah SMP Negeri 3 gunungsitoli utara Ekdaudi zega s.pd melalui seluler, terkait Pemberitaan DUGAAN PEMALSUAN TANDA TANGAN PADA PENCAIRAN DANA BOS 2019.Yang di beritakan media Gemantara.Com 22/01/2020. Hasil konfirmasi kru media gemantara. Com. Beberapa hari yang lalu, melalui nomor Kontakny. Kaseknya mengatakan bahwa masalah itu telah saya klarifikasi pada bulan oktober atau november 2019 yang lalu kalau tidak salah, ada berita acaranya yang telah ditanda tangani oleh guru dan komite, bahwasanya mereka tidak keberatan “kata kasek”

Tambahnya” kalau memang ada Masalah ini juga atau kelemahan-kelemahan kami telah beritahukan ke pihak Dinas pendidikan kota gunungsitoli dan mereka telah melakukan pembinaan kepada kami Tetur kepala sekolahnya.

Dimana kasek SMP Negeri 3 Gunungsitoli utara Yang di duga telah membohongi publik. Berdasarkan hasil konfirmasi dari beberapa orang guru yang di jumpai kru media ini, mereka membantah apa yang di sampaikan oleh kaseknya dan mereka merasa dirugikan dalam hal itu,dan merasa keberatan sehingga mereka tidak mau menandatangani berita acara klarifikasi yang dilakukan kepala sekolah pada bulan agustus tahun lalu.

Masyarakat/orangtua siswa juga mengharapkan Dinas pendidikan kota gunung sitoli supaya menindaklajutin masalah ini bahkan mereka berharap agar masalah ini dibawa kerana hukum agar di tindaklajutin sesuai peraturan yang berlaku.

Menurut tokoh masyarakat yang masih di rahasiakan identitasnya saat ini, pada saat shering-shering sama wartawan gemantara.com, bahwa kepala sekolah smp N 3 gunungsitoli utara pembohong, kenapa?? sudah salah tapi masih berbohong. Kalau dia bukan pembohong kenapa dia mengatakan sudah diklarifikasi ada berita acara yang sudah ditandatangani oleh komite, guru, dan orangtua siwa “kesalnya” sambil menujukan berita acara yang dimaksud.

Tambahnya lagi Sementara itu beberapa orang guru di sekolah itu mereka tidak mau menandatangani berita acara itu.Di sebabkan karena kaseknya merasa tidak bersalah Memang dia sangat pandai mengelabui dinas pendidikan dan juga publik Bebernya” (M. Zal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *