DIDUGA PEMBANGUNAN GEDUNG OLAHRAGA DESA TEPUS BERMASALAH

Gemantara.com,Bangka Belitung – Pembangunan gedung olahraga desa tepus kecamatan air gegas kabupaten bangka selatan dengan pagu dana sebesar Rp 601.000.000 (enam ratus satu juta rupiah) pelaksanaan diduga tidak sesuai prosedur.

Saat awak media mencoba menghubungi via telepon kepada saudara sunfo selaku penyedia baja ringan/sepandex, untuk konfirmasikan merk baja ringan,dan harganya dengan nada keras beliau menjawab “tidak tahu, dan tanya kedesa aja”.(Minggu,19/07/2020)

Menurut Rizal Efendi ketua Laskar Merah Putih Bangka Belitung sangat aneh kalau penyedia baja ringan dan spandex tidak tahu merk dan harga bahan material tersebut. Ada apa ini?.
“Kami merasa ada kejanggalan dengan proyek ini, jawabannya tidak etis oleh seorang penyedia barang dan jasa jawabannya seperti itu”.

Rizal efendi SE Ak ketua Laskar merah putih mada babel menyampaikan,Kades tepus bernama kusmiran dalam pembangunan GOR dengan pagu 601.000.000, Sumber dana; DANA DESA( APBN) 2020 memakai Aturan sendiri tanpa melibatkan Kasi yang membidangi kegiatan,sekdes selaku kordinator PPKD (Pelaksana Pengelolaan Keuangan Desa) serta TPK (Tim Pengelola Kegiatan) fungsi dan tugas tidak berjalan alias tidak jelas.

Dimana Kades tepus bergerak gunakan aturan sendiri,sebagai pengguna anggaran,pelaksana anggaran sekaligus pelaksana kegiatan.
Jelas diduga adanya permainan antara kades tepus dengan pihak konsultan untuk presentase fisik di up,pencairan sesuai progres yang dicapai.
bendahara desa tepus mengeluarkan dana tanpa adanya ajuan surat permintaan pmbayaran dari Kasi/ppkd.

“Seharusnya SPP (surat permintaan pmbayaran) yang di ajukan oleh PPKD KPD bndahara Desa, bukan se enaknya kades langsung ambil ke bendahara desa,”kata rizal.

“kami minta pihak2 yang terkait untuk mengaudit dana desa(APBN) tahun 2020 dalam kegiatan pembangunan GOR desa tepus,”tegasnya.

Disaat yang sama Sanusi selaku anggota PWRI babel menanyakan ke pak Cile selaku ketua TPK (Tim Pengelola Kegiatan) melalui sambungan telpon,bagaimana keberlanjutan pembangunan GOR desa tepus dengan nada keras pak Cile menjawab “Apa urusan kalian ngurusin gawe kami.”

“Padahal itu sudah menjadi hak kami untuk mencari atau mendapatkan imformasi terkait pembangunan desa yang dananya bersumber dari APBN,”ugkapnya.

“Tidak pantaslah seorang ketua TPK berkata seperti itu, seakan tidak menghargai kami dari organisasi yang mana keberadaan kami diakui oleh Undang Undang,”jelas sanusi.

(ST_81 & Guns”77)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *