Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Meminta PT.Timah TBK Hentikan Sementara Operasional Ponton Isap Produksi (PIP) Di 4 wilayah Perairan Laut Bangka Belitung

Gemantara.com,Bangka Belitung – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT Timah TBK, untuk menghentikan sementara operasional Ponton Isap Produksi (PIP) di 4 wilayah perairan di Bangka Belitung.

Permintaan penghentian sementara PIP tersebut melalui surat dari Dinas ESDM Bangka Belitung tertanggal 22 Mei 2019 yang ditujukan langsung ke Kepala Unit Produksi Laut Bangka PT Timah TBK.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung Rusbani membenarkan jika Pemprov Babel meminta penghentian sementara aktivitas operasi PIP PT Timah.

“Ini karena adanya keluhan masyarakat terkait dampak operasional PIP. Ada masyarakat yang menolak karena membuat aliran lalu lintas kapal dan wilayah tangkap nelayan akibat operasional PIP menjadi terganggu,” ujar Rusbani kemarin Rabu,12 Juni 2019.

Rusbani menuturkan permintaan tersebut sudah dikeluarkan sejak 22 Mei 2019 lalu dan berakhir jika dampak yang timbul akibat operasional PIP tersebut dapat diatasi.

“Permintaan penghentian sementara aktivitas PIP PT.Timah adalah untuk wilayah perairan laut Batu Belubang dan Pantai Sampur di Kabupaten Bangka Tengah, Perairan Pantai Pasir Padi di Kota Pangkalpinang dan di perairan pantai Romodong Kabupaten Bangka,” ujar dia.

Menurut Rusbani, persoalan utama yang terjadi dikarenakan banyaknya masyarakat yang turut serta menambang timah di lokasi yang dikerjakan PT.Timah.Sedangkan untuk posisi PT Timah, kata dia, tidak ada persoalan karena dari legalitas sangat lengkap.

“Hanya masyarakat yang melihat PT.Timah dan bermitra menambang,ikut menambang juga meski secara ilegal.Kita harap ini diselesaikan dulu atau bagaimana melibatkan masyarakat sekitar menjadi mitra. Itu tidak ada masalah karena sudah diatur aturannya,” ujar dia.

Disisi lain,Kepala Bidang Komunikasi PT.Timah TBK Anggi Siahaan mengatakan penambangan yang dilaksanakan di wilayah laut dengan konsep kemitraan PIP sudah dilengkapi dengan administrasi legalitas.Bahkan sebelum beroperasi,kata dia, sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Bahkan untuk teknis operasi perusahaan,kita juga sudah mengoptimalkan masyarakat setempat,” ujar dia.

Anggi menambahkan pihak korporasi akan tetap melaksanakan kegiatan operasional di 4 wilayah perairan tersebut meski ada permintaan penghentian sementara aktivitas PIP dari Pemprov Bangka Belitung.

“Sejauh ini perusahaan akan tetap melaksanakan kegiatan operasi dengan juga melihat kaidah-kaidah yang tentu berhubungan dengan masyarakat,” ujar dia.

(GUNs”77)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *