Dugaan Perampasan Tanah, Mal Xcange Bintaro Disegel Warga

Dugaan Perampasan Tanah, Mal Xchange Bintaro Disegel Warga

JAKARTA, Ahli waris tanah seluas 11.300 m2 di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, akan menyegel mal Xchange Bintaro yang berdiri di atas tanah milik mereka.

Kuasa hukum ahli waris Poly Betaubun mengatakan penyegelan dilakukan setelah pihaknya melakukan beberapa kali mediasi dengan PT Jaya Real Property (JRP), Tbk.

“Hasil mediasi tidak ditemukan kesepakatan. PT JRP tetap tidak bersedia membayar tanah milik ahli waris yang mereka rampas,” kata Poly di kawasan Bintaro, Selasa (12/2/2019).

Diceritakannya, pada pertemuan yang digelar, Senin (11/2) kemarin, PT JRP tetap bersikeras bahwa mereka telah membeli tanah milik (alm) Alin bin Embing melalui kuasa waris yang bernama Nasir Ali.

“Siapa itu Nasir Ali? Keluarga bapak Alin tidak pernah memberikan kuasa kepada dia. Orang itu juga bukan ahli waris, kami tidak mengenalnya,” tegasnya.

Klaim PT JRP itu yang menyebut peran dari Nasir bin Utong, kata Poly, telah dibantah oleh Kelurahan Pondok Jaya melalui surat bernomor 594/228 – Pem. Di surat ini ditegaskan bahwa tidak ditemukan arsip yang menyebutkan Nasir diberi kuasa oleh ahli waris untuk menjual tanah milik (alm) Alin bin Embing.

Begitu juga dengan Kecamatan Ciledug melalui surat bernomor 593/207-PPAT/2018 menyatakan hal yang sama.

Selain itu, Kecamatan Pondok Jaya memastikan bahwa tanah yang diklaim PT JRP tersebut hingga sekarang masih milik (alm) Alin bin Embing, diperkuat keterangan resmi Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Cileduk.

Untuk diketahui, sebelum berada di wilayah administrasi Pondok Aren, lokasi tanah masuk dalam wilayah Ciledug. Pejabat Kecamatan Ciledug menyatakan tanah milik (alm) Alin tidak pernah dijual ke siapapun.

Lebih detail Poly menceritakan, di pertemuan kemarin perwakilan PT JRP yang bernama Suyatno mengakui bahwa saat membeli tidak termasuk tanah Letter C No. 428 milik (alm) Alin bin Embing, namun kenyataannya PT JRP mencaplok tanah milik kliennya.

“Dari pernyataan Lurah Pondok Jaya, Achmad Saichu, sampai sekarang Letter C No. 428 masih terdaftar,” ungkapnya.

Kebohongan Suyatno lainnya juga terungkap di pertemuan itu, yaitu mengaku telah membeli tanah langsung kepada Alin bin Embing pada tahun 1990. Padahal Alin meninggal dunia tahun 1963. 

Di hadapan perwakilan PT JRP, Poly menegaskan karena tidak ada kesepakatan maka ahli waris akan bersikap tegas, yaitu menyegel dan menduduki mal Xchange Bintaro.

Sebelum melakukan aksi, ahli waris akan mendatangi kantor Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diani. Tujuannya untuk mendesak sang wali kota menyegel mal tersebut sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangsel No. 14 tahun 2011. (*)

Tennor(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *