Dugaan Pungli Prona/PTSL Aparat Pekon Gading Kecamatan Pugung Tanggamus.

Dugaan Pungli Prona/PTSL Aparat Pekon Gading Kecamatan Pugung Tanggamus.

Gemantara.com. Menindaklanjuti adanya keresahan sebagian warga Pekon Gading Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus terhadap pungutan biaya pembuatan Sertifikat Tanah Program Nasional Agraria yang dilakukan oleh oknum Kepala Pekon Gading Kecamatan Pugung Sdr.Hendri Wirawan terhadap seorang Pemohon Sdr.Engkos Kosasi.

Sdr.Engkos Kosasi yang memberikan Keterangan kepada Sdr. EFFENDI Ketua DPD GEMANTARA RAYA Provinsi Lampung menuturkan dari awal beliau mengajukan sebagai Pemohon kepada Pokmas Sdr. Yulian membuat Satu buah Sertifikat sebidang tanah yang terletak di Pekon Gading dengan biaya Rp.300.000 untuk pengukuran dan Rp.250.000,- untuk mengurus Surat Keterangan Hibah yang menyatakan Hak Kepemilikan. Setelah Administrasi selesai dilengkapi dan dinyatakan Pokmas Lengkap, Merasa Persyaratan tidak ada kekurangan lagi Sdr.Engkos Kosasih pulang ke Kampung Halaman di Karawang, karna beliau bukan penduduk asli Pekon Gading.

Setelah beberapa hari berselang Sdr. Engkos Kosasih ditelpon oleh Hendri Wirawan oknum Kepala Pekon Gading, didalam percakapan keduanya Kepala Pekon menyatakan bahwa persyaratan Pemohon perlu perbaikan karna Surat Keterangan Hibah tidak dapat dipergunakan sebagai persyaratan dan akan diurus ke Akta Notaris dengan biaya yang tidak sedikit, menanggapi percakapan tersebut, Sdr Engkos Kosasih menawarkan biaya kepada Kakon Rp. 1.000.000,- namun tidak serta merta diterima begitu saja oleh oknum Kakon tersebut bahkan nominal itu hanya cukup untuk ongkos operasional saja pungkasnya. Terjadilah tawar menawar biaya disitu, dan terjadi kesepakatan biaya yang harus dikeluarkan korban sebesar Rp. 3.000.000,- yang sebelumnya diminta sampai Rp.5.000.000,-.

Pada awal penyetoran Sdr.Engkos berinisiatif memberi DP 1 juta dengan menyuruh kerabatnya yang ada diPekon Gading tersebut untuk menyampaikan dana tersebut kepada Kakon, untuk kekurangan Rp. 2.000.000, Sdr. Engkos Kosasih mentransfer langsung dana tersebut melalui Bank ditujukan pada rekening Istri Kakon yang bernama Ny.MELIANTI, yang Resi pengirimannya ditunjukkan kepada Media Gemantara.com dan masih disimpannya dengan baik.

Dari perkembangan Pemohon mengajukan Pembuatan Surat Sertifikat Tanah dengan biaya tinggi tersebut, dan sudah banyak diketahui oleh masyarakat, oknum Kakon berinisiatif untuk mengembalikan dana korban sebesar Rp. 2.000.000,- dan sudah diterima oleh Sdr. Engkos Kosasi.

Diwaktu dan tempat terpisah Oknum Kakon tersebut memberikan keterangan kepada pihak Gemantara.com berkilah bahwa yang sudah dilakukannya sudah tepat, dan tidak ada masalah, bahkan Kakon tersebut terkesan mengabaikan pihak Gemantara.com dan buru-buru berpamitan meninggalkan percakapan yang kebetulan diadakan dirumah warga.

Dari berbagai Sumber Masyarakat lain, diketahui bahwa Pokmas Pekon Gading yang berjumlah +- 800 buah Pemohon disepakati biaya pengukuran Rp.300.000,- dan biaya Surat Keterangan Hak Kepemilikan yang beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *