Edward Zega Yang mengawali.M. Ingati Nazara yang Mengakhiri. 

Edward Zega Yang mengawali.M. Ingati Nazara yang Mengakhiri. 

TINGGAL KENANGAN AKADEMI KOMUNITAS NEGERI NIAS UTARA

Gemantara. Com (Nias Utara) Pada saat pimpinan Daerah  Bupati Nias Utara. Edward Zega.Memperjuangkan  salah satu Perguruan Tinggi AKNIRA ( Akademi Komunitas Negeri Nias Utara) sejalan dengan waktu sehingga berdiri pada 26-09-2013, Kepmendikbud RI No. 179/P/2013

    PT. Pembina Politeknik Pertanian Payahkumbuh.Anggaran Pengelola Dirjen Dikti melalui DIPA Politeknik Pertanian Payahkumbuh.Sesuai Dengan MOU dengan Pemda Nias Utara dukungan operasional selama 5 tahun (2013-2018) 2 Milyar pertahun.Sehingga berakhir Periode jabatan Edward Zega sebagai Bupati Nisut, berjalan dengan Baik.

Setelah periode M.Ingati Nazara.Sebagai pimpinan Daerah Nias Utara, Seharusnya tahun 2016 sudah disiapkan untuk SATKER mandiri, jika telah memenuhi syarat“salah satunya” dukungan Pemda dengan membangun salah satu Gedung perkuliahan AKNIRA.

    Kemudian Pada Tahun 2017 telah di siapkan dan disahkan Anggaran APBD, untuk pembangunan AKA sebesar 3 Milyar, tetapi kandas karna tidak mampu atau tidak mau pemda melakukan pekerjaan sehingga GAGAL SATKER.Seterusnya pada tahun 2018 Dianggarkan ± 5 milyar tetapi upaya menjadi SATKER semakin sulit di capai pemerintah pusat semakin tidak percaya danpenilaian/evaluasi akan komitmen Pembda semakin diragukan.

Kemudian pada Tahun 2019 keluar surat Kementrian Ristek Dikti bahwa anggaran operasional AKA dari kementerian di stop atau tidak di danai lagi, terakhir hanya untuk mahasiswa TP. 2018/2019.Untuk mahasiswa TP. 2019/2020 silahkan pemda sendiri mencari upaya pendanaan.Pertengahan tahun 2019 muncul kegeli sahan di AKNIRA , SK untuk penggunaan anggaran atau gaji Dosen belum dibayar dan operasional tidak terbayarkan.Kabar Dana operasional melalui Politeknik Pertanian Payahkumbuh akan di stop.

Dengan di stop Hubungan Politeknik Pertanian Payahkumbuh di cari jalan keluar untuk menyelamatkan AKNIRA.Opsi PSDKU USU,PSDKU USU.pada tanggal 28-07-2019 Kunjungan Dekan Fakultas Pertanian dengan sejumlah Dosen/Pejabat USU di Nias Utara.Sehingga dapat terlaksana Rapat awal di D’PAKAR.Besoknya lagi ke Nias Utara.Malamnya Temu ramah di Kaliki

      Selanjutnya pada tanggal 19-08-2019 kunjungan/presentase Bupati ke USU di kantor Rektor USU.Pada saat itu Ikut hadir Pimpinan DPRD, Ketua Komisi B, ketua Bapemperda, Wakil Bupati, Sekda, Asisten BPKPAD,Kadisdik.Pada tanggal 30-12-2019 di lakukan pertemuan di Aula kantor Bupati Nias Utara.Dengan hasil beberapa pertemuan tersebut,sehingga dapat di laksanakan lanjutan kegiatan yakni. 

SEMINAR PENYUSUNAN KURIKULUM AKNIRA PSDKU

Rencana jadwal Rektor USU Kunjungan Ke Nias Utara,sekaligus penanda tanganan MOU.Ternyata tidak membuahkan hasil atau batal,Karena waktu yang telah di tentukan pada 18-11-2019 Sdr.Zulmakmur Telaumbanua (KadisPendidikan) tidak hadir pada rapat di USU untuk membicarakan Rundown acara kunjungan Rektor USU ke NiasUtara

Selanjutnya pada 5-6 Maret 2020 di rencanakan lagi dan ternyata batal lagi karena.Bupati Nias Utara tidak menghadiri undangan rapat informal Rektor USU pada tanggal 28-02-2020 untuk membicarakan rencana kunjungan Rektor dan persiapan MOU.

    Berikutnya Surat undangan Rektor USU yang disampaikan Sdr. Sekda melalui Dr. Saharman Gea tanpa nomor surat dan tandatangan Bupati Nias Utara. Kemudian Bupati tidak merespon informasi via SMS yang di kirim Dr. Saharman Gea(sebagai ) pihak mediator ke USU.Pada tanggal 28-02-2020 pukul 10.00 rapat pimpinan USU dan Dewan Senat memutuskan untuk tidak meneruskan keinginan di Nias Utara Program PSDKU karena dinilai tidak serius dan atau diabaikan sehingga di putuskan untuk kerjasama PSDKU dengan Pemerinta Kota Sibolga.

Dengan berakhirnya AKNIRA sehingga kerugian keuangan Negara DANA TERPAKAI UNTUK AKNIRA

yang pertama Lahan ± 50 Ha, 20 Ha bersertifikat.Hal ini termasuk kerugian masyarakat penghibah.Dana operasional menguruspendirian Aknira± Rp. 500.000.000

Pembukaan lahan, bangunan, jalan±Rp. 20 M.Anggaran Hibah untuk operasional (5 thn + 1thn 2019 = 6 thn x 2 M± Rp. 12 M.Bangunan Gedung  AK 2018± Rp. 5 M Operasional/SPPD, dll± Rp. 2 M.Beasiswa dosen± Rp. 2 M = Rp. 41, 5 M.Kemudian Anggaran 2020 (2,3 M + 4 M )± Rp. 6, 3 M.Sehingga kerugian keuangan Negara senilai Rp. 47, 8 M.Bulum termasuk Kerugian para orangtua mahasiswa yang sudah tamat dan mahasiwa TP. 2019/2020 (47 orang) 

Begitu sedihnya masyarakat Nias Utara saat ini, dengan gagal AKNIRA yang menjadi aset buat generasi penerus. Dan telah menghabiskan anggaran senilai 47.8 M. Maka hal ini para tokoh yang ada di Nias Utara yang peduli dengan AKNIRA meminta KPK dan BPK RI untuk mengaudit penggunaan anggaran yang bersumber dari ke uangan Negara ” Harap para tokoh” melalui media Sosial (f. Zal) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *