GANRI Akan Laporkan Pabrik UD RCO Atas Dugaan Mencemari Udara

GANRI Akan Laporkan Pabrik UD RCO Atas Dugaan Mencemari Udara

Pekanbaru – Gerakan Anak Negeri Riau (GANRI) melirik pabrik UD RCO yang melakukan pengelohan Ban bekas menjadi bahan bakar minyak, pengolahan ban bekas ini melalui metode pembakaran yang pastinya menimbulkan asap yang bisa mencemari udara akibat dari pembakaran tersebut, Jalan Yos Sudarso KM 11 kel. Lembah damai, kec. Rumbai pesisir, Pekanbaru, Riau.

Berasal dari pengaduan masyarakat sekitar kepada Gerakan Anak Negeri Riau (GANRI) , akibat pencemaran udara tersebut banyak masyarakat sekitar yang mengeluh dari pencemaran udara yang diakibat kan pembakaran tersebut.

sejauh ini sudah banyak pengaduan dari masyarakat dan organisasi peduli lingkungan menyuarakan dan melakukan pengaduan kepada pihak terkait, tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak manapun tekait dugaan permasalahan ini.

Shagala Bimma Taryadi Kordinator Umum (GANRI) menyampaikan kepada media ini, Kami dari gerakan anak negeri riau (GANRI) melihat dari itu semua ingin mempertanyakan kepada pihak yang bertanggung jawab dan DLHK provinsi riau terkait dugaan adanya pencemaran udara di daerah sekitar UD RCO yang sudah lama meresahkan masyarakat, dan juga meminta untuk meninjau pabrik UD RCO terkait dugaan pencemaran udara yang di akibat kan oleh pembakaran ban bekas untuk di olah menjadi bahan bakar minyak.

Saat ini udara sekitar Pabrik UD RCO diduga sudah tercemar akibat dari pembakaran tersebut, jelas ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara, berdasar dari pasal 5 ayat (2) undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3699),”ujar Koordinator lapangan GANRI Sandy Putra Rizki.

Kami juga meminta kepada DLHK Provinsi Riau dan Disperindag kota pekanbaru untuk meninjau kelengkapan dari izin-izin dari pabrik UD RCO tersebut, karena diduga tidak memiliki atau mengantongi izin yang lengkap, “pungkas koordinator umum GANRI Shagala Bimma Taryadi.

Ujung dari itu semua GANRI akan menanyakan itu semua kepada pihak-pihak yang menangani permasalahan ini dengan melakukan aksi unjuk rasa dan audiensi pada tanggal 17 maret 2020 di dlhk provinsi riau, dengan harapan ada kejelasan terkait dugaan permasalahan ini.

Terpisah, Bu Kelly saat di konfirmasi via WhatsApp 085288350xxx tidak menjawab, informasi yang di rangkum media ini, bu Kelly adalah pemilik pabrik tersebut.(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *