Gusri Eka Putra Pedagang Sayur Diduga Korban Kriminalisasi Hukum

Gusri Eka Putra Pedagang Sayur Diduga Korban Kriminalisasi Hukum

Gemantara.com-Bengkalis

Seorang Pedagang sayur di Kota Pekanbaru Riau bernama GUSRI EKA PUTRA dkk diringkus oleh Polres Bengkalis dan dititipkan di Polsek Mandau Duri-Riau, pada tanggal 23 Agustus 2019 Polres Bengkalis, Riau.
Gusri Eka Putra menjelaskan kronologi kasus yang dituduhkan kepadanya kepada Kuasa Hukumnya Advokat Freddy Simanjuntak, SH., MH dan Martinus Zebua, SH bahwa pada awalnya si Pelapor (James) yang melaporkan saya punya utang senilai 17 jt dari barang-barang dagang dipasar berupa sayur-sayuran, bawang dan lain-lain yang sipelapor ambil atau utangi dari saya untuk di jualnya. Setelah satu tahun lamanya, si pelapor ini tidak pernah berkomunikasi lagi dengan saya dan bahkan saya hubungi melalui hp namun hp nya tidak aktif dan saya menyelidiki dirumahnya juga dia tidak ada dirumah alias mangkir dari janji atau pindah rumah. Beberapa minggu kemudian setelah saya cari dirumahnya, kawan saya mengabarkan bahwa si pelapor berada di Duri (Riau) jualan di pasar dan waktu itu saya bersama 4 kawan saya tersebut langsung kelokasi yang dimaksud itu. Singkat cerita, saya ketemu dengan si pelapor dan langsung saya mempertanyakan tentang utang dan sekaligus menagih si pelapor. Dan pada saat itu, saya minta kepada si pelapor untuk melunasi utangnya yang 17 juta itu karena juga saya banyak utang kepada toke.

Pada saat itu, si pelapor menyicil utangnya senilai Rp 5.500.000 dan sisa Rp 12.500.000, karena saya juga butuh uang untuk menunasi utang saya kepada toke akibat utang si pelapor ini juga kepada saya, sebab toke saya juga menagih-nagih saya dan bahkan toke saya itu mengancam saya akan di laporkan apabila tidak melunasi utang saya kepadanya, sehingga saya meminta kepada si pelapor untuk melunasi sisahnya dengan cara mengirim di nomor rekening saya aja senilai Rp 12 juta dan Rp 500.000 saya beri kompenisasi sama dia tapi Karena Pelapor bertele-tele, maka saya meminta kepadanya untuk menahan sementara mobilnya sebagai jaminan sebab saya takut si pelapor akan melarikan diri lagi, dan saya katakan saat itu kepadanya “carilah kekurangan nya dulu dalam 2 hari ini, setelah ada kembalilah dan ambil lah mobil mu sambil saya memberi no. rekening, no. Hp dan sekaligus menunjukkan tempat penginapan saya yang tidak jauh dari lokasi dimana kami ketemu oleh si pelapor.

Lalu si pelapor pergi dengan hati tidak ikhlas meninggalkan mobilnya dan mobil tersebut kami bawa ke tempat penginapan.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba datang Polisi dari Polres Bengkalis menangkap saya dan kawan-kawan, setelah itu Polres menitipkan kami di Polsek Mandau Duri, Riau, dengan alasan bahwa kami telah melakukan pencurian dengan kekerasan kepada si Pelapor dan disaat saya di BAP oleh penyidik, saya tidak didampingi oleh Kuasa Hukum makanya saya heran Pak Pengacara kok dalam BAP saya ada tanda tangan pengacara yang bernama Drs. Sugino, SH. Tutur Gusri Eka Putra…

Pengacara FREDDY SIMANJUNTAK, SH., MH yang merupakan Pimpinan dari Kantor Hukum FREDDY SIMANJUNTAK, SH., MH & Rekan setelah mendengarkan keterangan dari Gusri Eka Putra langsung mempertanyakan kebenaran itu kepada Penyidik AIPDA Yuliasman, SH apakah benar keterangan Gusri Eka Putra tidak didampingi Pengacara disaat di BAP, lalu penyidik Polsek Mandau Duri berpangkat AIPDA tersebut (Yuliasman, SH) menuturkan bahwa disaat mengambil BAP Sdr. Gusri Eka Putra, Kuasa Hukum yang kami tunjuk sebagai Penasihat Hukum Sdr. Gusri Eka Putra menghadiri dan saat itu Pengacara tidak duduk di sebelah Gusri Eka Putra melainkan duduknya berpindah-pindah tempat makanya Gusri Eka Putra tidak mengenal Pengacaranya itu. Tutur penyidik AIPDA Yuliasman, SH.

Keluarga Gusri Eka Putra juga menyampaikan kepada Advokat Freddy Simanjuntak, SH., MH dan Martinus Zebua, SH bahwa setelah 4 hari Gusri Eka Putra ditahan di Polsek Mandau Duri Riau, kami keluarga berupaya berdamai secara kekeluargaan dirumah keluarga si pelapor di Kandis namun keluarga si pelapor meminta uang perdamaian kepada kami senilai Rp. 100 Juta, lain lagi utang si pelapor yang sisah Rp 12.500.000, sehingga pada waktu itu tidak ada penyelesaian dan ada rekamannya pak…tutur istri dari Gusri Eka Putra.

Menanggapi permasalahan tersebut diatas, Advokat FREDDY SIMANJUNTAK, SH., MH dari Kantor Hukum FREDDY SIMANJUNTAK, SH., MH & Rekan menyampaikan kepada Awak media group dan Lembaga Gemantara Raya bahwa berdasarkan dari kronologi dan serta permasalahan hukum yang menimpah Client kami Tn. Gusri Eka Putra dan serta Surat Perintah Penangkapan Nomo: Sprin-kap/73/VIII/2019/Reskrim, tertanggal 23 Agustus 2019 yang ditanda tangani oleh Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Andries Setiawan, SH., SIK dan Surat Perintah Penahanan Nomo: Sprin-han/78/VIII/2019/RESKRIM, tertanggal 24 Agustus 2019 yang ditanda tangani oleh Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Andries Setiawan, SH., SIK yang di sangkakan kepada Tn. Gusri Eka Putra, dkk berdasarkan Pasal 365 Jo. 363 Jo 55, 56 KUHP yang tertuang didalam Surat Perintah Penangkapan dan Penahanan tidak penuh unsur dan salah penempatan Pasal, dan wajib dibebaskan demi hukum.
Dan dalam hal ini, saya sendiri Kuasa Hukum Tn. Gusri Eka Putra setelah melihat fakta hukum yang menimpa client saya, langsung saya konfirmasi kepada Kapolres Bengkalis melaui WA di Hp saya tapi sangat mengecewakan, Kapolres Bengkalis tidak menanggapi sama sekali apa yang kami beritahukan itu.

Advokat Martinus Zebua, SH yang merupakan Staf dari Kantor Hukum FREDDY SIMANJUNTAK, SH., MH & Rekan juga meambahkan bahwa dapat kita lihat didalam Pasal-Pasal yang tertuang dalam Surat Perintah Penangkapan dan Surat Perintah Penahanan kepada Client kami Tn. Gusri Eka Putra dapat kita simak bahwa yang tertuang didalam Pasal 365 KUHP adalah pencurian desertai dengan kekerasa dalam arti dari kekerasan itu sendiri adalah menggunakan tenaga atau kekuatan jasmani misalnya memukul pakai tangan atau dengan segala macam senjata, menyepak, menedang, dsb yang mengakibatkan si korban pingsan atau tidak berdaya lagi (lemah) artinya ada penganiayaan kepada korban, dan Pasal 363 tentang pencuria juga tidak memenuhi unsur, sebab pencurian itu adalah mengambil atau memindahkan barang sebagian atau seluruhnya kepunyaan orang lain tanpa sepengetahuan atau seizin kepada yang berhak dan dalapt saya jelaskan lagi bahwa didalam Surat Penangkapan dan Penahanan kepada Client kami Tn. Gusri Eka Putra di ancam Pasal 365 Jo. 363 Jo 55, 56 KUHP, kok didalam BAP Tn. Gusri Eka Putra ada penambahan Pasal 368 KUHP dalam arti Tn. Gusri Eka Putra melakukan pemerasan dan ancaman, darimana terdapat unsurnya, jadi ini kami berpendapat bahwa client kami Tn. Gusri Eka Putra telah dikriminalisasi oleh oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan kami harap demi keadilan dan kepastian hukum, agar Client kami Tn. Gusri Eka Putra dikeluarkan dan bebas demi kuhum.

Dan langkah hukum yang kita tempuh saat ini adalah mempersiapkan Gugatan Praperadilan sebab kita akan menggugat Kepolisian Negara Republik Indonesia Cq. Polres Bengkalis demi kepastian hukum di negara yang kita cinta ini. Tutur Martinus Zebua, SH.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *