Hidup Menjadi Keluarga Miskin Membuat Misa Kesulitan Membiayai Penyembuhan Anaknya

Gemantara.com Di tengah upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis, masih ada sebagian warga yang mengalami kesulitan mendapatkan perawatan kesehatan. Hal ini dialami oleh sebuah keluarga di Desa Muktijaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Saih Hidayat (28) tidak bisa berjalan dan tubuhnya sangat kurus sehingga terlihat seperti tulang berbalut kulit.

Kondisi kesehatan Saih semakin memburuk sejak jatuh sakit pada awal 2015 lalu.

Sudah lebih dari Empat tahun Saih hanya bisa berbaring dan duduk di tempat tidur.

Kini orangtua Saih, Misa Binti Cilin (54) hanya bisa pasrah dan membiarkan anaknya terbaring di rumahnya tanpa perawatan medis.

Hidup menjadi keluarga miskin membuat Misa, tidak mampu lagi membiayai penyembuhan anaknya.

” Saya tidak ada lagi biaya untuk mengobati anak saya, karena sekarang saya sudah tidak punya apa-apa lagi. Harta, tanah, semua sudah saya jual untuk mengobati anak sejak awal jatuh sakit dulu, tetapi tidak sembuh juga,” kata Misa kepada awak Media Gemantara raya.com kamis (30/11/19).

Saih menuturkan, ketika sejak awal merasakan sakit adalah dibagian belakang bokongnya.

” Awalnya saya merasa sakit di bagian belakang bokong, serasa digigit semut, sewaktu saya sedang duduk di bawah pohon, ditempat saya dulu sedang bekerja.kemudian Saya lihat tidak ada apa-apa. Sejak merasakan sakit itu, semua badan terasa panas dan menggigil, lalu saya berobat ke Puskesmas, Klinik dan sampai di rujuk ke rumah sakit Mery di daerah Cilengsi Bogor,” tuturnya.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit kondisi Saih tak juga membaik. Saih pun dianjurkan di rujuk kembali ke rumah sakit lain.

Melihat kondisi anaknya tak juga membaik, Misa Ibu dari Saih tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk mengobati anaknya, dikarnakan tidak adanya biaya untuk pengobatan.

“Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-hati saja saya susah,” tutur Misa.

Menurut Saih, dokter yang menanganinya mengatakan, bahwa ia ada Syaraf kejepit.

“Di rumah sakit saya di rawat selama Satu Bulan, tetapi kondisi saya tidak juga membaik, malah semakin parah sampai sekarang.

Selain berobat ke rumah sakit, Misa juga mengobati anaknya secara tradisional, hasilnya juga nihil.

Orang tua Saih juga sudah menjual tanah kebunnya, untuk kesembuhan anaknya.

“Sekarang sudah tidak lagi saya bawa ke rumah sakit, karena kami sudah tak lagi punya biaya untuk berobat, semua sudah saya jual untuk berobat.

Kini Saih hanya berharap ada pihak yang mau membantu biaya pengobatannya, untuk kesembuhan penyakitnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *