Janji Pemilu Dan Kebohongan Publik

Gemantara.com,Bangka Belitung – PEMILU dalam singkatan pemilihan umum merupakan pelaksanaan demokrasi yang ada di sebuah negara. Tetapi akankah pemilu berjalan lancar dengan sesuai janji yang disampaikan oleh kandidat swaktu pencalonan? Kata janji sudah sering masyarakat dengar dengan alasan mendasar yang melatar belakangi munculnya kekecewaan masyarakat tersebut akibat janji pemilu yang tak kunjung pernah menjadi kenyataan.Rakyat mulai sadar dan merasa hanya dibutuhkan suaranya saat pemilu,selanjutnya diabaikan ketika kekuasaan telah tercapai.Tatkala masyarakat bosan dengan sebuah persoalan janji yang dijanjikan seorang kandidat maka semua pelaksanaan demokrasi ini kedepannya akan tidak berjalan sedemikian rupa baiknya. Karna ada unsur kebohongan public yang disampaikan oleh seorang kandidat pemilu agar melabui masyarakat dalam citra baik dengan semata-mata untuk kepentingan masyarakat pada umumnya. Tetapi di balik bilik suara ada kepentingan peribadi bukan kepentingan masyarakat penuh. Karena hal ini bukan satu saki atau dua kali terjadi tetapi sudah sering ketika tibanya pemilu di manapun.maka kejadian sewaktu tibanya pemilu banyak kandidat memberikan promosi terhadap dirinya sendiri dan menciderai kepercayaan masyarakat untuk ikut bergabung memberikan hak-hak suara mereka dengan iklas dan memberikan kepercayaan penuh terhadap pasangan pemilu agar mereka menaruh kepercayaan yang dapat membantu mereka dikemudian hari padahal itu hanya kebohongan public semata yang nanti dapat terjadi ketimpangan demokrasi anata kaum bawah dan kaum atas.(Jum’at,30/04/21)

Hal ini tak terlepas dari semua kandidat yang ada di tingkat lokal maupun tingkat nasional.Semuanya pasti memiliki janji sebelum pencalonan kepala pemimpin. Entah itu bupati,walikota,DPRD,gubernur, maupun presiden. Semua pasti bergerak melalui janji politik yang disampaikan kepada masyarakat untuk sebagai alat memperomosikan dirinya agar dapat terpilih menjadi salah satu pejabat dari tingkat lokal sampai tingkat nasioanal sekalipun seketika mereka ingin naik merebut kursi-kursi parlemen. Hal ini masyarakat biasanya terpedaya dengan mulut-mulut manis yang mereka ucapkan.Padahal bentuk dari janji sebuah hati yang disampaikan ke pada masyarakat yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya karna perihal janji adalah hukum nya mutlak yang harus ditepati.Tetapi sayang beribu sayang, Sampai detik hari ini masih banyak yang belum usai menepati janjinya sampai di titi masa pemerintahanya usai dengan bersia-sia belaka. Yang tertinggal hanya kekecewaan masyarakat saja,Dengan penyesalan itu masyaarakat berkata “menyesal aku memilih dia sebagai pemimpin kami” hal ini lama-kelamaan akan berdampak pada anak cucu mereka karna engan untuk menyukai dunia politik bahkan nanti dapat berdampak untuk tidak ikut dalam berdemokrasi.Hanya gara-gara persoalan janji politik pemilu yang kalian berikan tidak sesuai dengan kenyataan yang dapat membuat sistem demokrasi kita lama-kelamaan akan memudar bahkan bisa hancur dengan sendirinya. Maka dari itu siapapun nanti yang ingin mencalonkan diri, maupun yang sudah duduk di kursi “kerajaan” setelah membaca cerita opini yang singat ini mereka dapat tersadarkan untuk melaksanakan janji yang belum usai mereka laksanakan kepada masayarakat yang dulunya punya janji sebagai janji politik dalam pemilu maka janji itu jadikan sebagai janji hati bukan janji politik semata.Karna sampai akhirat nanti juga anda akan di minta pertangung jawaban atas jabatan anda nanti kawan.

Strategi marketing politik dalam pemilu

Munculnya janji politik dalam pemilu semata-mata terbentuk adanya strategi marketing politik yang dibumbumi oleh janji politik oleh seorang kandidat yang ingin mencalonkan dirinya maupun yang sudah menduduki jabatan-jabatan pemerintahan. Strategi marketing politik biasanya di janjiin berupa di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi yang menunjang kesejahteraan masyarakat. Yang pada dasarnya adalah hanya angan-angan sebuah janji. Karna dari zaman orde lama sampai ke zaman orde baru masih aja bidang kesehatan tidak mampu mestabilitas kesehatan masyarakat yang memadai. Bahkan masih banyak masyarakat yang tidak terlayani di dalam dunia kesehatan. Karna masih banyak masyaarkat indonesia yang dapat bantuan kesehatan oleh pemerintah tetapi bidang kesehatan tidak melayani dengan baik. Bahkan mirisnya dilihat dari sebuah kelompok bawah atau atas. Bila mana dari kelompok bawah maka terdapat pelayanan yang kurang baik. Tetapi sebaliknya bila mana dari kelompok atas mereka melayani dengan sebaik-baiknya. Begitulah contoh salah satu yang belum dapat diselesaikan oleh para pemerintah yang dulunya swaktu mencalonkan diri dapat mengatasi hal-hal tersebut. Maka hal ini dapat memberikan isu yang baru di dalam dunia moderen. Kemudian permasalahan ini dapat mencitdra ruang-ruang public karna dapat memberikan kebohongan public yang nyata.

Kebohongan publik: kebohongan public merupakan hal yang sejenis di dalam dunia berpolitikan.Yang berupa sebagai hal yang sering dilakukan oleh para actor-aktor politik,Dimana actor-aktor politik melakukan aksi nya berupa janji politik yang dapat memberikan kesejahteraan rakyat agar mereka dapat memilih pemimpin yang mereka idam-idamkan.Tetapi hal ini hanya semata-mata hanya kebohongan public yang melabui rakyat untuk ikut percaya bahkan bila mana terpilih menjadi pemerintah mereka akan bersikap acuh tak acuh kepada masyarakat di kalangan bawah. hal inilah terciptanya kebohongan public itu berjalan. Manakala seperti hantu,Tidak kelihatan janji nya,Terkoar-koar di dalam kebohongan public. Kemudian pemilu mana yang tidak memiliki janji.Karna semua pemilu yang dilaksanakan kebanyakan janji,Bukan seruan hati. Untuk rakyat mereka mengabdi. Terjadilah kebohongan diri,Sehingga rakyat tak peduli lagi. Dengan demokrasi, Belum usai janji pemilu yang tahun lalu sudah di susul janji di tahun yang mendatang. Bagaimana rakyat ingin mempercayai karna sering dibohongi di ruang public. Semata-mata memberitahukan ke dunia bahwa dirinya mampu menumbuhkan kualitas pendidikan dan ekonomi yang menunjang kecukupan rakyat. Padahal itu hanya kebohongan yang tak Nampak, Nampak seketika sudah menjadi penjabat atau terpilih dari pencalonan.

(Gun”77)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *