KADES SUKANEGARA MINTA BUPATI TUTUP GALIAN TANAH DI KAMPUNG LEUWIJATI JONGGOL

Gemantara.com Bogor

Jonggol – Pengerukan tanah tak berizin di Kampung Leuwijati, Desa Sukanegara Kecamatan Jonggol, meresahkan warga. Sejak adanya pengerukan tanah, jalan di desa tersebut dipenuhi truk-truk pengangkut tanah yang mondar-mandir hingga mengganggu akses jalan warga.

”Jalan di lingkungan kami rusak dan ambles, sementara tiap hari bisa puluhan truk mondar-mandir membawa tanah,” keluh seorang warga Desa Sukanegara, Aria (21) kepada wartawan.

Selain mengganggu akses jalan, lanjut dia, tanah yang tercecer membuat pengendara motor banyak yang jatuh. Akibat galian tersebut ketika musim panas, jalanan menjadi berdebu dan licin ketika hujan.

“Jalan ini jadi rawan kecelakaan,” ucapnya.

Sementara itu, Kades Sukanegara, Muhibatul Islamiyah mengungkapkan, galian tanah yang tidak memiliki ijin itu sudah berjalan sekitar 10 tahum.

“Kalau warga pasti belum mengetahui apakah perusahaan yang melakukan galian itu sudah mengantongi izin atau belum. Namun saya selaku kepala desa bisa menegaskan bahwa galian di Kampung Leuwijati itu belum memiliki ijin,” ungkapnya.

Ia juga mengaku selama ada galian tanah tersebut, pemiliknya belum pernah datang ke desa dan pihaknya akan melakukan laporan untuk menutup galian ilegal tersebut.

“Karena mengganggu warga kami dan membuat jalan rusak, galian akan saya usulkan untuk ditutup,” ungkapnya.

Ia juga meminta Kabupaten Bogor segera mengambil tindakan tegas ikut menutup galian tanah ilegal. Jika dibiarkan, bisa-bisa tanah yang dikeruk tidak akan direklamasi dan ditinggal begitu saja. Selain itu, hal tersebut bisa menimbulkan longsor di sekitar daerah pengerukan.

“Mereka yang untung dan kami terkena dampak kerugian lingkungannya, makanya saya memohon ke Bupati Bogor agar segera menutup galian tanah yang sudah meresahkan warga ,” pungkasnya.

By Tenor Amin Gematara

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *