Kadis Perikanan Monitoring Dan Survey Harga Ikan Di Tangkahan Pantai Sohahau Kecamatan Lahewa

Kadis Perikanan Monitoring Dan Survey Harga Ikan Di Tangkahan Pantai Sohahau Kecamatan Lahewa

Gemantara. com (Nias Utara), Pada hari Jumat (17/04) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua bersama Pendamping Lembaga Pengelolaan Usaha Laut dan Perikanan An. Septinus Mendrofa.

Monitoring dan Survey ini dilakukan oleh Dinas Perikanan Nias Utara merupakan kegiatan rutin untuk di ketahui harga ikan hasil tangkapan nelayan dan juga harga jual di pasaran. Yang beberapa pekan ini penghasilan nelayan masih tetap, namun harga jualnya di pasaran sangat menurun sekira 60% dari harga sebelumnya akibat Covid -19.”Sebutnya”

Sabar Jaya Telaumbanua Kadis Perikanan Nisut, mengatakan kepada media di tangkahan pantai sohahau bahwa tadi kita bertanya kepada salah seorang penampung ikan hasil dari nelayan An. Martin Zalukhu. Yang sehari harinya dia bersama keluarganya, menampung ikan teri dari kelompok Nelayan dengan harga biasanya 60ribu /Kg, dan di olah menjadi kering baru di jual di pasaran. Dengan kurangnya pembeli di pasaran sehingga menurun harga ikan hanya 35 rbu/kg. Sehingga hal ini terjadi kerugian besar terhadap penampung atau paran pedagang ikan. 

Lanjut Sabar Jaya, ini yang perlu kita mencari solusi bagaimana supaya pemerintah pusat dan daerah untuk embuka salah satu jalan agar hasil pendapatan nelayan dapat stabil dan tidak terjadi penurunan harga.

Ketika di konfirmasi kepada Bagian Pendamping Permodalan Lembaga Pengelola Usaha Laut dan Perikanan An. Septinus Mendròfa mengatakan bahwa tujuan kita disini untuk melakukan survey hasil kelompok nelayan supaya pendapatan laut semakin meningkat. 

Lanjutnya “yang perlu dikembangkan termasuk akses permodalan kemarin kelompok KUB Putra Pantai Utara I pernah mengajukan permohonan melalui proposal permodalan kepada Lembaga Pengelola Usaha Modal Kelautan dan Perikanan berupa pinjaman kepada pelaku usaha nelayan, supaya usaha mereka tidak terbentur dan tetap berkembang. 

Karena akses permodalan sangat terbantu para pelaku usaha nelayan dan bisa terjangkau bunganya hanya sekitar 3% per tahun, tetapi kita masih proses pengajuan proposal berhubung karena wabah covid-19 ini. Jadi mudah-mudahan dapat dikembangkan disini dengan adanya nanti pinjaman modal ini bisa masyarakat nelayan kita pelaku usaha perikanan yang ada di putra pantai utara I, bisa mengembangkan usahanya lebih cepat lagi.

Pendamping Kelompok Nelayan Septinus Mendrofa mengatakan bahwa sebelumnya kita sudah mengusulkan kepada pihak pemerintah pusat untuk kelompok KUB Putra Utara I Pantai Sohahau mendapatkan modal simpan pinjam dengan situasi saat ini kita harus monitoring dan survey pendapatan nelayan dan harga pasaran.

Menurutnya harga Ikan saat ini di pasaran sudah menurun 60% dari sebelumnya di sebabkan karena keadaan yang saat ini adalah covid 19, sehingga pembeli atau penampung ikan menurun akhirnya pendapatan kelompok semakin menurun dan hasil tangkapan ikan sangat tinggi sehingga kelompok sulit untuk menjual kemana. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *