Ketua DPRD Nisut, Di duga paksakan Pembahasan KUA PPAS P.APBD,2019.Tanpa Anggota Badan Anggaran 

Ketua DPRD Nisut, Di duga paksakan Pembahasan KUA PPAS P.APBD,2019.Tanpa Anggota Badan Anggaran 

Gemantara.Com (Nias Utara) Pada hari juma’at, (20/09/2019) Ketua DPRD Nisut, Hisikia harefa.Menerbitkan surat undangan rapat Pembahasan KUA PPAS P. APBD 2019.Yang hanya di hadiri oleh Ketua DPRD Hisikia Harefa  dan Arozamati Gea, dan satu orang anggota DPRD.

Dan besok lagi hari sabtu, 21/09/2.19.Mengundang kembali rapat badan anggaran dan pemerintah daerah Dalam hal ini Bupati Nisut, TAPDA serta Kepala OPD.Dengan Nomor :005/186/DPRD/2019 perihal Undangan Rapat. Tentang lanjutan pembahasan Dokumen Rancangan KUA PPAS dan P.APBD 2019.Hal ini di duga kuat hanya keinginan sendiri, tanpa dilakukan rapat internal badan anggaran. Dan termasuk memperlakukan lembaga DPRD seperti memimpin keluarga tanpa mematuhi aturan yang ada. 

Menurut informasi yang di peroleh krun media ini, ketidak hadiran anggota Banggar lainnya pada rapat tersebut, ternyata ketua DPDR telah menerbitkan SPT kepada Badan anggaran untuk konsultasi di mendagri RI di jakarta. Dari tanggal 18 – 20 September 2019.

Sehingga menimbulkan diduga terhadap ketua DPRD Nisut berkesempatan untuk mengkondisikan pembahasan bersama pemerintah daerah yang hanya di ikuti oleh 3 orang yang notabene dari fraksi demokrat 2 org dan satu lagi dari satu  Nasdem …!!!

Setelah di konfimasi oleh media Gemantara.Com. kepada salah seorang Anggota DPRD Nisut.Noferman Zega dan juga termasuk anggota Banggar di lembaga DPRD.Melalui pesan singkat mengatakan bahwa. Saya juga heran adanya yang terjadi di lembaga DPRD Nisut. Pada hal prinsip Badan Anggaran sudah di berikan kewenangan secara undang-undang untuk melakukan pembahasan P.APBD, namun dalam perjalanannya ada beberapa hal yang perlu di konsultasikan oleh badan anggaran baik di biro OTDA provinsi Sumut, maupun di kemendagri RI di jakarta.

Sehubungan dengan RANPERDA pertanggungjawaban APBD tahun 2018 telah ditolak oleh Lembaga DPRD. Dalam hal ini telah di sepakati oleh pimpinan dan badan anggaran untuk melakukan konsultasi tentang hal tersebut diatas,agar tidak terjadi persoalan dan pelanggaran hukum di kemudian hari. 

Sehingga Ketua DPRD telah menerbitkan SPT untk konsultasi dimaksud mulai pada tgl 18-20 septmber 2019 yang di didalamnya termasuk tiga pimpinan DPRD dan seluruh anggota badan anggaran.Tanda tanya bagi kami kenapa ketua DPRD tidak ikut konsultasi saat itu, malah melakukan rapat dan pembahasan KUA PPAS P.APBD 2019 di lembaga DPRD yang hanya di hadiri oleh ketua DPRD Hisikia harefa dan satu orang anggota banggar yaitu arozamati gea dan satu orang anggota DPRD dari Nasdem. “Turunnya”

Menurutnya tindakan ketua DPRD Nisut, benar benar melanggar aturan dan ketentuan yang ada. Apalagi laporan konsultasi badan anggaran tidak di tunggu sebagai pedoman untuk meneruskan pembahasan.jelas Noferman Zega

Menurut tanggapan dari Anggota DPRD Arozamati Gea yang hadir pada rapat tersebut.ketika di konfimasi.Mengatakan melalui pesan singkat. Dianya tidak bisa memberikan komentar karena dari redaksi diatas terkesan menghakimi.Namun demikian Kalau masalah rangkaian  kegiatan pembahasan  P-APBD sedang dalam proses.Dan Rapat tersebut, sampai saat ini tidak ada yang melanggar aturan karena belum ada keputusan.” Ungkapnya. 

Arimei Zega,anggota DPRD Nisut.Dan sebagai anggota Badan Anggaran menanggapi hal ini, ketika di konfimasi melalui nomor Whatsappnya.mengatakan maaf…

Kebetulan saya tidak kekantor beberapa hari ini dan memang saya mendengar infomasi seperti yang saudara sampaikan. Saya secara pribadi, apa yang dilakukan oleh ketua DPRD Nias Utara ini, sedang mempermalukan lembaga DPRD Nisut dan juga memepermalukan diri sendiri.”Tusnya”

Menurut Arimei Zega Bagaimana seorang ketua Memaksakan rapat badan anggaran sementara ketua DPRD sendiri sudah menandatangani SPT anggota badan anggaran bersama kedua pimpinan DPRD untuk konsultasi ke kementrian dalam negri mengenai Rencana pembahasan KUPA dan PPAS.

Tambahnya”Sedangkan SPT badan anggaran saja yang ditandatangani oleh ketua DPRD sendiri baru berakhir hari sabtu. Tentu hasil konsultasi dari badan  anggran ini nanti disampaikan dulu baru dibicarakan apakah dilakukan proses pembahasan atau tidak. Makanya saya agak bingung, kok Ketua DPRD nias utara ini memaksakan hal tersebuat ada permainan apa ini” Sebut Arimei Zega

Saya juga mengharapkan kepada Rekan2 juru warta dan LSM agar betul2 serius untuk menyoroti hal ini.Tambah lagi Arimei Zega aneh lagi saya dengar juga pada rapat Badan musyawarah, daftar hadir rapat sudah disobek oleh salah seorang anggota DPRD karna rapat penetapan jadwal yg termasuk hari ini dan besok dilakukan secara sepihak” kesalnya” (febeanus zal) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *