Ketua Komite SMK N 1 Lahewa, Angkat Bicara Pembayaran Rp.200 ribu/siswa, Belum Ada Kesepakatan 

Ketua Komite SMK N 1 Lahewa, Angkat Bicara Pembayaran Rp.200 ribu/siswa, Belum Ada Kesepakatan 

Gemantara.Com (Nias Utara) Rabu (25/09/2019) terkait penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lahewa mulai membuahkan hasil.

“Setelah di konfirmasi oleh Media Gemantara.Com Ketua Komite SMK Negeri 1 Lahewa an, Bedali Lase melalui nomor selulernya pada beberapa hari yang lalu terkait pemberitaan Media Gemantara.Com pada tanggal (10/09/2019) dengan judul; “Siswa Penerima PIP Di SMK N 1 Lahewa bayar Rp. 200 Ribu ke pihak Sekolah”

Bedali Lase menjelaskan bahwa pembayaran atau pengutipan itu terhadap para siswa yang menerima dana PIP tidak pernah ada rapat di sekolah yang di hadiri baik komite maupun bersama orangtua murid, untuk mengambil satu kesepakatan dengan membayarkan kepada pihak sekolah Rp.200 ribu persiswa. “tegas Ketua Komite”

Memang pernah kepala Sekolah SMK N 1 Lahewa An. Sulaeman Harefa menghubungi saya tentang pencairan dana PiP itu, dan saya pada saat itu kebetualan berada di Medan. Dan apa percakapan kami melalui telepon, dia mengatakan pak komite dana PIP sudah dapat di lakukan penarikan oleh siswa tapi ke Bank BNI Gunungsitoli.

Kaseknya menyampaikan kepada saya, bagaimana kalau kita sewa mobil untuk membawa para siswa kesana dengan alasannya hanya menjaga keselamatan dan juga hal-hal yang tidak kita inginkan.Tentu apa yang di sampaikan oleh kasek itu, menurut saya sangat baik. Sehingga saya menyetujui, tapi masalah besaran atau nominalnya berapa di bayar oleh siswa untuk itu belum saya ketahui apa lagi menyetujuinya “Jelas Bedali”

Awalnya informasi ini, di ketahui ada pembayaran dari para siswa penerima dana PIP sebesar Rp.200 ribu persiswa ke pihak sekolah yang di duga pungutan liar (PUNGLI) berdasarkan informasi dari masyarakat atau orang tua/wali murid yang merasa hak anaknya dimanfaatkan oleh oknum guru SMK Negeri 1 Lahewa.

Orangtua menjelaskan, pembayaran itu, tidak pernah ada musyawarah atau kesepakatan di tingkat sekolah hanya merupakan pesan dari pihak sekolah kepada siswa untuk di sampaikan kepada masing masing orangtuanya.

Dan salah seorang antara orangtua Siswa yang tidak mau di tulis namanya dalam berita ini, mengatakan pada saat itu anak saya menyampaikan kepada pihak Guru yang mengantar siswa, ke BNI Gunungsitoli, pak…… Saya tidak mengendarai mobil sewa, karena saya takut mabuk, tapi oknum guru tersebut tidak menghiraukan, apa yang di sampaikan anak saya.

Sehingga saat itu oknum guru menegaskan dana anak saya, apa yang menjadi kesepakatan harus kamu bayarkan Rp.200 ribu, sekalipun kamu tidak naik mobil yang sudah di sewa, dan anak saya langsung membayar 200 ribu, sekalipnu dia mengendarai sepeda motor bersama abangnya “Kesal Orangtua”

Sementara Sulaeman Harefa, Kepala sekolah SMK Negeri 1 Lahewa, saat diwawancarai awak media diruang kerjanya. Membenarkan informasi itu, bahwa adanya pembayaran yang Rp.200 ribu persiswa, kepada pihak sekolah khususnya bagi murid yang menerima Dana PIP (Program Indonesian Pinter).Tetapi sudah ada kesepakatan baik dari Komite sekolah maupun dari orangtua siswa Selasa, (10/09/2019)

Dari hasil konfirmasi tersebut, dijelaskan kepala sekolah kepada awak media, memang kami telah menerima uang dari siswa yang menerima dana PIP tersebut sebesar Rp 200.000 Ribu/siswa. Dengan rinciannya adalah biaya transportasi sebesar Rp 70.000 dari Lahewa ke BNI Gunungsitoli (PP) untuk uang makan Rp 30.000 dan uang terimakasih kepada pihak guru sebesar Rp 100.000.” Kata Sulaiman Harefa.

Ketika wartawan pertanyakan, apakah pembayaran itu telah diketahui orang tua/wali murid atau ada musyawarah? Sulaeman Harefa menjawab, “pihak sekolah belum pernah  mengadakan rapat sebelumnya dengan orang tua/wali murid terkait pembayaran uang itu. Namun, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan ketua Komite sebagai perwakilan orang tua/wali murid, dan Ketua Komite juga langsung menyetujuinya” Ungkap Sulaeman Harefa”

Setianus Gea, SE, Bendahara DPD Gemantara Raya, Kepulauan Nias dan Media Grup FKM2 Polri menanggapi hal ini. Bahwa pembayaran itu sudah melampauhi batas kewajaran dan tidak sepantasnya pihak sekolah melakukan itu karena dana PIP merupakan bantuan langsung kepada siswa. 

“Dia mengharapkan kepada pihak Dinas Pendidikan Propinsi Sumut dan pihak Kacabdis Gunungsitoli supaya menanggapi hal ini, agar tidak merajalela pungutan liar di tingkat SMA/SMK di Kepulauan Nias yang sering viral di media sosial ” harapnya” (Tim) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *