*KONI abnormal; Wakil ketua II angkat bicara*

*KONI abnormal; Wakil ketua II angkat bicara*

BENGKALIS – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bengkalis periode (2018-2022) menjadi sorotan, dinilai pada kepengurusan yang sekarang dibawah kepemimpinan Darma firdaus.s alias ucok sama sekali tak berjalan sesuai dengan yang telah diamanatkan organisasinya, sebagaimana telah diatur dalam (AD/ART) atau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga maupun Peraturan Organisasi (PO) organisasi itu, dan ini menjadi presedent buruk.

“Diungkapkan wakil Ketua II KONI kabupaten Bengkalis M.fachrorozi, belum lama ini mundur dari jabatannya serta kepengurusan, dikatakannya Sebagai Laboraturium dan juga fasilitator dalam dunia olahraga prestasi sekaligus menjadi organisasi nirlaba yang tidak berafliasi dengan politik, seharusnya KONI Kabupaten Bengkalis mampu mencerminkan perlakuan yang profesional serta bijak dalam mengorganisasikan baik pada jajaran internal kepengurusan hingga ke cabang olahraga sebagai anggota dibawahnya,” jelas peria yang kesehariannya akrab disapa Agam.

Secara resmi sikap pengunduran atas dirinya itu tepatnya hari jum’at (29/11/2019) yang lalu ketika dirinya untuk pertama kalinya mendapatkan undangan resmi dari KONI dalam acara rapat pengurus KONI kabupaten Bengkalis yang undangannya bernomor: 119/KONI-SEKR/XI/2019, sebagai unsur pimpinan dirinya antusias untuk hadir pada rapat tersebut mengingat banyaknya berbagai hal urgensi yang harus ia sampaikan dihadapan ketua dan semua jajaran unsur pengurus termasuk juga tentang keinginan sikap mundurnya,” sebut agam.

Namun pada hari dan tanggal undangan tersebut ketua KONI kabupaten Bengkalis Darma firdaus sama sekali tidak hadir dalam rapat yang dimaksud, dengan alasan berangkat keluar kota, tapi rasanya itu cuma alasannya saja untuk menghindar dan hal inipun sontak membuat lagi ketersinggungan agam, dianggapnya sebagai ketua ucok tidak sportif apalagi rapat yang dilaksanakan dikantor KONI Bengkalis itu kepentingannya besar, mengenai persiapan kegiatan rapat anggota dan pemberian bonus atlit untuk tahung 2019 ini,” bebernya.

Diakui agam, setelah pelantikan pengurus KONI pada november 2018 silam berjalan hingga sekarang berumur satu tahun, yang namanya urusan rapat-rapat bersama pengurus hal itu boleh dibilang sulit sekali untuk terlaksana, sehingga membuat akses komunikasi dan interaksi positif tak terbuka menjadikan KONI berada pada titik kebuntuan dalam menetapkan proporsionalitas tentang arah kebijakan yang strategis, padahal menurut agam dalam sebuah organisasi apalagi sekelas KONI, rapat itu juga penting,” jelasnya.

Lanjutnya lagi, selaku ketua ucok telah ceroboh melakukan kesalahan secara organisasi, diantaranya menyangkut pergantian antar waktu (PAW) pengurus KONI, sama sekali tidak dapat diterima dalam prosesnya, karena untuk pelaksanaan formalnya harus melalui agenda rapat pleno KONI sebagaimana diatur pada pasal 28 ART tentang Pergantian Antar Waktu, unsurnya terpenuhi melalui rapat pleno pengurus, sementara hal itu tidak pernah terlaksana dan diketahui pengurus termasuk dirinya sebagai unsur pimpinan lansung tidak mengetahuinya,” terang agam.

“Dan lagi dikatakan agam rapat pleno itu forumnya melibatkan semua unsur pengurus serta keputusan sahnya apabila dihadiri sekurangnya 50%+1 dari jumlah pengurus dan ini ketentuan yang diatur dalam pasal 37 ART KONI ayat 7 huruf (c), mengenai terbitnya SK PAW dari ketua umum KONI Riau tertanggal (25/10/2019) itu dengan nomor 46 tahun 2019, tentunya berdasarkan usulan dari KONI Bengkalis, tertuang pada konsederan SK bait memperhatikan poin ke 4 berbunyi Berita Acara Rapat Pleno evaluasi kepengurusan KONI Kabupaten Bengkalis masa bakti 2018-2022 tanggal 24 Oktober 2019.

Aneh dan konyol, keras dugaan terjadi pembohongan serta pemalsuan dokumen, setelah tanggal 27 November 2019 lalu mengetahui adanya SK PAW, agam lalu mengkroscek ke jajaran pengurus, dan hampir sebahagian besar mengatakan tidak tau adanya agenda rapat pleno, info yang agam dapatkan dari kawan pengurus malah lain, mereka justru dihubungi dan dimintai membubuhkan tanda tangan sebagai administrasi pencairan gaji dua bulan, jelas kecurigaan kita ini permainan, tanda tangan pengurus disalah gunakan untuk memenuhi berita acara yang mereka olah.

Mestinya ucok jentel saja tak perlulah rasanya melakukan hal yang bisa berdampak buruk terhadap dirinya nanti, apalagi orang-orang yang iya PAW kan itu memang sudah sportif untuk mundur dari jabatan, jadi elegan sajalah mainya bro tak perlu lakukan pemalsuan sistim, dan agam mengatakan dirinya secara pribadi tidak akan marah ketika ketua KONI melakukan dengan cara yang baik dan benar, dan diingatkannya juga kawan-kawan yang terzolimi oleh ucok itu tak lain ialah orang yang punya kontribusi jasa dalam mengantarkan dirinya (ucok) sebagai ketua,” terang agam mengingatkan.

“Kepemimpinannya selama satu tahun ini nanti, ketua KONI wajib memaparkan dihadapan peserta forum sebagai bentuk Laporan pertanggung jawaban jabatannya satu tahun dalam sidang Rapat Anggota KONI, Rapat Anggota itu merupakan salah satu amanah Organisasi yang pelaksanaannya setidaknya sekali dalam satu tahun, kekuatan Rapatnya setingkat dibawah Musorkab/kot bagi tinggkat Kabupaten/kota, artinya keputusan rekomendasinya kuat, disitu pula nantinya kualitas leadership seorang ketua akan teruji kemampuannya dihadapan Anggota, kita tunggu kehadirannya,” terang agam.(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *