Konsep Trias Pidana LBH KUBI Berhasil : Vonis 8 Tahun Penjara Pelaku Pemerkosaan Korban Disabilitas

Gemantara.com,Bangka Belitung – LBH KUBI mengadvokasi perkara pemerkosaan terhadap korban (RJ) perempuan penyandang disabilitas (tunarungu dan tunawicara) yang kala itu mengandung 7 bulan.Perkara ini awalnya sempat stagnan di Polsek Belinyu. Setelah melakukan langkah advokasi dan konsultasi ke Polda Babel.(kamis,05/11/2021).

LBH KUBI kemudian membuat pengaduan masyarakat (DUMAS) yang ditujukan kepada pihak Bagwassidik Polda Bangka Belitung guna membuat atensi dan gelar perkara di Polres Bangka.Dalam gelar perkara tersebut sempat mengalami dialektika yang alot antara konsep matriks pembuktian alat bukti pada saat gelar perkara di Polres Bangka dengan konsep Trias Pidana yang dinarasikan LBH KUBI dalam menemukan atau menafsirkan titik terang dalam unsur pasal yang dikenakan.

        Setelah matang dilakukan gelar perkara di pihak kepolisian, perkara ini kemudian dilanjutkan sesuai dengan proses hukum selanjutnya.Di samping itu pula LBH KUBI melakukan surat menyurat resmi via email dengan beberapa lembaga pusat  yang dikira relevan dengan perkara yang sedang terjadi,untuk memohon atensi dan pengawalan perkara ini diantaranya adalah KPAI,LPSK,Komnas HAM,dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia.

Hal ini dilakukan tentu sebagai bentuk upaya LBH KUBI dalam mengawal keadilan dan kepastian hukum terhadap korban perempuan penyandang disabilitas yang melaporkan kepada LBH KUBI, jangan sampai nanti sampai lahirnya bayi korban nilai-nilai keadilan masih dinestapakan di Provinsi Bangka Belitung yang kita cintai ini.

Kemudian proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,melalui Pengadilan Negeri Sungailiat,pada kamis 2 September 2021 terdakwa pun divonis dengan pasal 286 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan putusan selama 8 tahun pidana penjara.Hal ini pun disambut baik oleh pihak keluarga korban dan merasa puas serta terpenuhinya rasa keadilan bagi korban dan keluarganya,Orang Tua korban pun menanggapi putusan ini “Syukurlah mudah-mudahan terpidana (S) jera atas semua perbuatanya,dan tidak mengulanginya lagi di kemudian hari dan semoga bisa jadi pelajaran bagi anak-anak muda di Kecematan Belinyu terkhususnya di desa Gunung Muda”, kata orang tua korban.

Pihak kuasa hukum yakni LBH KUBI yang diwakili oleh Direktur LBH KUBI L.M Aprizal Palewa Putra,S.H juga memberikan tanggapan terhadap putusan ini “Pertama kami mengapresiasi kepada seluruh elemen terlibat dalam perjuangan keadilan ini baik dari pihak kami selaku kuasa hukum, kemudian kepada seluruh aparat penegak hukum baik di tingkat Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Sungailiat,lembaga pusat yang turut mengawal serta segala atensi yang membersamai proses penegakan keadilan dan kepastian hukum dalam proses perkara ini, dan yang terakhir adalah harapan kami kedepanya bagi keadilan terhadap mereka yang butuh bantuan kita,bahwa perempuan, anak dan kelompok rentan lainya rawan terhadapnya terjadi tindak pidana,oleh sebab itu mari kita bersama-sama menjaga dan melindungi mereka,dan semoga segala pihak mendaptkan hikmah dari vonis pengadilan ini,dan harapanya kedepanya tidak terjadi lagi”,jelas Direktur LBH KUBI L.M Aprizal Palewa Putra,SH

Diakhir tulisan ini kemudian disimpulkan bahwa hendaknya kita dalam penegakan hukum juga membutuhkan andil segala pihak dalam pencegahan,hingga kejadian serupa tidak terulang kepada orang lain di Bangka Belitung.

Sebuah adagium dari pakar hukum yang menyatakan : ”Keadilan dan kebenaran seringkali dating terlambat namun satu waktu dia akan bangkit untuk mengejarnya”.(Alm.Prof Sahetapy-Ahli Pidana)

(Gun”77)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *