Kuasa Hukum Fredy Simanjuntak, SH MH: Penangkapan 7 Pekerja Yang Dilakukan Polres Kampar Terindikasi Banyak Pelanggaran

Kuasa Hukum Fredy Simanjuntak,SH MH: Penangkapan 7 Pekerja Oleh Polres Kampar Terindikasi Banyak Pelanggaran

Breaking news Gemantara.com

Freddy Simanjuntak dan Martinus Zebua bersama Kapolres Kampar AKBP.Andri Ananta, S.I.K Konferensi pers terkait penangkapan para pekerja di jl.Garuda sakti km 11.5 Wilayah hukum Polres Kampar Riau tanggal 14 Juni 2019.

Konferensi pers yang langsung di pimpin oleh ketua media group FKM2 Polri (gemantara.com) provinsi Riau Rudy tersebut dihalaman kantor Satreskrim Polres Kampar terkait penangkapan para pekerja serabutan yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian (Polres)Kampar mendapat jawaban yang mencengangkan.

Betapa pihak kepolisian saat ini sedang di apresiasi oleh masyarakat Indonesia atas ramah tamah dan sistem perlindungan dan pengayoman masyarakat yang dinilai baik dan cukup menyenangkan disertai beberapa perintah dan himbauan Kapolri untuk penegakan hukum benar2 terealisasi dengan baik dan sesuai prosedur hukum, tidak terkecuali kepada anggota Kepolisian yang melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum.

Namun dari sisi lain, sepak terjangnya terkadang membuat masyarakat menakutkan dalam tindakan penegakan hukum seperti di sampaikan oleh kuasa hukum pekerja(Freddy Simanjuntak, SH,MH dan Martinus Zebua,SH) yang mana para pekerja tertangkap ketika ingin cari nafkah untuk kelangsungan hidup keluarganya di Kabupaten Kampar, bahkan menurut penerima kuasa pengelola lahan (pak Dialis/Yafet Laia) dan pekerja mengalami kerugian atas tindakan aparat polres Kampar tersebut karena barang barang dan alat kerja mereka hancur dan hilang tanpa tau siapa yang melakukan dan mengambil pasca penangkapan para pekerja tersebut.

Menurut kuasa hukum bahwa penangkapan para pekerja yang dilakukan oleh jajaran Polres kampar sangat mencoreng penegakan hukum di negara kita, bagaimana tidak : orang yang tidak tau menahu permasalahan ditangkap dan digiring tanpa diberikan haknya untuk mendapat alasan penangkapan termasuk surat tugas, dan lucunya yang ditangkap tidak terlibat dalam kasus seperti yang pihak Polres Kampar maksud dan dipulangikan kembali.

Kita tidak habis pikir apa yang dimaksud dan mengapa pihak Polres Kampar begitu nekat melakukan hal ini, bahkan salah satu dari pekerja tersebut (Irwan Dachi)menjadi tersangka pemukulan kepada salah seseorang, sementara Irwan tidak melakukan hal yang dimaksud oleh penyidik Polres Kampar, dan bahkan sampai di jebolkan ke sel dalam keadaan belum menandatangani berkas acara.

Ditambahkan kuasa hukum bahkan Kornelius yang juga salah satu pekerja yang ikut tertangkap juga mendapat hadiah tokokan dikepalanya yang dilakukan oleh pihak penyidik demi jawaban keterangan yang pihak Kepolisian Resort Kabupaten Kampar inginkan, termasuk video kejadian penangkapan raib setelah geledahan tim penyidik.

Ditanya wartawan kelanjutan kasus ini dan apa yang akan dilakukan oleh pihak kuasa hukum?
Tim kuasa hukum mastikan akan menempuh jalur hukum yang prosedural, termasuk segera melakukan pra peradilan atas tindakan Polres Kampar dalam melakukan penegakan hukum yang menurut kami konyol tersebut.

Disisi lain Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta,S.I.K menjelaskan bahwa pihaknya sudah prosedur, dan pihak Polres Kampar menindak lanjuti laporan masyarakat (korban pemukulan) yang diduga dilakukan oleh pihak preman di area sawit tersebut.

Menurut Kapolres Kampar bahwa kita melakukan pengusutan lebih lanjut mengenai kasus ini.
terkait historis penangkapan yang dijelaskan tim kuasa hukum pekerja oleh jajaran Polres kampar, Kapolres tidak menjelaskan secara rinci dan mengarahkan untuk bersama sama mengikuti perkembangan kasus ini, termasuk mempersilahkan tim kuasa hukum untuk mendampingi.

Rudy (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *