MAHASISWA UNPAM MENELUSURI KASUS PERAMPASAN TANAH WARGA

Gemantara.com

Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan, kasus kasus perampasan tanah di Jalan Beruang, Pondok Ranji, Ciputat, yang sedang menyelesaikan Polda Metro Jaya. Penyelidikan kasus ini berjalan di tempat.

Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan, meelusuri kasus dugaan perampasan tanah di Jalan Beruang, Pondok Ranji, Ciputat, sedang sedang menghadapi Polda Metro Jaya. Penyelidikan kasus ini berjalan di tempat.

Humas KBM Universitas Pamulang Freddy Mairuhu mempertanyakan kepidik yang saat ini tidak menindak pelaku.

“Berdasarkan bukti yang ada, pelaku yang bernama Lilik Soestiningsih jelas merampas tanah yang luasnya lebih dari 7.000 m2 milik ahli waris Keman bin Seli,” kata Freddy.

Dari penuturan ahli waris, jelas Freddy, Ada seorang oknum penyidik ​​di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, yaitu Brigadir S Andy Prabowo berpihak pada pelaku.

Keberpihakannya yaitu dengan memasang plang dan garis polisi di tanah yang disengketakan tersebut.

“Dia memasang plang dan garis polisi tanpa dasar hukum yang kuat, atau tidak lolos pengadilan,” ujarnya.

Karena perbuatannya itu, Andy Prabowo mengaku ke Propam Polri. Nomor laporannya SPSP2 / 2546 / VIII / 2017 / BAGYANDUAN tertanggal 4 Agustus 2017.

Ironisnya lagi, sampai saat ini Propam Polri juga tidak menindak Andy Prabowo, bahkan terkesan dengan lagunya. “Ahli waris Keman bin Seli hanya dijanji-janjikan saja, tapi tidak ada tindakan konkret,” tukasnya.

Freddy paksa, jadul akan terjerumus proses ini. Ia pun mempertanyakan komitmen Kapolri Jenderal Tito Karnavian terhadap pemberantasan mafia tanah yang melibatkan oknum anggota Polri.

“Kapolri sudah meneken MoU pemberantasan mafia tanah, tapi nyatanya mafia dan oknum Polri ikut merampas tanah milik rakyat,” tukasnya.

Salah satu ahli waris, Niman, tambah, Lilik Soestiningsih sudah cukup lama ditetapkan sebagai tersangka.

“Kok bisa ya, seorang tersangka dibiarkan bebas cukup lama tanpa ada kepastian hukum. Dia bisa melakukan apa saja untuk mengatasi proses hukum, “kata Niman.

Katanya, untuk kembali kembali hak atas tanah tersebut, keluarga berencana akan mengadukan masalah ini ke Komisi III DPR, Ombudsman, dan Kompolnas.

“Sebelumnya kami sudah menyerahkan surat pengaduan ke Presiden Jokowi, Menteri Agraria, dan Menko Polhukam,” ungkapnya.

Freddy kembali, KBM Universitas Pamulang akan mengawal para ahli waris sampai kasus ini selesai. (DD)

Tag

Tenor amin gematara

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *