Mall Xchange Bintaro Tidak Bisa Mengelak Lagi, Harus Kembalikan Tanah Warga

Mall Xchange Bintaro Tidak Bisa Mengelak Lagi, Harus Kembalikan Tanah Warga

JAKARTA, PT. Jaya Real Property, Tbk selaku pengembang Bintaro Xchange Mall tidak dapat mengelak lagi untuk mengembalikan tanah seluas 11.320 m2 kepada ahli waris dari (alm) Alin bin Embing.

Kuasa ahli waris penuh, Poly Betaubun mengatakan Lurah Pondok Jaya Khairudin, SE telah mengeluarkan surat bernomor 973/485-Pem/IX/2019 yang isinya menanggapi soal 30 unit Letter C yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangerang Selatan.

Untuk diketahui, di dalam surat bernomor MP.01.01/654-36.07/VIII/2019 yang ditandatangani Kepala Kantor BPN Tangsel Wartomo, A, Ptnh, SH, MH tertanggal 23 Agustus 2019 menyebutkan ada 30 Letter C dengan nama yang berbeda-beda di dalam Letter C 428 milik Alin bin Embing.

“Di mana lokasi Letter C itu silakan BPN Tangsel yang tahu. Kami sih bisa saja cari tahu, tapi itu bukan kapasitas dan kewenangan kami,” kata Poly saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangsel, Senin (23/9/2019).

Untuk dapat mengklaim bahwa Letter C No. 428 milik Alin bin Embing itu adalah miliknya, PT JRP memalsukan dokumen. Lalu diperkuat lagi dengan memasukan ke dalam HGB Nomor 2168/Pondok Jaya atas nama PT. Jaya Real Property, Tbk dengan total luasnya 51.932 m2.

Dengan fakta tersebut dan pernyataan Kelurahan Pondok Jaya, Poly berharap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil untuk mengambil langkah tegas.

“Menteri ATR/Kepala BPN harus koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait,” kata Poly.

Poly pun menyinggung soal kesepakatan antara Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam hal pemberantasan mafia tanah yang bekerjasama dengan oknum aparat. Tegas Poly, permasalahan pencaplokan tanah milik (alm) Alin bin Embing ini tidak bisa lagi diulur-ulur, harus segera diselesaikan.

Terutama kepada Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diani, Poly mendesak agar segera mencabut izin bangunan yang berdiri di dalam Letter C 428 seluas 11.320 m2.

Ditegaskan Poly, pihaknya tidak melarang adanya pembangunan. Tetapi, seharusnya pembangunan jangan merugikan masyarakat kecil, apalagi yang mempunyai hak atas tanah tersebut.

“Jangan merampas atau mencaplok tanah milik masyarakat dong, dalam hal ini (alm) Alin bin Embing dengan ahli warisnya Ibu Yatmi,” tuturnya.

Diingatkan, Airin jangan mendahulukan kepentingan pengembang, tetapi merugikan masyarakat kecil. Dia pun menyarankan Airin untuk turun ke bawah, jangan hanya melihat ke atas saja.

“Dulu saat kampanye janjinya manis, kenyataannya sekarang pahit. Dia (Airin) tidak menujukkan pembelaan terhadap hak-haknya rakyat kecil,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *