Masyarakat Dapil II, Desak Bawaslu Nias Utara Ungkap Dugaan Pelanggaran

Masyarakat Dapil II, Desak Bawaslu Nias Utara Ungkap Dugaan Pelanggaran

Gementara.Com-Nias

Ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya Gabungan Elemen Masyarakat Dapil II (Kecamatan Sawo, Tuhemberua, Sitolu Ori), Jumat (10/5/2019). Mereka mendesak penuntasan pelanggaran Pemilu 2019 di Desa Botolakha, Kecamatan Tuhemberua.Berdasarkan laporan yang di sampaikan kepada pihak Bawaslu kabupaten Nias Utara,oleh salah seorang Caleg nomor urut 1 dari Partai politik An. Kasizaro Zega pada rabu 24 april 2019.

Didalam laporan tersebut ada 7 ( tujuh) poin tututan yang ditemukan kotak suara dalam keadaan terbuka tanpa segel saat berada di Balai Desa Botolakha. Itu terjadi pada tanggal 18 April 2019 lalu usai logistik pemilu di sembilan TPS distribusikan ke tingkat PPS. Dalam tuntutannya, mmasyarakat yang dikoordinir oleh Lestaman Nazara Diduga PPS Botolakha sengaja membuka kotak suara di sembilan TPS untuk memenangkan salah seorang Calon Legislatif di Dapil II tersebut.

Lestaman juga membeberkan,bahwa adanya pemilih ganda di TPS lima Desa Botolakha. Selain itu ditemukan pemilih yang bukan berasal dari DPT Pulau Nias. Namun, pemilih tersebut tetap diperbolehkan memberikan hak pilihnya. “Ini sangat aneh, bagaimana seseorang memberikan hak pilihnya sementara diketahui berada di luar Nias,” ujar Lestaman. Ia menambahkan bahwa, pelanggaran pemilu tersebut tercium, dan diduga ada aktor dibalik layar yang tidak lain adalah oknum caleg di salah satu partai politik.

Oknum tersebut diduga sengaja bekerjasama kepada KPPS untuk mendobrak suaranya dengan cara menggunakan surat suara pemilih yang tidak hadir. “Patut diduga adanya kerjasama caleg dengan penyelenggara pemilu tingkat TPS. Dimana sejumlah pemilih yang belum hadir itu digunakan hak pilih oleh pihak tertentu dengan teknik kerjasama tanpa ada yang protes,” imbuhnya.

Menanggapi tuntutan massa yang telah berorasi selama dua jam,di depan kantor Bawaslu, Komisioner Bawaslu Nias Utara Oibuala Laia,SH menyatakan, pihaknya akan menindak tegas oknum tertentu yang sengaja melakukan pelanggaran pemilu. “Kita tidak bermain-main dalam penuntasan kasus ini. Dan bila ditemukan pelanggaran, sesuai dengan laporan yang telah di sampaikan oleh penggugat, akan kita seret sesuai ketentuan dan UU pemilu yang berlaku,” tegas Oibuala Laia dihadapan ratusan massa.

Terkait Pembukaan kotak suara tanpa segel di sembilan TPS di Desa Botolakha kata Oibuala Laia, masih didalami pihaknya. “Hingga saat ini masih on process. Diharap semua pihak untuk tetap bersabar karena masih tahap proses penyelidikan,” katanya. Oibuala menambahkan Terkait hal itu, kami dari Bawaslu Nias Utara pun sudah melakukan klarifikasi terhadap 63 orang saksi untuk dimintai keterangan.
Dalam waktu dekat, kita akan sampaikan hasilnya. Bila ditemukan adanya pelanggaran pemilu maka kita naikkan tahapannya ke penyidikan setelah pembahasan nantinya oleh Tim Sentra Gakkumdu,” tandasnya.

Setelah berorasi dan mendapat tanggapan, massa bergeser ke Kantor KPU Nias Utara untuk menyampaikan tuntutan yang sama. Namun, tak satupun komisioner KPU Nias berada di kantor. Menurut informasi yang di peroleh kru media, merek sedang mengikuti Pleno Rekapitulasi tingkat provinsi (Sumut) di medan sehingga massa membubarkan diri secara aman dan tertip.

Sesuai dengan pantauan media ini, pada kegiatan aksi ini. Di kawal ketat oleh keaman dari pihak anggota polres Nias, dan kapolsek Tuhemberua dan juga kapolsek lahewa serta jajarannya. (F. 001)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *