Masyarakat Kampung Gardu Batok Meminta Pemda Segera Memberikan Bukti Legalitas Lahan

gemantara.com, Masyarakat kp. gardu batok rt 03 rw 06 merupakan salah satu penduduk di pemerintahan desa margaluyu kecamatan cimarga kabupaten lebak, yang mana kp gardu batok adalah perkampungan yang para penduduknya berasal dari masyarakat kp.koranji, sebagai masyarakat pindahan atau yang di relokasi kan pemerintah daerah sebab dari terjadinya musibah bencana alam yang menimpah kp koranji dan kp.pedang di tahun 2013 lalu yang mengakibatkan puluhan rumah warga rusak,
disaat itu hujan deras terjadi di sepanjang hari di wilayah sekitar kabupaten lebak, dan pada hari rabu terjadinya banjir dan tanah longsor di kampung koranji dan kampung pedang desa margaluyu, dan terjadi nya bencana tanah longsor itu delapan rumah rusak berat, 26 rumah rusak sedang dan 49 rumah rusak ringan dan dinyatakan tidak ada korban musibah.
(jumat-januari 2013 jm 21:03 WIB.)

 

kami umumnya masyarakat sangat berterima kasih kepada kepala pemerintah daerah kabupaten lebak yang saat itu sangat responsif dalam memberikan pelayanan terhadap kami yang terdampak bencana longsor, namun di sisi lain di akhir akhir waktu sekarang ini kami merasa resah dan merasa terbebani oleh adanya suatu persoalan lahan yang kami tempati saat ini.
pasalnya dalam beberapa waktu dekat ini ada beberapa pihak yang mengklaim dan rencana mau menggugat adanya tanah yang sudah kami jadikan tempat tinggal kami, dan orang tersebut menyatakan bahwa tanah lahan yg sudah di bangun rumah oleh warga akan di minta bukti keabsahan mengenai legalitas kepemilikan tanah,
tutur beberapa warga masyarakat kp gardu batok menjelaskan kepada awak media
siang itu di di salah satu rumah kediaman warga.

Sebut saja “Ibu Maryanah, adalah merupakan salah satu pihak yang pernah datang dan menyatakan bahwa dirinya adalah selaku yang memiliki hak atas kepemilikan lahan tanah yang kami tempati saat ini, padahal kami disini hanyalah sebatas masyarakat yg diberikan bantuan program relokasi yang di biayai dari pemerintah daerah, kini kami merasa sangat di resahkan oleh datang nya persoalan ini apalagi lahan sudah menjadi tempat tinggal kami dan keluarga.

kami bingung dan sangat tidak mengerti adanya persoalan lahan ini, karena yang jelas saya tahu bahwa lahan dan bangunan rumah yang kami miliki sudah nyata di biayai oleh pemerintah daerah dan Kementrian sosial di kala itu,
guna relokasi rumah huni sebagai tempat tinggal bagi kami penduduk yang terdampak musibah longsor.
“cetus Udin salah satu warga kp. gardu batok menambahkan di sela obrolan nya saat bersama sama dengan warga lain nya kepada awak media gemantara.com

minggu pada hari Senin tgl 04-02-2019 dinas perkim kabupaten lebak kroscek ke lokasi kp gardu batok untuk melakukan pembuktian guna pembuktian tentang adanya aduan yang datang dari warga masyarakat desa margaluyu, sebagai dokumentasi dan langkah klarifikasi selanjutnya mengenai keabsahan tempat.
di minggu lain nya pada tgl 12-02-2019 hari selasa jm 10:00 wib pihak dari BPN beserta tim ukur kabupaten lebak juga kunjung ke kantor ds. margaluyu, dan langsung mencari titik lokasi tanah yang sebenarnya,
namun sampai saat sekarang ini kami masyarakat belum menerima kembali hasil ending dari kelanjutan dalam penyelesaian nya.
gemantar.com 2019

 

selanjutnya Edi selaku kepala desa margaluyu hanya bisa berharap dan optimis, bahwa apapun adanya bentuk persoalan ini pasti secepatnya akan selesai dan menemukan titik temu dengan jalan yang terbaik,
sebab jabatan saya selaku pimpinan kepala desa di desa margaluyu kecamatan cimarga ikut merasa terbebani dengan adanya perihal persoalan tersebut, dan saya tidak mau gegabah dalam membuat satu keputusan, karena hal yang menyangkut persoalan relokasi kp gardu batok lalu dalam bentuk teknis dan pekerjaan di lapangan bukan saat kebijakan saya.

namun secara ketentuan jika kita berbicara mengenai birokrasi dan mengacu pada satu ketentuan administrasi negara, memang masyarakat benar dan tetap berhak untuk menempati kp gardu batok sebagai kampung halaman yg sah, dan selanjutnya saya Edi selaku kepala desa meminta kepada pihak pemerintah daerah agar segera upaya dan melakukan langkah tepat, dan kita semua harus bersama sama untuk dapat membuktikan sebuah kebenaran yang dinyatakan tidak menyalahi ketentuan aturan koridor yang berlaku di mata hukum
“Ujarnya” Edi
selaku kepala desa dengan tegas menyampaikan ucapan singkatnya kepada awak media saat di temui di kantor desa di kampung gardu batok desa margaluyu kecamatan cimarga

Mpap Suprapto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *