Nelayan Air antu Dan Matras Dilaporkan ke Ditpolairud Polda Babel

Gemantara.com,Bangka Belitung – Enam Nelayan yang terdiri dari 2 nelayan Matras dan 4 nelayan asal Air Hantu kabupaten Bangka dilaporkan Turki Law and Firm ke Ditpolairud Babel atas aksi penyelamatan laut Matras dari kerusakan lingkungan akibat tambang laut pada Minggu, 13 Desember 2020 lalu.

Dari keterangan surat panggilan klarifikasi ke 6 nelayan ini diduga melanggar pasal 162 UU No.03 Tahun 2020 tentang Minerba. Keenamnya dipanggil dalam waktu yang berbeda oleh penyidik Ditpolairud Babel.(Rabu,23/12/2020)

Taufik Koriyanto,SH,MH.,Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Bangka yang diketahui sebagai pemilik Turki Law and Firm membantah kalau dirinya melaporkan keenam nelayan tersebut.
Menururnya sejak dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Bangka dirinya menyerahkan perusahaan hukum tersebut kepada Koko Handoko sesuai akta notaris.

“Dak mungkinlah kami lapor nelayan,abang orang e dak bakal nak nyusahkan masyarakat.Dak lah keluar semenjak dilantik sesuai akta notaris e,yang jadi pimpinan e sekarang koko sesuai akta notaris e”,jawab Taufik Koriyanto saat dihubungi via whatshapp Selasa (22/12/2020).

Dalam kasus ini menurut Taufik,tim kuasa hukum Turki Law and Firm hanya sebatas mendampingi Divisi Hukum PT.Timah pada saat melaporkan nelayan ke Ditpolairud Babel.

“Yang lapor divisi hukum PT.Timah, Turki yang dampingi pada saat buat laporan e,”jelasnya.

Taufik menyarankan agar informasi ini dikomunikasikan kembali,ia sebagai wakil rakyat saat ini mengatakan akan membantu para nelayan.

“Cube bangun komunikasi dengan Koko atau Karianto,abang pasti bantu kawan nelayan,ape agik posisi abang di dewan sekarang,”sarannya.

Sementara Koko Handoko,saat dikonfirmasi wartawan Selasa kemarin tak berkelit.Ia mengatakan surat yang dilayangkan Penyidik Polairud Babel hanya bersifat konfirmasi.Ia pun mengatakan pihaknya bekerja secara profesional dan menjalankan profesi.

“Sifat undangan konfirmasi itu. Mohon maaf kami cuma bekerja secara profesional.Apa salah kami menjalankan profesi,”jawabnya.

Hari ini,2 dari 6 nelayan yang mendapat panggilan penyidik hingga malam ini masih menjalani pemeriksaan di ruang Ditpolairud Babel.

“Dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.20 WIB,Hari ini ada 2 nelayan yang dipanggil dan 3 lainnya pada tanggal 28 Desember nanti. Satunya belum tau kapan,karena suratnya belum ada.Tapi tadi berdasarkan keterangan dari kawan kami ada 1 orang lagi.Kawan kawan kami saat ini didampingi kuasa hukum dari LBH KUBI,”ujar Kholid,pemuda Matras yang saat ini masih menunggu di Parkiran depan Mako Polairud Babel.

(Gun”77)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *