Orangtua JLNG Siswa SMP N.1 Sitolu’Ori Korban Hasutan Hadiri Panggilan BKD Nisut 

Orangtua JLNG Siswa SMP N.1 Sitolu’Ori Korban Hasutan Hadiri Panggilan BKD Nisut 

Gemantara.Com (Nias Utara) -MZ Orang tua JLNG Siswa SMP Negeri 1Sitolu’ori Kabupaten Nias Utara Propinsi Sumut.Hadiri Pemanggilan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk menindaklanjuti rekomendasi surat Bupati Nias Utara Nomer : 700/25/KASUS-REK/ITDAKAB/2019, tertanggal (03/01/2019)) terkait kasus yang di duga melanggar sanksi pidana dan sanksi administratif yang dilakukan oleh oknum Guru (AZ) di SMP N 1 sitolu Ori, atas indikasi penipuan dan hasutan kepada JLNG/korban (muridnya) yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP (dibawah umur) untuk mendapatkan sejumlah uang tanpa Sepengetahuan orang tua korban.

Setelah di konfirmasi oleh media Gemantara.Com kepada BKD Nias Utara, di ruangannya menjelaskan telah memanggil AZ oknum guru tersebut untuk mengambil keterangan pada hari Senin yang lalu (22/07/2019) dan juga telah mengambil Keterangan MZ orang tua dari JLNG pada hari Jumat (26/07/2019).

Kepala BKD Toloni Waruwu SH kepada Gemantara.com diruang kerjanya mengatakan bahwa hasil dari keterangan kedua belah pihak akan segera disampaikan kepada Bupati Nias Utara untuk mendapatkan kesimpulan, Jumat (26/07/2019).”ujarnya.

Ditempat terpisah MZ Orang tua korban menyebutkan kepada Gemantara.Com, hal ini sudah beberapa kali pihaknya melakukan koordinasi kepada oknum guru AZ dan bahkan kepada Kepala Sekolah secara kekeluargaan namun, tidak dihiraukan atau tidak pernah di tanggapi. Sebutnya”

Menurut penjelasan dari MZ Orangtua korban Modusnya ini, berawal dari komunikasi baik antara murid dengan oknum Guru tersebut. Dengan berbagai cara AZ (oknum guru) untuk mendapatkan pinjaman uang dari JLNG (muridnya) secara bertahap dan menghasut mengambil uang tersebut dari orang tua JLNG tanpa diberitahu kepada siapapun dan tanpa dikembalikan. Kemudian karena tidak ada pembayaran, maka diiming-imingkan menjadi Ketua OSIS di Sekolah itu, namun belum pernah terjadi.

Bukan hanya itu, AZ terus meminjam uang kepada JLNG dengan cara membujuk dan setelah JLNG meminta pengembalian uangnya karena tidak menjadi ketua OSIS akhirnya AZ Oknum Guru itu berbelit-belit karena tidak ada pembayaran. Maka diberikan sebuah HP yang murah kepada JLNG, sementara, uang raib sekitar 8 jutaan.dari JLNG masih duduk di bangku kelas 1 di SMP.

Karna situasi tersebut JLNG merasa trauma dan juga orang tuanya. Maka memindahkan (JLNG) disalah satu sekolah yang ada di kota Gunungsitoli, yang harus menempuh perjalanan berjarak sekitar 30 KM per hari pagi dan sore, dari bulan Agustus 2018 sampai sekarang, sementara jarak SMP N 1 sitolu Ori dari rumanya hanya sekitar 2 KM.” Tutur MZ.

Kabid pengadaan dan pembina pegawai Kab. Nias utara Noferintis Gea, SE ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya Jumat 26/07/2019 mengatakan bahwa sedang melakukan serangkaian pemeriksaan terkait kasus ini berupa pengambilan keterangan/klarifikasi terhadap kedua belah pihak dan kita melakukan pemeriksaan sebatas kewenangan BKD dan apabila ditemukan unsur pidananya maka kita akan melimpahkan hal ini kepada aparat penegak hukum.” Ucapnya. 

Dari hasil pantauan beberapa LSM dan awak media Gemantara.com terlihat MZ bersama anaknya JLNG memasuki kantor BKD Nisut sekitar pukul 13.30 Wib dan keluar sekitar pukul 17.30 Wib. 

(F. Zal). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *