Pemalsuan Dan Penyerobotan Lahan Di Laporkan Ke Polisi

Pemalsuan Dan Penyerobotan Lahan Di Laporkan Ke Polisi

Gemantara.com

Pemalsuan surat kepemilikan tanah dan penyerobotan lahan menambah panjangnya deretan kasus yang selalu menimpa masyarakat lemah oleh ulah para mafia tanah, yang sengaja melakukan aksinya demi kejayaan duniawi semata, dengan sasaran masyarakat yang tidak paham hukum, dan bahkan sangat takut bilamana ditakuti dengan akan berurusan dengan hukum.

Ketakutan dan kejenuhan masyarakat tersebut pula yang membuat mereka berbalik berpikir, dan ketakutanpun menjadi optimis, berani mempertahankan haknya tanpa berparas takut atau ragu-ragu.

Contohnya kali ini seorang pemilik tanah bernama Jali bin Soud (53)tahun warga Kampung Melayu Timur, RT/RW 02/01 Tangerang, Bersama kuasa hukumnya M.SUNANDAR YUWONO,SH,MH dan Marzuki,SH,MH melaporkan kasus yang dialaminya tersebut ke Mapolres Metro Tangerang Kota, dengan pihak terlapor berinisial (Mur) dan laporan tersebut telah diterima oleh Polres Metro Tangerang Kota melalui SPKT No.TBL/13/64/I/2019/PMJ/Restro Tangerang Kota, dan pelapor bersama kuasa hukumnya menyatakan kesiapannya untuk menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata.

Menurut hasil konfirmasi media Gemantara.com melalui Kepala Perwakilan Riau via telepon kepada pelapor yang diwakili oleh Kuasa hukum pelapor M.SUNANDAR YUWONO,SH,MH membenarkan adanya laporan tersebut.

Menurut kuasa hukum bahwa terlapor tersebut adalah termasuk famili dari pelapor dalam kasus tanah tersebut, akan tetapi si terlapor diduga kuat memalsukan dokumen tanah agar menguasai sepenuhnya, dan bahkan sudah mengontrakkan tanah tersebut kepada pihak lain, mengingat pemilik tanah atau lahan tersebut lemah tak berdaya makanya terlapor leluasa dan diduga memalsukan, mengklaim bahwa tanah tersebut miliknya secara sah dan peribadi.

Saat di tanya oleh pihak awak media mengenai point pelanggaran yang dilaporkan? Kuasa hukum Jali bin Soud M.Sunandar Yuwono,SH,MH mengatakan bahwa kita melaporkan pelanggaran undang-undang nomor 263,385, dan atau 167 KUHP, dan kita menunggu proses dari pihak Kepolisian Resort Metro Tangerang Kota.

Rudy (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *