Pemkab Nisut,Audensi Di kantor Menteri Kelautan dan Perikanan RI

Pemkab Nisut,Audensi Di kantor Menteri Kelautan dan Perikanan RI

Gemantara. Com ( Nias Utara) Pemerintah daerah Kab Nias Utara Prov Sumatera Utara (Sumut), bersama rombongan.Melakukan kunjungan kerja atau audensi ke Menteri Kelautan dan Perikanan RI.Audensi tersebut dalam rangka untuk sinkronisasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Nias Utara, yang bertepatan di ruang rapat Gedung Mina Bahari IV lantai 16 Kementerian Kelautan dan Perikanan RI,yang di terima oleh Edhy Prabowo (Selasa, 28 Januari2020). 

Bupati Nias Utara, M. Ingati Nazara dalam kunjungan tersebut menyampaikan bahwa,sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Nias Utara sangat potensial dan perlu dukungan dari pemerintah pusat.Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.Sebagaimana yang telah di sampaikan Presiden RI Jokowi Dodo sewaktu kunjungan Kerja di Pulau Nias pada tanggal 19 Agustus 2016,Presiden menyatakan bahwa ada 2 potensi yang perlu di kembangkan di Pulau Nias.Antara lain pengembangan ekonomi masyarakat.Melalui Pariwisata dan Perikanan.”Jelas Bupati”

Maka Pemerintah Kabupaten Nias Utara terus berkoodinasi kepihak pemerintah pusat dan investor untuk melakukan vestasi program pembangunan di sektor kelautan dan perikanan,untuk pengembangan SDM Sumber Daya Manusia,sarana dan prasarana perikanan tangkap dan perikanan budidaya.

Dalam pertemuan yang sangat baik itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo.Menanggapi dengan serius apa yang di sampaikan pemkab Nisut, dan menyatakan bahwa Pulau Nias memang memiliki potensi kelautan dan perikanan yang luar biasa dan perlu di tingkatkan dan di manfaatkan potensi di maksud. Sesuai arahan presiden Jokowi adalah perlu pengembangan sektor perikanan budidaya dan perikanan tangkap yang berkelanjutan.

Tambah”Edhy Prabowo,menyarankan apa yang telah di sampaikan pemerintah daerah Kab Nias Utara, tentu perlu di petakan dan di data lokasi mana zona atau daerah potensi lahan budidaya yang perlu di kembangkan misalnya budidaya udang dan lahan yang strategis untuk pembangunan pangkalan armada penangkapan ikan atau pelabuhan perikanan.

Lanjut” Edhy Prabowo”Lahan harus jelas hibahnya dan peruntukannya serta sesuai dengan ketentuan. Budidaya pembesaran lobster juga akan menjadi perhatian dan program pemerintah pusat, untuk lebih lanjut dinas teknis dalam hal ini Dinas Perikanan Kabupaten Nias Utara diharapkan dapat melaksanakan diskusi lebih lanjut kepada Ditjenlingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan. Semoga ke depan ada berkesempatan saya untuk mengelilingi Pulau Nias di 5 Kab/Kota untuk pengembangan sektor ini.

Menanggapi penjelasan dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua, S.Pi, M.Si menjelaskan bahwa pertama apa yang diharapkan terkait potensi lahan untuk pengembangan perikanan budidaya dan perikanan tangkap telah dilakukan kajian pada tahun 2018 yang lalu.

Plotting area potensi budidaya payau dan budidaya laut untuk udang, lobster, kerapu, rumput laut, teripang dan serta komoditas lainnya menyebar di kawasan pesisir dan perairan Kecamatan Afulu, Lahewa, Lahewa Timur, Lotu, dan Sawo. Sementara untuk lokasi potensi pembangunan pangkalan pendaratan ikan atau pelabuhan perikanan adalah berada di Kecamatan Lahewa, Tuhemberua dan Afulu. 

Pemanfaatan lahan yang potensial ini harus di sesuaikan dengan syarat dan ketentuan. Kedua hal di atas, Kabupaten Nias Utara mengharapkan dapat dijadikan prioritas penerima program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) dari pemerintah pusat. SKPT yang merupakan pembangunan pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan dengan basisspasial serta sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak utama”,Harap Sabar Jaya.”

Kemudian Program ini sangat strategis sebagai perwujudan nyata dari Nawa Cita ke-3 yaitu “membangun Indonesia daripinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan”.

SKPT dimaksud bertujuan untuk kesejahteraan rakyat melalui pembangunan pulau mandiri dan terpadu. Dari sisi kelautan dan perikanan, indikator kinerja yang menjadi acuan antara lain:meningkatnya pendapatan rakyat, produksi perikanan, nilai investasi,nilai kredit yang disalurkan, ragam produk olahan, utilitas Unit Pengolahan Ikan (UPI), dan nilai ekspor.”Jelas Sabar jaya”

Adapun hal yang akan didorong untuk terintegrasi dalam setiap pembangunan SKPT, mulai dari pendaratan hasil kelautan dan perikanan, pengolahan dari hasil kelautan dan perikanan, hingga aspek pemasarannya.

Untuk mengejarefektifitas dan efisensi, SKPT juga akan dilengkapi sarana dan pransarana yang dibutuhkan untuk para nelayan kembali melaut, seperti ketersediaan bahan bakar dan kebutuhan logistik untuk melaut. Aspek peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan penguatan kelembagaan juga menjadi hal mutlak yang menjadi target prioritas dalam SKPT. Maka dari itu kebutuhan utama dan penunjang seperti listrik, air bersih, akses jalan, dan rumah singgah nelayan menjadi hal penting yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunanSKPT.

Ketiga mengharapkan agar perlu dilakukan evaluasi kembali Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Kewenangan Pemerintah Daerah,dimana kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan telah di alihkan kepada kewenangan Pemerintah Provinsi sehingga daerah Kab/Kota sangat terbatas.

Keempat adalah untuk membangun sektor kelautan dan perikanan diKabupaten Nias Utara perlu pengembangan sumber daya manusia,dalam hal ini diperlukan training centerdari program BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan atau pembangunan pendidikan sekolah kejuruan atau politeknik dibidang Kelautan dan Perikanan. Kelima,diharapkan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktorat JenderalPengelolaan Ruang Laut supaya dapat memperhatikan program pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan DaerahKabupaten Nias Utara sebagai mana telah diterbitkan Keputusan MenteriKelautan dan Perikanan RI No. 54Tahun 2017, lebih lanjut perlu pengembangan dan pemanfaatan zonasi untuk perikanan dan pariwisata yang lestari dan berkelanjutan.

Audensi ini turut hadir anggota DPR RI, Ketua DPRD NiasUtara, Kepala Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan, Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan bagian Humas Kementerian Kelautan dan PerikananRI, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Nias Utara.(febeanus Zalukhu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *