Penertiban Tambang Inkonvensional (TI) Apung Ilegal Oleh Polres Kabupaten Bangka Tengah

gemantara.com, Bangka tengah-Sebanyak tujuh unit ponton tambang inkonvensional (TI) apung yang menambang timah secara illegal di kawasan belakang Pasar Modern, Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (12/4/2019) ditertibkan aparat Polres Bangka Tengah.

Penertiban kali ini dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bangka Tengah Kompol Sarwo Edi.Saat tiba di lokasi aparat Polres Bangka Tengah menemukan tujuh unit ponton TI sedang beroperasi. Para penambang tersebut melakukan penambangan pasir timah di lahan eks tambang milik PT Koba Tin, kawasan Marbuk yang berada di belakang Pasar Modern Koba.

Para pekerja dan pemilik tambang langsung diminta menghentikan aktifitas penambangan.Mereka langsung diberi pengarahan untuk segera membongkar peralatan tambang dan diimbau untuk tidak lagi menambang di lokasi tersebut.

Kabag Ops Polres Bangka Tengah Kompol Sarwo Edi seizin Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison LB Sitanggang membenarkan pihaknya telah menertibkan aktifitas penambangan di belakang Pasar Moder Koba tersebut.

“Kita lakukan penertiban karena titik lokasi operasi mereka tepat di belakang pasar atau di Kawasan Marbuk yang merupakan lahan tambang bekas milik PT Koba Tin,” kata Kompol Sarwo Edi kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).

Kompol Sarwo Edi menegaskan para penambang diminta untuk mengeluarkan seluruh peralatan tambang dari lokasi tersebut. Jika tidak maka akan diangkut paksa oleh aparat kepolisian.

“Kami akan lakukan penertiban secara persuasif dengan menegur dan mengingatkan para penambang agar berhenti melakukan aktivitas tambang di kawasan tersebut sekaligus mengangkut alat-alat mereka,” ujar Kompol Sarwo Edi.

Diakui Kompol Sarwo Edi, aktifitas penambangan di lokasi tersebut sudah sering kali ditertibkan namun penambang masih saja membandel.

“Kami sudah sering memberi imbauan kalau kawasan tersebut dilarang untuk ditambang karena berada dekat aliran sungai yang berpotensi terjadinya banjir. Kali ini pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas yakni diproses secara hukum untuk para penambang yang masih tetap membandel,” tegas Kompol Sarwo Edi
(WD H PRATAMA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *