Perampasan Tanah Warga Bintaro Jaya Xcange Mall, Warga Sampaikan Langsung Ke Jokowi

Perampasan Tanah warga Bintaro Jaya Xchange Mall, Warga Sampaikan Ke Jokowi

JAKARTA, Presiden Joko Widodo, Jumat (22/2/2019), singgah ke Bintaro Jaya Xchange Mall. Kehadiran Jokowi tersebut dimanfaatkan oleh seorang warga mengadukan soal tanahnya yang dicaplok PT Jaya Real Property (JRP), pemilik mal tersebut.

Jokowi tiba di Bintaro, Tangerang Selatan, pukul 10.45 WIB, Jokowi langsung masuk ke Bintaro Jaya Xchange Mall. Kehadirannya membuat heboh pengunjung dan karyawan mal.

Dari mal, Presiden Jokowi melanjutkan ke Pasar Modern Bintaro. Di pasar itu, sekitar 30 menit Jokowi berkeliling dan membeli berbagai macam buah-buahan.

Setelah itu Jokowi menuju Masjid Raya Bani Umar, Graha Bintaro, untuk menunaikan sholat Jumat.

Nah, setelah selesai menunaikan sholat Jumat, Jokowi hendak meninggalkan lokasi. Saat itulah sekelompok warga merangsek mendekati mobil yang ditumpangi Jokowi.

Melihat ada kehebohan mobil yang ditumpangi Jokowi berhenti, lalu Jokowi memanggil salah seorang warga.

“Saya yang dipanggil Bapak Jokowi,” kata kuasa hukum ahli waris Poly Betaubun.

Dirinya dipanggil Jokowi, Poly mengajak Ibu Yatmi, ahli waris tanah seluas 11.300 m2 dari (alm) Alin bin Embing yang tanahnya diduga dicaplok Bintaro Jaya Xchange Mall.

Kepada Presiden Jokowi, Yatmi mempertanyakan apakah sudah membaca surat pengaduannya. Dan dijawab Jokowi, tidak.

“Saya tidak menerima surat pengaduan dari ibu. Saya minta data dan nomor telepon yang bisa dihubungi,” kata Jokowi kepada Yatmi.

Menanggapi itu, Poly mengaku sudah memberikan ke petugas Polres Tangsel, dan seorang petugas menyerahkan data-data sah kepemilikan tanah (alm) Alin bin Embing kepada Jokowi. Lalu, Poly menyerahkan nomor teleponnya.

Kepadanya, Jokowi berjanji akan memprioritaskan penyelesaian kasus dugaan perampasan tanah milik (alm) Alin bin Embing ini.

Kepada Jokowi, Yatmi juga mengaku sudah mengirimkan surat pengaduan kepada Gubernur Banten Wahidin Halim. “Tapi tidak dijawab juga. Menurut saya hanya bapak (Jokowi) yang bisa menyelesaikan masalah tanah saya ini,” ujarnya.

Mendengar itu, Wahidin yang berada di mobil yang sama dan duduk di samping Presiden Jokowi hanya terdiam.

Poly Betaubun menegaskan berdasarkan data-data otentik yang sah, mulai dari Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan Ciledug, hingga BPN Tangsel menyatakan bahwa tanah milik (alm) Alin bin Embing tidak pernah dijual ke siapapun, termasuk ke PT JRP.

“Semuan surat pernyataan itu kami punya dan sudah kami tunjukkan kepada pihak-pihak berwenang agar ditindaklanjuti dengan benar,” ucap Poly.

Namun herannya, pihak yang seharusnya memutuskan perkara ini justru lepas tangan. “Karena sikap aparat seperti itu, begitu mendengar Pak Jokowi ada di Mal Xchange kami datang. Ini tidak direncanakan,” ungkapnya.

Ungkap Poly, sebelum bertemu Presiden Jokowi, di hari yang sama, Yatmi ditemani tim kuasa hukumnya mendatangi Mapolres Tangsel untuk meminta perlindungan keamanan terhadap dirinya.

“Ini sebagai antisipasi yang kita lakukan terhadap kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi,” tuturnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *