PERNYATAAN LILY MOZA SOAL CAMAT H BEBEN DIDUGA BOHONG

Gemantara.com Bogor

Cileungsi – Vokalis band moza Lily alias Lily Moza Telah melakukan pembohongan publik terkait contoh dirinya dibeberapa media online yang mengaku belum pernah menerima pembayaran dari Beben Suhendar dalam transaksi bisnis jual beli tanah. Lepas menurut salah satu mantan tim pengacara Lily, Y Torkis Simorangkir adalah pihak Beben Suhendar sudah melakukan pembayaran terhadap Lily dalam bentuk aset tanah, bahkan sudah membuat surat perjanjian dalam hal pengembalian uang sebagai kompensasi Rp Rp juta juta melalui notaris Suparno pada tanggal 22 Juni 2017 di Kecamatan Cileungsi.

“Pak Pak Beben sudah memiliki itikad baik untuk memberikan uang kepada Lily dengan memberikan jaminan tanah dikawasan perumahan Metland Transyogi di Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi. Lily pun saat itu mau menerima pembayaran dari tanah air Pak Beben dengan bentuk kesepakatan pada tanggal 23 maret 2017. Tidak cukup disitu, sebagai alternatif bagi Lily, pada tanggal 22 Juni 2017
Pak Beben juga kembali memberikan jaminan ke dua hak tanah seluas 11.000 M2 di Blok Tajur Halang RT 01/01, Desa Tajur Halang Kecamatan Cijeruk, dan Lily pada saat itu pilih lahan yang ada di Kecamatan Cijeruk, “ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Kalau dikutip harga tanah, kata dia, pihak Lily sudah diuntungkan. karena untuk lahan yang ada di kawasan perumahan Metena dan lahan yang ada di Cijeruk sudah lebih dari cukup datanya Lily yang digunakan untuk bisnis pembelian tanah di Kecamatan Sukamakmur itu.

“Untuk yang di Metland keuntungan yang didapat oleh lily lebih dari Rp 1,2 miliar, sementara untuk yang di Cijeruk beberapa kali sudah mulai nawar dari Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar,” jelas Torkis.

Torkis menjelaskan dalam proses pembuatan surat perjanjian bersama antara pihak Lily dan Beben Suhendar disaksikan juga oleh tim pengacara Lily lainnya. Kesepakatan itu terwujud sebagai bentuk komitmen kesepakatan damai karena hanya menjadi korban dugaan penipuan pembelanjaan tanah yang dilakukan oleh tiga perusahaan, yaitu PT SMS, PT Amira dan PT HMBL.

“Dampak positif perjanjian damai tersebut, pada tanggal 7 April 2015 kami (Lily, red) saat itu buat surat pencabutan perkara karena sudah ada kesepakatan damai di Kantor Polda Bandung,” jelas dia.

Lebih lanjut pengacara yang akrab disapa Torkis ini mengatakan pasca pembuatan surat bersama, beberapa minggu kemudian secara tiba-tiba Lily selaku prosesnya tanpa proses yang sedang dibuat.

“Kami bertiga, saya (Torkis, red), Anton Ginting dan Toto Daniantoro adalah tim pengacara dari klien Lily yang ditugaskan dari tahun 2015 sampai 2017, namun ironisnya dengan alasan tidak ada progres, tiba-tiba Lily memutuskan untuk tidak menggunakan kami bertiga selaku pengacaranya kita sudah melakukan upaya-upaya hukum secara maksimal, dengan bukti dari pihak Pak Beben yang menjadi korbannya tetap memiliki niat tulus dan ikhlas untuk melakukan pembayaran, “tambahnya.

Setelah dirinya tidak menjadi kuasa hukum Lily, Ia mengaku tetap mempertahankan dan memegang berkas surat di Tanah Cijeruk. Selain itu ia juga pernah memberikan informasi kepada Pak Beben agar hati-hati dalam menyikapi kisah tanah dengan Lily. Menurutnya soal antara Lily dengan Pak Beben bisa dijadikan bahan empuk merusak reputasinya dan akan dimunculkan kembali di momen Pilkada Bogor oleh salah satu calon.

“Surat-surat tanah sebagai bukti lembaga tanah yang ada di wilayah Cijeruk tetap kami pegang, hal ini kami lakukan sebagai antisipasi bila masalah ini mencuat kembali, nah surat-surat tanah ini bisa menjadi bukti yang kuat Pak Beben sudah melakukan pembayaran. kami melakukan, karena kami sudah mencium gelagat yang mencurigakan adanya niat jahat elit politik untuk membunuh karakter Pak Beben menjelang Pilkada, dan sekarang masalah ini betul-betul hal, Dan saya duga dibalik kembali laporannya Lily ke Polda Bandung, ini juga sudah pasti ada dalangnya , “katanya.

Ia dengan tim pengacara lain yang dibutuhkan oleh Polda Jawa Barat siap untuk memberikan keterangan, termasuk menjelaskan pembayaran yang sudah dilakukan Pak Beben.

“Itu komitmen kami untuk menjelaskan kepada pihak Polda Jabar, Kami juga menyayangkan pemberitaan secara sepihak dan menulis nama secara pulgar seolah-olah sudah ada putusan pengadilan, bapak posisi pak Beben itu belum masuk terdakwa, tapi judul beritanya mau-akan masuk dalam pasal 378. Mestinya pengacara Lily yang baru harus paham dong, masa satu obyek yang sama, bisa imbas dua kali. Kenta ada wan prestasi atau tidak ada progres itu masuknya perdata, “tegasnya.

Ia mengimbau kepada Lily agar tidak terjebak dan tidak mau diadu domba oleh oknum elit politik tertentu. Dan ia juga mengimbau kepada Lily untuk belajar memegang komitmen dan menghargai proses hukum yang sudah disinki bersama.

“Kalau saya dikibarkan untuk perang ya perang, seharusnya buka dong, siapa yang menjustice. Saya duga data yang diberikan oleh pak Beben ini tidak disampaikan oleh Lily ke pihak Polda Jabar. Beberapa waktu yang lalu saya datang ke polda, dan di polda sendiri belum ada pembahasan secara profesional, marilah kita lihat pembayaran ini sudah dilakukan hanya sebagian itu barangnya, “tandasnya.

Sementara itu Sulasmo selaku pengacara Beben Suhendar, menyatakan proses pembayaran kepada pihak Lily sudah dilakukan oleh kliennya. Tersedia dalam bentuk pembayaran.

“Saya tegaskan upaya-upaya pembayaran kepada Lily melalui pengacaranya sudah dilakukan Pak Beben, pada saat itu sudah diserahkan langsung ke pak Muara Karta. Namun sayang teman kita ini (Lily, red) agak unik, kalau setiap perbuatan lowyernya selesai melakukan tindakan hukum dan tindakan atas nama kliennya, mendadak Lily ini langsung disain pengacaranya secara sepihak. Selain halulan pak Muara Karta, perlakuan aneh ini juga terjadi kepada Torkis dan kawan-kawan pengacara lainnya, “ungkas Sulasmo.

Karena Lily sudah memutuskan Muara Karta selaku kuasa hukumnya, tambah dia, maka pihak Beben melakukan pembayaran lagi kepada Lily melalui pengacara barunya yaitu Y Torkis Simorangkir dengan penawaran dua aset tanah, yaitu lahan yang berada di Perumahan Metland Cileungsi dan lahan yang berada di Kecamatan Cijeruk.

“Lily bersama pengacaranya pada saat itu pilih lahan yang ada di Kecamatan Cijeruk, nah ada lagi keunikan setelah menyerahkan surat surat tanahnya ke Torkis sebagai pengacara Lilly, tiba-tiba satu minggu kemudian Lily melakukan pemutusan kuasa hukumnya dengan pak Torkis. hukum lainnya sebagai lowyer Ibu Lily yang saat ini dalam hal ini ditawarkan dalam kuasa, dalam hak, dalam kuasa untuk bertindak atas nama kliennya, Pak Torkis dan tim hukum lainnya telah melakukan perbuatan klien tentunya atas dasar ijin dari Lily, “tuturnya.

Permasalahan antara Lily dengan Beben menurut dia Kepada ditunggangi oleh kepentingan elit politik yang ikut dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor. Pasalnya beberapa waktu yang ditawarkan oleh tim sukses salah satu calon Bupati untuk ikut serta dalam menjadi tim suksesnya, karena keterkaitan sebagai ASN maka dengan tegas kliennya menolak dan memilih rekan netral.

“Sampe secara detail saya tidak mau masuk terlalu dalam, katakanlah karena masalah ini ada singgung menyinggung dalam Pilkada. Setelah saya perhatikan tingkah laku yang kaya begini, selamat dan digoyang terus menerus, ini dia bisa tegaskan bukan hanya Pak Beben dengan Ibu lily , apa ini akibat dari tangan-tangan tersembunyi yang sedang berkembang seperti itu-itu saja yang dibikin seperti wayang, perbuatan yang dilakukan oleh Lily bisa memiliki implikasi yuridis terhadap diri sendiri, “jelas Sulasmo.
@ Tenor amin gemantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *