Pertama Di Indonesia,Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Bisa Kuliah

gemantara.com,Bangka Belitung – Provinsi Bangka Belitung (Babel), akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang akan memberikan hak pendidikan kepada warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dengan pendidikan jarak jauh.

Hal ini telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Babel,Suliatiarso,dan Direktur UBJJ Universitas Terbuka (UT) Pangkalpinang,Hasmonel, disaksikan oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman,di sela upacara hari bakti pemasyarakatan, di Halaman Kantor Gubernur,Senin (29/42019).

“Mereka hanya kita renggut kebebasannya,tapi pendidikan tidak bisa,salah satu solusi terbaik dengan program belajar jarak jauh di UT,napi enggak perlu keluar dari LP, kami berharap penghuni lapas 80% warga Babel nanti ada sarjana semua,mereka bebas sudah jadi sarjana,” kata Kakanwil Kumham Babel, Suliatiarso.

Untuk mekanisme napi yang kuliah ini, akan dibicarakan lebih lanjut, termasuk mengenai biaya pendidikan, dan akan mengikuti aturan yang berlaku.

“Biaya sedang dibicarakan dengan UT, dan minatnya luar biasa, terutama lapas khusus narkotika, banyak yang mau ikut, dan ini siap untuk realisasi dalam waktu dekat, tahap pertama 200 orang, dan ini pertama kali di Indonesia,” tandasnya.

Direktur UT Pangkalpinang, Hasmonel menambahkan, sistem pendidikan yang akan ditetapkan kepada para warga binaan sama dengan yang diterapkan untuk peserta umum.Proses pembelajaran,bisa melalui e-learning dan tak terlalu sering ketemu dosen,belajar melalui internet.

” Di dalam lapas nanti dipasang wifi,bisa diakses semua materi bahan ajar,tatap muka nanti akan ada tutorialnya,ASN dan pegawai kumham untuk menjadi tutor mereka,”jelasnya.

Untuk persyaratan,diserahkan sepenuhnya kepada Kemkumham, siapapun yang diberikan untuk di didik itulah yang yang akan di oleh UT.

“Diharapkan di 2019 semester dua ini sudah bisa jalan, kami juga akan sediakan satu peralatan di lapas, seperti laptop/komputer nanti bisa menggunakan layar untuk belajar bersama, ujian juga secara online bisa dilakukan,” bebernya.

Ia berharap, dengan program ini warga binaan di lapas juga mendapat pendidikan dan setelah keluar dari lapas, bisa beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dan bermanfaat.
(WD H PRATAMA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *