Petinggi Gemantara Raya Am.Rudy: Permasalah Desa Siwawo Akibat Kurang nya Transparansi

Petinggi Gemantara Raya Am.Rudy: Permasalah Desa Siwawo Akibat Kurang nya Transparansi

Media tim – Indonesia

Pimpinan Pengurus Lembaga Gemantara Raya pusat, sekaligus pengurus media group juga sebagai pengurus dari penelitian aset Negara angkat bicara terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Desa Siwawo sebagai tempat kelahiran beliau seperti yang tengah hot publikasi baru – baru ini.

Menurut Rudy yang sangat dikenal dengan tidak memiliki rem dalam perannya, setiap membongkar beberapa kasus besar di tanah air ini, baik perkara lahan masyarakat, perusahaan ilegal, kasus pendidikan bahkan kasus2 yang melibatkan oknum penyelenggara Negara , bahkan oknum penegak hukum telah nyata tuntas lewat gempuran beliau yang tak pernah kenal meja runding.

Ketika di konfirmasi oleh beberapa awak media di kantornya Jl.Paus blok C5 Pekanbaru siang tadi, justru beliau termenung atas pertanyaan wartawan terkait masalah yang dihadapi oleh kampung halamannya sendiri.
Mengapa tidak…beliau juga yang salah satu aktifis hukum justru malu dan bercampur geram atas apa yang dihadapi tanah kelahiran sendiri.

Saya malu dengan hal ini, saya juga geram kepada pihak saudaraku sendiri yang selalu nencambuk dirinya sendiri, merusak piring dan dapurnya sendiri, saya sudah 31 tahun tidak injak kaki disana padahal banyak dikampung halaman yang berpendidikan tinggi namun pintar untuk diri sendiri, dan ini yang membuat saya geram, “tuturnya”

Dulu permasalahan yang sama dihadapi oleh kampung halaman saya pada tahun 2017-2018, dan hal ini juga tangan saya yang menuntaskannya lewat strategis meski saya tidak harus menginjakkan kaki, dalam hal ini namun dapat di syukuri tuntas dan selesai.
Tetapi lagi-lagi hal serupa juga terjadi dan itu ke itu juga yang seharusnya saya harap membawa desa untuk lebih baik justru berbalik harapan yang seharusnya manis menjadi kembali pahit. “tambahnya”

Terkait permasalahan yang dulunya terjadi dan yang meledak saat ini sama persis, saya sudah komunikasi dengan pihak masyarakat yang complain, termasuk Kepala desa dan seterusnya perangkatnya untuk duduk sama rendah dalam penyelesaian masalah ini, ini lagi lagi akibat dari pihak pejabat desa kurang melihat sekeliling diri sendiri dan tidak mengedepankan musyawarah dan prioritas transparan dalam setiap tindakan.

Saya minta kepada pihak inspektorat terkait agar segera menengahi dan menyelesaikan masalah ini dengan baik, saya akan pastikan jika pihak terkait disana tidak segera ending, masalah ini akan saya yang akan turut menindaklanjuti tanpa pilih kasih dan tebang pilih. Karena bagaimanapun kedua pihak adalah badan sebelah kiri dan sebelah kanan tubuh saya. “Tutup Rudy”

Saat ditanya wartawan kepada Rudy yang juga dijuluki panglima gempur atas keberhasilannya dalam ungkap tuntas, salah satunya “Kasus Cacing Pita Makarel 2018” siapa yang salah?
Saya tidak mengatakan siapa benar atau salah, kalau pejabat desa mengklaim dirinya benar maka: akan saya temukan salahnya kelak, meskipun hanya 10 kg pasir dan catat itu..
Kalau juga masyarakat klaim benar kenapa harus koar lewat fb atau medsos . Saya sarankan Kades Siwawo dan masyarakat duduk dalam penyelesaian lewat musyawarah dan mufakat, “saya tunggu” akhiri Rudy sambil lambaikan tangan kepada wartawan.

Tim (red)