Polres Meranti Dingin Tanggapi Laporan Masyarakat

Polres Meranti Dingin Tanggapi Laporan Masyarakat

Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Meranti Riau sangat disayangkan karena dingin menanggapi setiap laporan masyarakat yang masuk ke meja Polres, terutama terkait pembalakan liar dan beberapa kasus lainnya yang telah dilaporkan sebelumnya oleh masyarakat, LSM dan awak media.

Hal ini disampaikan oleh perwakilan tokoh masyarakat Lembaga Adat Melayu(LAM) Kepulauan Meranti bapak Kasam kepada media, Ketua Lembaga Gemantara Kepulauan Meranti bapak Moh.Harles, LSM Suir, dan termasuk beberapa awak media, dan masyarakat setempat lainnya sangat menyayangkan pihak Kepolisian Resort Kabupaten meranti dalam mengabaikan tugas serta dingin tanggap terhadap laporan masyarakat.

Informasi yang dihimpun oleh perwakilan awak media suport Gemantara bahwa beberapa kasus penting yang dilaporkan oleh masyarakat, LSM, dan media ke Polres Meranti, salah satu diantaranya adalah Kasus dugaan ilegal logging yang mulus tanpa sentuhan oleh aparat kepolisian dan penegak hukum daerah setempat, ilegal loging tersebut memusnahkan paru paru dunia yang berkepanjangan, dan bahkan loging tersebut langsung di kelola di tempat(Meranti) oleh sebuah perusahaan kapal motor yang juga di duga kuat tidak mengantongi izin usaha dan legalitas lainnya.

Bahkan menurut tokoh dan masyarakat sekitar bahwa: perusahaan kapal tersebut sudah beroperasi bertahun tahun di kepulauan Meranti, dan bahkan perusahaan yang dimaksud hanya berjarak beberapa kilometer dari Mapolres Kepulauan Meranti.Masyarakat juga memastikan bahwa kayu ilegal yang digunakan untuk pembuatan kapal tersebut dari hutan yang panjang kayunya mencapai puluhan meter dan sangat besar, sehingga menurut warga masyarakat setempat bahwa aksi pembalakan liar ini tidak tersentuh oleh hukum sama sekali.

Menurut warga, LSM,media bersama2 masyarakat bahwa: pembalakan liar dan perusahaan tersebut sudah dilaporkan ke Polres Meranti di tahun 2018, namun pihak Polres Meranti hanya menerima laporan saja tanpa ada reaksi apapun sampai saat ini, bahkan tokoh masyarakat dan juga Sekjend Gemantara Kepulauan Meranti (Kasam) mengatakan kepada awak media bahwa laporan masyarakat tersebut selanjutnya di tindak lanjut oleh DPD tingkat Provinsirovinsi Riau dan bersama sama dengan DPC Meranti dan juga tokoh Adat dan masyarakat Kepulauan Meranti.

Ketua DPD Gemantara Raya Riau bapak RUDY S yang dikonfirmasi oleh pihak awak media membenarkan hal ini, dan berkas laporan dan bukti 2 yang akurat,hasil penelitian dan infestigasi sudah kita terima dari Kepulauan Meranti.
Ditambahkan ketua bahwa: hal ini juga sudah kita konfirmasi dan mendorong pihak Polres Meranti untuk segera menindak pihak perusahaan ilegal loging dan para pelaku pembalakan liar tersebut.

Bahkan Ketua DPD menyayangkan karena hal ini belum juga di tanggapi oleh pihak Polres Kepulauan Meranti justru seharusnya masalah ini tidak boleh dilalaikan dan harus di tindak tegas. Pembalakan liar ini tidak ada toleransi hukum karena merusak paru paru dunia, merusak kepentingan masyarakat luas, bahkan mengancam beberapa generasi bangsa seterusnya, dan undang undang hukum jelas tidak dibenarkan, dan tidak ada istilah kepentingan beberapa orang yang mungkin bekerja di perusahaan yang diduga kuat ilegal tersebut.

Hingga berita ini disiarkan oleh media, DPD Gemantara Raya Riau tengah mempersiapkan berkas lanjutan untuk kepentingan tahap, termasuk beberapa kasus lain diantaranya perusahaan sagu,mie sagu di Kepulauan Meranti yang juga diduga kuat tanpa izin dan legalitas lengkap. Bahkan perusahaan membuang limbahnya di sembarang tempat dan jelas berdampak pada lingkungan, ekosistem laut dan mengancam kehidupan masyarakat luas. Belum lagi Perusahaan Produksi arang yang menggunakan bahan baku kayu bakao, nanti kita kawal dan kita akan menindak lanjutinya sesuai tupoksi kita,jelas ketua DPD.

Fati Riau(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *